The Wager
SEKAI! HUNKAI!
YAOI
Typo? Ya maap, gk sengaja..
Selamat membacaa
Waktu dipercepat. Kini sudah berjalan 4 bulan pembangunan villa, dan diperkirakan sudah 90% rampung. Sehun tersenyum puas menatap bangunan minimalis tapi terkesan modern sesuai yang diinginkan Jongin.
Sehun menatap bangunan dua lantai di hadapannya. Pintu belum terpasang, dan ia berencana memasangnya dengan kaca agar bisa menatap pemandangan hamparan laut dari dalam. Halaman depan juga ingin teras kayu, dan kolam renang kecil. Juga halaman belakang ia belum membuat dermaga kecil untuk pelabuhan nanti.
Senyuman tidak berhenti terukir di bibir tipisnya membayangkan sisa waktu satu bulannya ternyata cukup karena banyaknya pekerja yang ia bawa.
"Tuan."
Sehun menoleh menatap kedatangan manajer proyek kepercayaannya saat ia memanggil. "Bagaimana? Apa satu bulan ini akan selesai?"
"Saya yakin semua ini tidak akan sampai satu bulan, tuan Oh. Sebagian pekerja saya perintahkan untuk mulai membangun dermaga."
"Bagus. Kalau begitu apa bisa aku tinggal?"
"Silahkan, tuan Oh. Percayakan semua pada saya." Sehun mengangguk mulai meninggalkan halaman untuk menuju speed yang menunggunya di pinggir pantai. "Apa persediaan makanan masih ada?"
"Saya rasa cukup untuk beberapa hari kedepan, tuan."
"Katakan padaku apa yang kurang."
"Baik, tuan."
Sehun melangkah meninggalkan pulau untuk kembali ke perusahaan, atau mungkin mencari keberadaan Jongin. Tiga minggu kesibukan membuatnya merindukan si manis.
Tiba di pelabuhan Sehun melangkah menuju parkiran dimana mobilnya berada. Beruntung hari ini tidak ada pekerjaan yang mengharuskannya untuk kembali ke kantor. Dengan senyumannya mengendarai mobil menuju apartemen Chanyeol, ingin mengajak sepupunya untuk belanja kebutuhan makanan. Selain karena ia tidak suka belanja sendiri, kebutuhan yang ia beli juga banyak dan berat.
Saat pintu terbuka senyumannya menghilang ketika yang beridri di hadapannya adalah kekasih Chanyeol.
"Mau apa?"
"Uhm.. Chanyeol?"
"Tidak ada." Hendak menutup kembali pintu namun tertahan. "Apa yang kau lakukan? Kalau mau menahannya pakai tangan saja! Biar putus sekaian." Baekhyun masih kesal melihat wajah Sehun. Ada dendam tersendiri untuknya.
"Jahat sekali sama orang ganteng." Sehun melangkah masuk menyingkirkan tubuh Baekhyun yang menghalangi pintu.
Baekhyun memilih untuk tidak mengindahkan ucapan Sehun. "Tidak ada minum untukmu." Ia melangkah masuk ke dalam kamar.
Selang beberapa detik setelahnya Chanyeol keluar dari kamar sambil mengenakan kaos hitamnya menghampiri Sehun yang duduk santai di sofa. "Ada apa?"
"Kita belanja."
Chanyeol yang mengerti ucapan Sehun mengangguk paham, karena Sehun memang selalu mengajaknya untuk belanja kebutuhan makanan para pekerja. Ia melangkah kembali masuk ke dalam kamar untuk mengambil jaket dan dompet, mungkin saja ada beberapa kebutuhan lainnya yang bisa ia beli.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE WAGER [COMPLETED]
Fiksi PenggemarJongin yang merupakan siswa berkacamata dengan wajah manisnya ternyata hanya menjadi bahan taruhan bagi salah satu siswa lain bernama Sehun
![THE WAGER [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/235157040-64-k181652.jpg)