23. Mengembalikan keadaan

511 116 36
                                        

Jangan lupa vote chapter-chapter sebelumnya juga yah! Thankyou 😘

"Ta..." Calista terlonjak saat tahu siapa yang baru saja memanggilnya.

Siapa lagi kalau bukan Ardian, kakak tingkat yang selama beberapa hari ini tidak ia temui.

Calista justru semakin merasa tidak enak, karena bukannya ia yang memulai dan meminta maaf atas kejadian tempo hari, tapi malah sebaliknya, Ardian menyapanya duluan.

Ardian tersenyum mendapati wajah tegang Calista saat menatapnya. Calista memang selalu lucu dan menggemaskan di matanya selama ini.

"Jangan tegang-tegang gitu Ta, lo bukan senar gitar yang bentar lagi mau putus" pemuda itu terkekeh membuat Calista secara tidak sadar menghembuskan nafas lega.

Ya, gimana yaa... Calista tidak menyangka Ardian akan sesantai ini. Ia pikir Ardian akan menceramahinya dan mencari-cari kesalahannya selama menjadi aslab sebagai bentuk pelampiasan kemarahan atas kejadian waktu itu. Meskipun itu hanya prasangka buruknya, karena Ardian memang tidak akan pernah melakukan itu.

"Kak, gue minta maaf" ucapnya tulus dari dalam hati.

"Hmm, dimaafin ngga ya? Lo liat luka disini?" Ardian menunjuk sudut bibirnya yang berwarna ungu. Bekas luka yang diberikan oleh Bhanu masih ada disana meski sudah sedikit memudar. Membuat hati Calista mencelos karenanya.

Muka ganteng Kak Ardian ternoda! Begitu pikirnya.

Calista meringis dan kembali meminta maaf.

"Maaf ya kak? Gue bener-bener ngga tau kalo Bhanu bakal emosi kaya gitu. Gue juga salah karena udah rahasiain hubungan gue sama Bhanu, yang malah nyebabin kesalahpahaman kemaren. Gue bener-bener ngga ada niatan buat bohongin lo atau siapun, gue cuma risih aja kalo jadi bahan gosip anak-anak kampus"

Ardian menghela nafas berat. Disitulah letak kesalahannya.

"Tapi dengan lo bersikap kaya gitu, justru masalahnya makin runyam kan? Lo juga masih jadi bahan gosip anak-anak, apalagi masalahnya sekarang makin besar. Gue tau kok kemaren Bhanu berantem kan sama Kafin, iya kan?"

Calista mengangguk dan menunduk. Ia tahu dirinya salah dan egois. Tindakannya hanya memperburuk keadaan.

"Gue ngga salahin lo, tapi apa salahnya lo jujur? Gue sama Rosy juga putus karena dia ngga jujur dari awal"

Sejenak Ardian berpikir, kemudian mengerutkan keningnya.

"Lah kok gue jadi curcol, pokoknya lo ngga boleh gitu lagi" nasihatnya.

Calista mengangguk penuh penyesalan.

"Iya kak, gue udah kapok... bener-bener kapok"

Karena suasana mendadak jadi sendu dan mendung, Ardian pun berusaha mengganti topik pembicaran.

"Yaudah, sebagai permintaan maaf, gue boleh ngga minta traktir? Ya... itung-itung buat pajak jadian"

Mendengar permintaan Ardian, Calista terkejut bukan main.

"Boleh sih, tapi..." ucapnya ragu.

"Lo izin aja sama Bhanu, gue ngga bakal macem-macem kok, gue juga ngga bakal rebut apa yang udah jadi milik orang lain. Tapi terserah lo sih, itu juga kalo lo mau, kalo ngga ya ngga papa"

Meski Calista merasa ragu untuk meminta izin pada Bhanu, tapi untuk menolak permintaan Ardian rasanya juga tidak mungkin. Ia tidak ingin hubungannya dengan Ardian semakin canggung.

"Gue izin sama Bhanu dulu ya, kak. Nanti gue kabarin" jawabnya pada akhirnya.

"Oke, Ta"

Dan senyum merekah pun tercetak jelas di wajah Ardian dibarengi dengan senyum penuh kelegaan dari Calista.

Antara Kanebo dan KecebongCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang