The Wager
SEKAI! HUNKAI!
YAOI
Typo? Ya maap, gk sengaja..
Selamat membacaa
Setelah kedatangan Sehun dengan maksud untuk meminta maaf dan memperbaiki nama buruknya pada keluarga Kim, akhirnya ia diterima dengan baik, walau interogasi yang dilakukan memakan waktu selama dua jam membuat pinggangnya terasa kaku dan bokongnya juga sakit.
"Terima kasih, tuan Kim."
"Ya. Sekarang pulanglah."
"Ya?" Sehun pikir setelah ini ia diterima untuk ikut makan siang bersama di dalam keluarga Kim, ternyata secara halus ia diusir.
"Kenapa? Kami ingin makan siang bersama, dan pembicaraan kita sudah selesai."
"B-baik, tuan Kim." Sehun berdiri, menoleh sebentar ke arah dapur melihat Jongin yang keluar untuk menyajikan makan siang di atas meja makan.
"Sehun? Mau kemana? Makanlah dulu baru pulang." Irene sang menantu dari keluarga Kim datang menghampiri untuk memanggil ayah mertua dan tamu Jongin untuk makan siang bersama.
"Noona.. Eum.. tidak apa, saya pulang saja."
"Tidak apa, jangan sungkan. Ayo kemari, ibu yang meminta untuk makan bersama."
Sehun menggaruk tengkuknya menatap tuan Kim tidak tahu harus berbuat apa. Ia sungguh tidak bisa berkutik melakukan apapun, hanya diam menjadi patung berdiri di ruang tamu melihat kepergian tuan Kim menuju ruang makan.
"Sehun, ayo makan dulu. Kenapa masih disana?"
"Huh? Ah iya."
Jongin tersenyum melihat Sehun yang tersadar dengan wajahnya yang menurut Jongin adalah hal yang lucu. Kakinya melangkah menyusul Sehun dan menarik si pucat untuk ikut bergabung. Ayahnya ini keterlaluan sekali mengerjai Sehun.
Makan siang sederhana dengan sedikit candaan tidak membuat Sehun merasa santai. Ia hanya diam, dan sesekali membalas saat Jongin menegurnya. Rasanya Sehun kembali menyesal kenapa dulu ia memanfaatkan Jongin demi taruhan yang Kris berikan. Seandainya dulu dia bersikap baik pada Jongin mungkin akan mudah bagi keluarga Kim menerimanya dengan sekali pandang. Penyesalan memang datang belakangan.
"Hati-hati, Sehun."
Jongin melambaikan tangannya saat Sehun sudah masuk ke dalam mobil dan dibalas senyuman hingga kendaraan roda empat tersebut mulai menjauh meninggalkan pekarangan rumah.
"Jongin apa kamu yakin?"
"Kenapa ayah bertanya lagi? Bukankah ayah bilang akan menyetujui dan terserah pada Jongin?" Mendengar pertanyaan ayahnya membuat Jongin takut bahwa Sehun ditolak.
"Ayah hanya memastikan saja, sayang."
"Sehun sebenarnya baik, ayah. Nanti kalau datang lagi jangan seperti tadi, ya? Kasihan Sehun. Kalau Sehun mundur hanya karena takut pada ayah terus pulaunya bagaimana?"
Nyonya Kim tersenyum mendengar ucapan Jongin. Tangannya memeluk pinggang ramping anaknya untuk kembali masuk ke dalam rumah, diikuti langkah sang suami di belakang mereka.
HUNKAI
Hari-hari berlalu. Sehun juga sudah mulai terbiasa untuk menjemput Jongin jika mereka ingin keluar bersama. Tuan Kim juga sudah tidak mengerjainya lagi untuk selalu menatapnya tajam.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE WAGER [COMPLETED]
Fiksi PenggemarJongin yang merupakan siswa berkacamata dengan wajah manisnya ternyata hanya menjadi bahan taruhan bagi salah satu siswa lain bernama Sehun
![THE WAGER [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/235157040-64-k181652.jpg)