Warning!
Cerita ini hanya fektif belaka yang penulisan nya mengandung typo dimana-mana, harap pemakluman jika cerita kurang berkenan dihati pembaca dan jika menemukan typo!🌼
Setelah 3 hari di rawat, akhirnya pemuda 16 tahun itu pulang ke rumahnya, bersama dengan sang ibu, juga kakek nenek nya, orang yang sengaja melakukan kekerasan pada remaja 16 tahun itu kemarin pun masih dalam pencarian, sungguh anak itu merindukan motor kesayangan nya.
"bu, mau kemanaaa?"- panggil zain saat melihat sang ibu mengambil helm nya
"mau ke minimerket beli gula, kenapa? Mau nitip?"-ujar sang ibu
"mau dong beliin indomie"-kata zain yang mengundang tatapan tajam sang ibu
"eh, gajadi deh, beliin ciki sama jangan lupa cola nya"-ucap zain lagi.
"gausah nitip, ibu ga mau beliin"-ujar sang ibu sambil berlalu meninggalkan remaja 16 tahun itu
"gimana si bu,tadi nawarin giliran dah nitip ga mau beliin"- ujar zain kesal sambil mengikuti sang ibu sampai garasi rumah nya
"nitip nya yang lain jangan itu, baru sembuh juga udah aneh-aneh yang diminta, mau sakit lagi kamu"- ucap wanita berhijab itu
"ya apa tapi?, zain pengen nya itu juga"- kesal zain
"mulai kan ngeyel nya, udah lah ibu mau beli gula aja, ga nerima titipan kamu yang aneh-aneh, makan aja apa yang ibu bikinin"- ujar wanita berhijab itu, sambil menjalan kan motor scoopy nya
"si ibu emang php"-gumam zain, setelahnya anak itu kembali ke kamar nya, menyalin tugas dan catatan milik Rayyan.
"le, ada batagor mau engga?"- ujar nenek dari ambang pintu kamar pemuda tersebut, zain pun langsung menoleh ke arah sang nenek
"emang boleh sama ibu? Nanti cerewet lagi males ah"-ujar anak itu kesal, pasalnya sang ibu menjadi protective akhir-akhir ini
"ibu ga ada juga to?, ayo turun kebwah udah nenek beliin, kata nya kemaren mau batagor"- ujar nenek
"yaudahh mau, tapi nanti kalau ibu cerewet nenek yang bilang ke ibu ya"-ujar pemuda itu sembari menghampiri sang nenek
Cucu dan nenek itupun turun kearah ruang keluarga, disana sudah ada kakek dan juga sang paman yang telah menikmati batagor mereka masing-masing
"jatah gua tu woy! maen comot aja lu"- teriak zain saat netra nya mendapati batagor milik nya di comot oleh sang paman
"1 doang, elah pelit amat lu"-ujar khafi dengan mulut penuh batagor
"hilih definisi 1 lu tu kalau minta ya 1 bungkus "-ujar zain sambil menyomot batagor nya, sedangkan kakek nenek nya hanya menggelengkan kepala nya pelan
Anak itu memakan batagor nya lahab, maklum lah lidah nya sudah berhari-hari hanya merasakan makanan hambar rumah sakit.
"eh, makan apa kamu? Belum boleh makan yang aneh-aneh ya nak "- suara wanita berhijab itu menghentikan aktivitas zain, remaja itu menoleh ke arah samping tepat ibu nya berada, wanita berhijab itu baru saja kembali dari minimarket sambil menenteng totebag berisi gula dan beberapa biskuit untuk sang putra
"eh, ibu zain dikasih nenek kok, serius deh"-ujar remaja itu
" ya masa kakek sama om nya makan dia engga, yo kasihan to ndo"-ucap nenek
KAMU SEDANG MEMBACA
Zain
Novela JuvenilGibran Zain Haidar Gue Zain terlahir tanpa kehadiran sosok ayah, meski begitu ada banyak orang yang menyayangi gue, ibu adalah matahari yang selalu siap menyinari hari hari gue, om gue adalah teman terbaik gue, kakek adalah pengganti ayah gue dan ne...
