Prolog

236 45 8
                                        

Now playing: Joy to the World by Shauntia Fleming

Malam Natal, setiap tahun sebelum tahun itu

Seusai misa malam Natal di gereja, Isabelle dan neneknya pulang ke rumah mereka yang berada di perempatan gang kecil di Culpeper. Isabelle duduk sebentar di ruang keluarga sambil menghangatkan tubuh di dekat tungku perapian yang dinyalakan sebelum ia berangkat ke gereja. Speaker di sudut ruangan melantunkan lagu Joy to the World oleh Shauntia Fleming dengan riang, seolah-olah ia turut merasakan kegembiraan Natal. Salju turun lebat di luar ruangan dan menyajikan pemandangan yang seperti biasanya menakjubkan. Pohon pinus imitasi di ujung ruangan terlihat berkerlap-kerlip sejak neneknya memasang lampu tumblr kemarin. Natal Isabelle selalu seperti ini; damai, tenang, dan penuh anugerah.

Setelah menghangatkan diri, Isabelle membantu neneknya menyiapkan botol-botol parfum antik yang dikoleksi dan diinvestasikan oleh almarhum kakek di meja bundar cokelat di tengah ruangan. Kemudian, ia menyalakan pemantik dan menyulut sumbu lilin yang berada di dalam botol parfum itu. Begitu memastikan api kecil di lilin-lilin sudah menari-nari dengan stabil, Isabelle berjalan menghampiri speaker di ujung ruangan dan mengganti lagu Natal yang ceria menjadi lagu Holy Night versi Mariah Carey.

Setelah semua persiapan selesai, Isabelle dan neneknya duduk di sofa yang lapisan kulitnya sudah sobek-sobek—mereka tidak pernah keberatan mengenai hal itu. Kemudian, mereka melipat tangan dan memejamkan mata. Nenek mengucapkan doa dan Isabelle mengikutinya. Isi doa itu setiap tahun kurang lebih sama, tentang peringatan tahunan kedua orangtua Isabelle yang meninggal dalam kecelakaan mobil di malam Natal.

Fragrance Between Us Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang