27. Oh ternyata

510 105 23
                                        

Tidak ada perubahan sedikitpun dari sikap Bhanu semenjak kejadian waktu itu.

Calista masih berusaha, tapi kesekian kalinya Bhanu belum bisa memaafkan. Ragha pun sudah membantu tapi masih belum menemukan titik terang.

Awalnya, keretakan hubungan keduanya belum menimbulkan kecurigaan. Tapi makin kesini, hal itu sudah menjadi rahasia umum yang tersebar bahwa hubungan keduanya sedang tidak baik-baik saja.

Terlihat dari cara Bhanu menghindari Calista. Dimanapun dan kapanpun. Tentu saja hal ini menjadi bahan empuk untuk bergosip.

Tak luput dari Ola. Si biang gosip. Masih ingat Ola, kan?

"Gila sih, baru kemaren kayanya gue iri gitu liat hubungan mereka. Meskipun sempet kesel juga karena dikibulin. Bhanu kurangnya apa sih? Masih maruk juga mau sama Kak Ardian"

Lah, mohon maaf. Situ siapeeee? Emang ada hak buat kesal?

"Gue juga ngga nyangka sih La, bisa kebetulan ketemu Ka Calista yang lagi jalan sama Kak Ardian. Mana ada Bhanu juga disana. Kasian banget gue liatnya"

Ola berdecak.

"Mendingan sama lo kemana-mana deh. Nyesel pasti si Bhanu sekarang. Tampangnya doang pinter, masalah hati yah... lemah juga. Ngga sinkron banget"

"Ssst... udah ah. Jangan diungkit terus. Ngga enak kalo ada yang denger"

"Ih, mana bisa! Meskipun Kak Calista kakak tingkat, tapi kelakuannya ngga pantes banget buat jadi panutan. Lo jadi orang jangan terlalu baik kenapa! Lo ini juga salah satu korban dari mereka berdua. Kalo gue jadi lo, gue ketawain sambil gue katain... Karma is real, bitch!" Ucapnya menggebu-gebu.

Dita justru mendengus, "Sayangnya, gue bukan lo, La! Yuk ah pulang. Keburu sore"

"Yeu, ini anak! Susah banget dibilanginnya!"

Meski menggerutu, toh Ola akhirnya mengikuti Dita. Keduanya pun berjalan menuju parkiran. Tak lama setelah itu, Ola dan Dita pun berpisah, masuk ke dalam mobil masing-masing.

Saat baru akan menyalakan mobilnya, ponsel Dita berbunyi. Senyum pun terukir ketika ia tahu siapa yang menghubunginya.

"Ya, hallo"

"Bisa-bisanya gosip nyebar secepat itu"

"Bukan gosip, tapi fakta. Ada untungnya juga punya temen ember. Tapi ngga masalah, kan? Semua berjalan sesuai rencana"

"Gila lo!"

"Ngga usah sok baik. Lo juga sama aja. Lo cuma perlu jalanin sisanya. Ngerti, kan?"

"Hmm"

"Yaudah, gue tutup dulu. Mau balik soalnya"

Dan tut. Sambungan telfon pun terputus.

Sejauh ini, semua berjalan sesuai rencananya. Hanya tinggal menambahkan sentuhan akhir dan duar! Bom pun akan meledak.

Dita bahkan sudah tidak sabar menantikan hari itu tiba. Akan ia pastikan semuanya berjalan sempurna tanpa cela.







Antara Kanebo dan KecebongCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang