Semua yang ada disana membeku, terlalu syok dengan apa yang baru mereka dengar. Ryuzaki dan Beyond saling berpandangan, mereka sudah menyangka hal seperti ini akan terjadi. "Kami tahu kalian syok. Tapi ini demi Ryuzaki-nii." Ujar Beyond dengan senyum tipis. Linda yang pertama sadar dari syok-nya, "Apa maksudmu B?" tanyanya dengan alis yang bertaut. Beyond melirik Ryuzaki, meminta bantuan dari kakaknya itu. Ryuzaki berdehem, "ini semua ide Tsuki." Ryuzaki berkata. Semua mata langsung menatap Tsuki tajam, menuntut penjelasan. Tsuki tersenyum tipis. "Aku hanya mau membuat perhitungan dengan Luna. Dengan merebut kembali Light darinya..." Near membulatkan matanya, "For God Sake! Jadi ini hanya sandiwara?" tanyanya. Tsuki mengangguk, "Yap. Kurang lebih begitu." "Tapi kenapa harus Beyond? Bukankah masih ada pilihan lainnya? Aku khawatir Light dan Luna malah tidak percaya." Kali ini Mello yang angkat bicara. Tsuki menyeringai, menggerak-gerakkan telunjuknya kekiri dan kekanan, "Ck...Ck...Ck... justru, Beyond adalah pilihan terbaik. Aku yakin Light akan percaya. Bukankah begitu B?" Tsuki melirik Beyond. Beyond mengangguk, "Percayalah, dia akan percaya. Aku ini pernah bermain di teater selama 3 tahun. Dan lagi pula..." Beyond menghentikan perkataannya sejenak, lalu menyeringai, "Aku rasa akan asyik bermain-main sebentar dengan Light dan Luna."
Tsuki dan Matt berjalan mendekati Louna yang sedang duduk didepan kelasnya bersama beberapa temannya. Luna yang melihat kedatangan mereka berdua menaikkan alisnya jengah, "Mau apa mereka?" Gumannya pelan. "Pagi senpai." Tsuki tersenyum semanis mungkin. Luna terseyum miring, "Waw, ternyata kau masih punya kesopanan untuk memanggilku senpai. " Dahi Tsuki terasa berkedut, dia ingin merobek mulut gadis kurang ajar didepannya. Teman-teman Luna tertawa keras. Tapi Semuanya langsung terdiam ketika melihat Tsuki memandang mereka tajam, ingin menelan mereka bulat-bulat. Matt segera meraih bahu Tsuki, sebelum kekasihnya yang ganas itu benar-benar meledak, "Maaf mengganggu senpai. Kami hanya ingin menyerahkan ini." Ujar Matt. Dia menyerahkan sebuah amplop biru besar. "Untuk apa ini?" Luna menatap surat itu curiga. Matt mendesah bosan, dia paling tidak suka meladeni gadis cerewet, tentu saja kecuali Tsuki. "Itu undangan perayaan aniversary-ku dan Tsuki. Kami harap senpai datang." Matt menjelaskan panjang lebar, dia sangat berharap hal ini cepat selesai, dia memiliki urusan lebih penting dari pada PSP-nya. Luna mengerutkan kening, "Oh baiklah. Kalian boleh pergi." Tsuki mem-pout-kan bibirnya, lalu menarik Matt pergi.
Begitu Tsuki dan Matt menjauh, Luna tertawa keras, "Dasar bodoh!" Ujarnya. Dia membuka amplop itu, lalu membacanya keras-keras,
"Yang terhormat,
Nona Luna Viel
Dengan ini kami, Mail Jeevans dan Tsuki Lawliet, mengundang anda keacara anniversary kami.
Tempat : Roses Party Room, Grand Mall Tokyo
Waktu : 31 Januari 2015, jam 17.00-Selesai
Kami mohon kehadirannya."
Teman-teman Luna saling berpandangan. Lalu salah satu dari mereka memekik kaget, "Oh tidak!" Luna memandang temannya itu, "Ada apa Ky-chan?" tanyanya bingung. Ky-chan memandang Luna dengan khawatir, "Kau tadi bilang Mail Jeevans dan Tsuki Lawliet kan?" Luna mengangguk. "Tsuki Lawliet. Lawliet adalah keluarga terkaya di Jepang. Itu berarti, kau salah memilih musuh Luna! Dia bisa menghancurkan keluargamu dalam satu jentikan jari!" Ky-chan berkata. Wajah Luna memucat. Lawliet, ya, dia pernah mendengar nama itu. Ayahnya pernah mengatakan agar tidak mencari masalah dengan mereka. Sekarang apa yang harus dia lakukan? dia sedang berhadapan dengan dua orang Lawliet, Ryuzaki Lawliet dan Tsuki Lawliet. Ky-chan memasang wajah kasihan, dia menepuk bahu Luna prihatin. Tiba-tiba salah seorang tema Luna yang lain tertawa, "Tenang saja. Mereka tidak akan menghancurkan keluargamu." Luna memandangnya penuh harap, "Benarkah Naomi?" Naomi mengangguk, "Aku mengenal keluarga Lawliet." Luna mendesah lega. Tapi Naomi segera melanjutkan perkataannya dengan senyuman sinis, "Tapi aku tidak bisa menjamin bahwa mereka akan menghancurkanmu dengan cara lain." Dan wajah Luna kembali memucat, dia menghadapi musuh yang tangguh.
KAMU SEDANG MEMBACA
Killing You Softly (boyxboy)
RomanceRyuzaki 'ditembak' oleh sang pangeran sekolah, Light Yagami. Ryuzaki bimbang akan perasaannya, dan benarkah sang pangeran memiliki sebuah rahasia gelap?
