(16)lost the hope

663 55 38
                                        

Warning!
Cerita ini hanya fiktif belaka, jika ada kesamaan nama tokoh atau peristiwa itu semua murni pemikiran author!
Mohon memaklumi typo yang betrbaran, atas segala kekurangan nya author mon maap, terimakasih happy reading✨ enjoy the story by.me✨✨

















































































































Bau obat-obatan menyeruak indra penciuman, terlihat seorang wanita didalam sebuah ruangan bernama ICU dengan akat-alat rumah sakit menempel disetiap inci tubuh nya, kondisinya jauh dari kata baik, pendarahan di otak dan patah tulang di bagian tulang rusuk hingga menggores bagian paru-parunya, membuat wanita itu mengalami koma. Semua nampak kacau, tak terkecuali Khafi, pemuda 22 tahun itu tengah merutuki peebuatan nya sejak semalam.



Pikir nya tak tenang memikirkan keadaan remaja yang semalam ia habisi, padahal pemuda 22 tahun itu masih kecewa begitu dalam dengan sang keponakan, namun pemuda itu tetaplah seorang paman yang begitu menyayangi keponakan nya.



Hingga pemuda 22 tahun itu memutuskan untuk mencari sarapan untuk sang ibu dan ayahnya, pemuda 22 tahun itu memilih membeli makanan di rumah makan padang dekat rumah sakit. Khafi yang sedang melahap sarapan nya sembari menunggu 3 bungkus pesanan nya lagi.



Selepas menerima pesanan dan bayar, Khafi lantas kembali ke Rumah Sakit untuk memberi ayah dan ibu nya makanan, selepas itu pemuda 22 tahun itu melajukan mobil milik nya menuju rumah yang selama ini ia tinggali. Memastikan keadaan Zain baik-baik saja sembari memberi anak itu sarapan.



Zain, remaja 16 tahun itu kini tengah kepayahan meredam perih di area punggung nya, ditambah lagi dengan luka nya yang bersentuhan dengan kaos yang dikenakan nya.
Remaja 16 tahun itu sama sekali tak menutup matanya sejak semalam, bocah itu sempat melaksanakan ibadah malam nya, mendoakan kesembuhan untuk sang ibu dan memohon ampun atas pebuatan yang dilakukan nya selama ini.



AC ruang kamar nya ia sengajakan menyala, ia menyibak kaos yang dikenakan nya agar punggung nya terasa lebih dingin, tak ada siapapun di rumah itu membuat remaja 16 tahun itu kepayahan dibuat nya.



Tak lama Khafi telah sampai di halamam rumah nya, pemuda itu kaget kala membuka pintu yang tak dikunci oleh Zain. Khafi lantas langsung memasuki rumah milik kakak perempuan nya itu, diletakkan nya terlebih dahulu makanan untuk Zain. Pemuda yang sebentar lagi menyelesaikan kuliah itu lantas menaiki tangga menuju lantai dua dimana letak kamar Zain dan kamar pemuda itu berada sembari membawa kotak P3K, pria 22 tahun itu yakin jika bekas cambukan nya semalam meninggalkan luka di punggung sang keponakan.



Dibuka nya perlahan pintu bercat putih dengan berbagai stiker tokoh superhiro Marvel itu, dapat ia lihat keponakan nya tengah tertidur dengan posisi duduk sambil menunduk, jangan lupa kan kaos yang dikenakan nya diangkat keatas oleh anak itu.
Pemuda 22 tahun itu lantas masuk dan mematikan AC yang membuat Zain mendongakan kepalanya menatap sang paman dan menurunkan kaos nya kembali.



"Nyari penyakit lo pagi-pagi nyalain AC, ga bisa ngerasain apa gimana ga pake AC aja dah dingin"- ujar Khafi sambil membuka gorden kamar Zain




Setelahnya pemuda 22 tahun itu menuju kearah Zain, Khafi menyibak kaos yang dikenakan anak itu, bisa dia lihat punggung remaja berdimple itu penuh luka sekarang, membuat pemuda 22 tahun itu meringis dibuatnya. Perlahan Khafi mulai mengobati luka anak itu, sesekali remaja berdimple tipis itu meringis kala kapas dan obat merah menempel dipermukaan kulitnya ya luka.





Zain Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang