Chapter 2

12.2K 943 293
                                        

Keesokan harinya Ryuzaki melangkah gontai melewati koridor sekolahnya, kantong hitam tebal khas orang begadang  menghiasi matanya. Dia tidak bisa tidur nyenyak semalam. Ia merasa tidak enak hati karena telah menolak Light  kemarin, sekarang ia sama sekali tidak memiliki keberanian untuk menemui ataupun sekedar meminta maaf pada Light .

"Ryuzaki-senpai! Ohayou!" Seorang remaja berambut pirang menyapanya dengan semangat.

"Ahh, Mello-kun. Ohayou." Ryuzaki balas menyapa anak itu dengan suara yang lemas.

Mello mengerutkan dahinya bingung, dia merasa ada yang aneh dengan senpainya ini. Kantong hitam dibawah matanya kian menebal, wajahnya pucat, dan tubuhnya terlihat lemas. "Senpai? Senpai baik-baik saja? Senpai terlihat sangat pucat. Apakah perlu kuantarkan ke UKS?" Tanya Mello, dia sangat khawatir dengan keadaan senpainya ini. Ryuzaki menggelengkan kepalanya lemah, "Aku tidak apa-apa Mello-kun, hanya kurang tidur." "Ta...tapi,"

KRIIIING!

Sebelum Mello menyelesaikan perkataanya, bel sekolah telah berbunyi. Ryuzaki mengucapkan selamat tinggal pada Mello dan berlari kekelasnya.

Pelajaran pertama Ryuzaki adalah olah raga, meskipun badannya lemah dia tetap memaksa dirinya mengikuti pelajaran itu.

"Selamat pagi anak-anak!" Guru olah raga tambun bernama Genta-sensei berkata.

"Pagi sensei!"

"Baiklah untuk mengawali pagi yang cerah ini, mari dengan semangat berlari mengelilingi lapangan sebanyak 5 kali!" Semua murid bersorak  tidak senang  mendengar perkataan Genta-sensei yang sangat tidak manusiawi itu.

"Sudah jangan mengeluh, sana cepat lari! Atau kalian ingin berlari sebanyak 10 putaran?" Genta-sensei berkata dengan santai namun mengandung ancaman.

Murid-murid pun langsung berlari pontang panting mengelilingi lapangan. Ryuzaki yang juga ikut berlari merasa kepalanya makin pening, namun dia tetap memaksakan dirinya. Semakin lama dia berlari, semakin dia merasa badannya oleng.

"Ryuuzaki kamu baik-baik saja?" Tanya Near yang berlari disebelahnya. "Aku....."

BRUUUUK

"RYUZAKI!!"

Badan Ryuzaki terjatuh ketanah yang keras, dia pingsan.

DI UKS

LIGHT POV

Aku tidak menyangka Ryuzaki akan menolakku. Kukira dia akan menerimaku dan kami berakhir dengan berjalan sambil bergandengan tangan seperti dalam drama picisan yang sering ditonton ibu dan adikku.

Tapi, meskipun begitu aku tidak akan melepaskannya begitu saja. Aku akan membuatnya menjadi milikku, LIGHT YAGAMI GANBATTE KUDASAI!

Ckleek...

Pintu UKS terbuka perlahan, ah, ada yang sakit lagi ya? Seorang bocah berambut putih masuk kedalam UKS sambil merangkul seseorang yang tampaknya pingsan dibahunya. Aku dengan segera membantu orang itu untuk menidurkan orang yang dirangkulnya kekasur putih yang berada di UKS. Aku memang bukan salah satu anggota palang merah yang menjaga UKS disekolahku. Hanya saja aku sedang malas mengikuti pelajaran, lagi pula tanpa belajar pun aku sudah jenius.

"Mengapa dia pingsan?" Tanyaku pada bocah berambut putih itu.

"Dia pingsan saat pelajaran olah raga, kurasa dia sedang demam, badannya panas sekali." Jawab bocah berambut putih itu.

"Baiklah aku mengerti. Kembalilah kekelas, biar aku yang menjaganya."

Bocah itu membungkukkan tubuhnya lalu melangkah keluar UKS.

Killing You Softly (boyxboy)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang