Seven

4.2K 498 93
                                        

The Wager

SEKAI! HUNKAI!

YAOI

Typo? Ya maap, gk sengaja..

Selamat membacaa













"Kita bertemu lagi."

"Ya." Tidak mungkin untuk Jongin pergi begitu saja dari hadapan Sehun saat pria pucat di hadapannya jelas berbicara menyapa dirinya. "Dan aku menyesali pertemuan ini."

Sehun menoleh saat mendengar dengan jelas ucapan Jongin. Keningnya berkerut melihat Jongin setelah ia sadar kacamata bulat dan rambut rapihnya sudah tidak ada lagi pada diri Jongin. Hanya ada rambut blonde yang terlihat panjang dan sedikit berantakan membuat mantan prianya terlihat manis dan menawan.

"Apa kau sibuk?"

"Apa kau tidak melihatnya?" Jongin menunjukkan keranjang belanjaannya yang ia pegang pada Sehun, menjawab pertanyaan konyol dari pria pucat di sebelahnya.

Sehun sekarang menjadi pria yang bodoh di hadapan Jongin. Menggaruk tengkuknya tidak tahu lagi harus berbicara apa disaat ia masih ingin bersama mantannya. Sekarang rasanya menyebut Jongin sebagai mantan membuat Sehun menyesal dan merasa bodoh.

"Apa yang kau lakukan?!"

"Sebagai pria yang baik aku harus membawakanmu seseuatu yang berat, agar lenganmu tidak lelah."

"Kau baik? Setahuku tidak." Meskipun begitu Jongin membiarkan saja keranjangnya kini berada di tangan Sehun. Pria itu sendiri yang merebut keranjang belanjaannya, tentu Jongin tidak menyia-nyiakan kesempatan.

Dilihat dari tingkah Sehun sepertinya Jongin sedikit paham bahwa pria pucat ini ingin mendekatinya lagi. Bukankah ada kesempatan yang baik harus dimanfaatkan.

Kakinya terus melangkah menyusuri rak dan berhenti pada kemasan botol minuman. Senyuman terbit di bibir tebalnya. Kebetulan air mineral untuk di kamarnya habis. Jongin mengambil kemasan mineral yang ukuran besar sebanyak dua botol. Melihat ekspresi Sehun biasa saja membuat Jongin menambahkannya lagi dua botol dalam keranjang. Jika dihitung dalam kilogram artinya sama saja Sehun mengangkat 6 kg hanya untuk satu keranjang berisi empat botol mineral. Ingin menambahkan lagi tapi Jongin urungkan.

Jongin punya rencana lain. Ia akan berkeliling di dalam supermarket, membiarkan Sehun membawa keranjang belanjaannya dan tidak mengizinkannya untuk mengganti dengan trolley. Sesekali Jongin menoleh melihat Sehun terus mengganti membawa belanjaannya dari tangan kanan ke kiri, dan sebaliknya.

Jika Jongin berhenti sejenak untuk memilih jenis makanan ringan maka Sehun mempunyai kesempatan untuk meletakkan bawaan Jongin di lantai. Namun belum sempat ia bernafas lega walau hanya semenit Jongin sudah kembali melangkah membuat Sehun mendengus kesal.

"Cepatlah, Sehun. Kau ini niat membantu atau tidak. Katanya pria baik-"

"Iya, iya." Rasanya Sehun menyesal, sungguh-sungguh menyesal saat niat baiknya justru tidak diapresiasi oleh Jongin. Tapi tidak apa, demi mendapatkan perhatian Jongin kembali.

Waktu dua jam telah terlewati hanya untuk membeli makanan ringan di dalam supermarket. Saatnya Jongin melangkah menuju kasir untuk menghitung total belanjaannya.

"Apa?" Sehun tidak mengerti saat Jongin menatapnya ketika semua belanjaan Jongin telah masuk ke dalam hitungan.

"Kau tidak ingin membayarkannya? Setahuku jika seseorang ingin mendekati targetnya akan melakukan apapun demi mendapat perhatian. Apa aku harus mengajarimu hal seperti itu?" Dengan melipat tangannya, Jongin menatap Sehun dengan tatapan polosnya.

THE WAGER [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang