Hai! Author udah update nih! Luv you all! Maksih udah mau baca. Dan makasih juga buat Voment dichapter yang lalu!
Ryuzaki masih menangis sambil terduduk dilantai yang dingin. Entah mengapa hatinya terasa sangat sakit, seperti ditusuk ribuan jarum yang tajam. "Tolong aku... Light..." gumannya tanpa sadar. "Kau tidak apa-apa nii-chan?" Sebuah suara mengagetkan Ryuzaki. Dia segera menghapus air matanya dan mendongkrak. "Beyond-kun?" Ryuzaki berguman bingung ketika melihat adik kembarnya berdiri didepannya. Beyond menaikkan sebelah alisnya, dia bisa melihat mata kakaknya yang sembab. "Kau habis menangis?" tanya Beyond seraya menarik tangan kakaknya agar berdiri. Ryuzaki menggeleng, hal itu membuat Beyond mendengus. "Jangan bohong padaku Nii-chan. Itu terlihat jelas di matamu yang sembab itu." Ryuzaki hanya terdiam. Bahkan saat Beyond menariknya pulang dan menyuruhnya mandi, dia tetap diam.
Baik Beyond atau pun Watari sangat khawatir akan keadaan Ryuzaki. Tapi mereka sadar, tidak ada hal lain yang bisa mereka lakukan selain ada untuk Ryuzaki dan menunggunya menjadi normal kembali.
Watari berjalan pelan menuju kamar tuan mudanya, Ryuzaki. Dia mengetuk pintu mahoni didepannya, "Ryuzaki-sama, waktunya makan malam." Hening... Ryuzaki sama sekali tidak menyahut. "Ryuzaki-sama..." "Aku tidak lapar Watari." Sebuah sahutan terdengar. Watari memijat kepalanya yang sakit, dia paling tidak tahan melihat tuan mudanya seperti itu. Dia tidak tega. Bagaimana pun, dialah yang telah merawat Ryuzaki dan Beyond sejak mereka bayi. Berbeda dengan Beyond yang keras hati, hati tuannya yang satu ini begitu halus, mudah tersakiti. Masih teringat dibenaknya saat-saat dimana tuan dan nyonyanya dimakamkan. Ryuzaki menangis meraung-raung, dan setelah itu seperti tidak memiliki kemauan untuk hidup. Ia tidak ingin hal yang sama terjadi. "Ryuzaki-sama, setidaknya biarkan saya masuk." Watari mengetuk pintu kamar tuannya sekali lagi. Perlahan namun pasti, pintu itu terbuka. Menampilkan sosok Ryuzaki yang sangat berantakan. Matanya sembab dan memerah, pakaiannya awut-awutan, dan rambutnya yang memang berantakan menjadi semakin berantakan.
"Ada apa?" Tanya Ryuzaki dengan suara serak. Watari tersenyum tipis, "Hanya ingin mengecek keadaan anda." Ryuzaki mengangguk kecil lalu berjalan kedalam kamar. Watari mengikutinya dari belakang, "Apakah anda sedang memiliki masalah tuan?" Ryuzaki memandang kearah butlernya dengan tatapan datar, "Seperti yang terlihat, aku memang sedang ada masalah Watari." Ryuzaki berkata dengan sedikit nada sinis. Watari terdiam, ini pertama kalinya tuannya berkata sinis padanya, mau tidak mau dia menjadi sedih. Melihat perubahan ekspresi Watari, Ryuzaki menjadi merasa bersalah. Dia berjalan mendekati Watari lalu memeluk erat butler yang sudah dianggapnya sebagai ayah itu. "Gomen Watari. Moodku sedang jelek." Watari tersenyum tipis, lalu mengusap kepala tuan mudanya dengan lembut. "Saya mengerti Ryuzaki-sama. Hanya saja, ingatlah bahwa saya dan Beyond-sama akan selalu ada untuk anda." Watari berkata lembut. Ryuzaki melepas pelukannya dan menatap Watari dengan mata berkaca-kaca, "Hmm... Aku akan akan mengingatnya."
RYUZAKI POV
Aku berjalan memasuki ruang kelas, Near dan Linda langsung menyapaku, aku hanya tersenyum tipis lalu duduk dibangkuku. Entah mengapa, aku punya firasat seseatu yang buruk akan terjadi hari ini. "Ryu-kun? Ada apa? Kau terlihat kurang sehat." Linda berjalan menghampiriku dengan wajah khawatir. Aku jadi merasa bersalah selalu membuat teman-temanku khawatir. Aku menggeleng, "Tidak apa-apa. Hanya kurang tidur saja." Linda memasang wajah kesal, "Makanya jangan tidur larut terus. Itu tidak baik untuk kesehatan loh!" Aku hanya nengangguk. Maaf ya Linda. Aku tidak bisa menceritakan apa pun padamu, aku tidak mau kau bertambah khawatir...
"Ryuzaki! Ryuzaki! Oi Ryuzaki!" Aku mengerjap. Near berdiri didepanku dengan bibir wajah kesal. "Kau dengar tidak sih?" Aku menggeleng, memangnya tadi dia bilang apa? Near menepuk dahinya, "Aku bilang, Luna jadian dengan Light!" DEG! Dadaku terasa sesak, "Eh?" Near mendudukkan dirinya dikursi didepanku, "Iya. Seluruh sekolah sudah tahu. Memang mereka cocok. Tampan dan cantik!" Hatiku mencelocos, cocok ya? Memang benar, lelaki tampan seperti Light memang cocok dengan Luna yang manis. "HUSH!" Linda menyenggol tangan Near dan melirik kearahku. Near hanya memasang wajah bingung. Linda tersenyum, "Jangan dengarkan dia. Dia itu memang bodoh." "Apaan sih? Apa aku salah ngomong?" Near bertanya dengan kesal sekaligus bingung. Linda melotot kepada Near, "Kau ini bodoh atau apa? Light kan pacarnya Ryuzaki. Iya kan Ryu-kun?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Killing You Softly (boyxboy)
RomanceRyuzaki 'ditembak' oleh sang pangeran sekolah, Light Yagami. Ryuzaki bimbang akan perasaannya, dan benarkah sang pangeran memiliki sebuah rahasia gelap?
