Berhenti berharap

502 45 0
                                        

A very short one. Angst.
about Chan
and his never ending love for Minho
but he needs to stop
no.
he has to stop.

*-*-*-*

Chan membolak balikan buku yang sudah dibuka sejam yang lalu, tapi tidak ada satu pun kalimat yang nyangkut di kepala.
Iseng Chan mengecek status WA nya, siapa saja yang sudah melihat.
Biasanya Chan cuek banget sama viewers tapi kalau sedang senggang dia terkadang iseng update hanya untuk memantau siapa yang suka mengintip story nya.

Sebuah nama diantara sekian banyak viewers membuat Chan tersenyum. Minho.

Foto yang ia upload adalah pemandangan dari jendela kamarnya tadi sebelum dia mulai belajar dengan caption
"Beda hari tapi pemandangannya selalu sama."

Biasanya Minho akan merespon apapun updatenya dengan komen ringan.
Misalnya Chan upload foto Berry, anjing kesayangannya dan respon Minho : Berry masih kecil aja ga gede2.

Tapi sudah beberapa bulan tidak ada lagi respon darinya.
Memang seharusnya Chan tidak boleh berharap. Minho sudah memberikan garis batas dan Chan sudah berjanji pada dirinya untuk tidak melintasinya lagi. Cukup sudah.

Tapi di hari sepi yang didukung dengan hembusan angin dan langit teduh, rasa rindu itu terkadang muncul.
Seperti hari ini.
Dia merindukan Minho.
Bukan sebagai kekasihnya, tapi sebagai sahabat. Hubungan yang sudah terjadi jauh sebelum mereka berpacaran.

Minho adalah sahabat Chan.
Yang kemudian berubah menjadi kekasih Chan.
Dan berakhir sebagai mantan kekasih Chan.

Chan sendiri masih belum paham apa yang menyebabkan hubungan mereka tidak bisa berjalan dengan lancar, padahal saat mereka berstatus sahabat, orang-orang selalu berpikir mereka adalah pasangan kekasih.

Tapi itu sudah bertahun lalu.

Chan dan Minho putus, tapi berhasil menjaga komunikasi.
Tidak jarang mereka bertemu berdua.
Dan tidak ada satupun dari mereka yang mau membahas mengenai apa yang terjadi dengan hubungan percintaan mereka.

Sampai akhirnya beberapa bulan lalu Chan memutuskan untuk membahasnya. Saat itu yang ada di pikiran Chan adalah sekarang atau tidak sama sekali.

Chan memberanikan diri bertanya lewat Chat.

"No, kira-kira apa masih ada kesempatan buat aku balikan lagi sama kamu? Aku nggak minta kamu jawab sekarang. Nanti aja atau kapan terserah kamu, tapi yang jelas tolong dijawab.
Apapun jawaban kamu, aku akan tetap menghargainya.
Kenapa aku butuh jawaban kamu, biar aku bisa menentukan langkahku selanjutnya.
Aku mau move on, kalau memang sudah tidak ada lagi harapan.
Tapi kalau kamu masih mau mencoba, aku masih tetap disini."

Pertanyaan itu baru dijawab dua hari kemudian. Setelah Chan sakit perut dan sakit kepala memikirkan apa tanggapan Minho.

"Maaf ya Chan. Saat ini aku sedang fokus untuk membangun masa depan dengan seseorang. Orang yang pernah aku ceritain sama kamu. Tapi ya gitu, aku orangnya begini. Kamu paling paham aku kaya gimana. Dan aku lagi berusaha untuk bisa meyakinkan orang itu kalau aku serius. Aku minta maaf ya Chan. Semoga kamu bisa mendapatkan yang lebih baik dari aku."

Sejak saat itu hati Chan lega walaupun sakit. Setidaknya dia tahu bahwa dia harus menutup rapat keinginannya untuk bisa kembali ke pelukan Minho.

Tapi move on lebih mudah diucapkan dari pada dilakukan.
Chan berhasil melalui bulan berikutnya dengan ceria, membuka diri pada kemungkinan yang ada di sekitarnya.
Tapi saat dia lelah, saat dia kesepian, Chan kembali berpikir bahwa hanya seorang Minho yang bisa membuatnya bahagia.

Chan menarik nafas panjang dan meletakkan handphonenya di meja lalu kembali membaca buku dihadapannya, berusaha untuk fokus dan menyingkirkan Minho dari pikirannya. Karena ternyata, tidak ada hubungan yang benar-benar bisa kembali seperti sebelumnya.
Bestfriend to boyfriend to ex.
Ga akan bisa kembali ke Bestfriend, sekuat apapun usaha Chan.

Berat. Tapi Chan yakin kalau dia bisa.
Bukan untuk melupakan, tapi untuk berhenti berharap.

Banginho storiesTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang