06

5.1K 369 8
                                    

Tangan dingin dengan tubuh hanya di balut kemeja kebesaran tanpa bawahan menampik tangan Jungkook yang mengelap darah dari hidung Taehyung



"Apa-apaan kamu?!" Hardik Taeri dengan wajah bersungut-sungut

"Maksud kamu apa?!" Itu Jungkook yang membentak dengan nada marah, sungguh keterlaluan

"Apa? Laki-laki murahan ini menggoda kamu?! Ha! "






"Hentikan omong kosong kalian" Taehyung muak, sangat muak dengan semua drama di rumah tangganya

Berjalan lunglai ke arah pintu keluar, badannya sakit, tapi hatinya lebih sakit lagi

Omong kosong yang menyakitkan itu benar-benar menusuk telak di relung hati Taehyung tak terkecuali, kecewa.. dia sangat kecewa

Bagaimana seseorang yang masuk kedalam rumah tangganya yang tidak baik-baik saja semakin tidak karuan

Air mata nya sudah habis, kering tak tersisa
Tubuhnya lemah, hatinya mati rasa




Berjalan tak tentu arah, ingin pulang ke rumah orang tuanya juga tak mungkin
Ingin bilang apa dia jika ditanya malam-malam begini malah keluyuran

Opsi terakhir adalah dia akan menginap di halte.. lagi tapi kali ini beda.. Taehyung hanya memakai kaos oblong dan celana tidur pendek serta sendal bulu rumahan

Menyedihkan

Mungkin orang gila pun akan menganggap mereka satu jenis, karena wajah kacau Taehyung









Pagi tiba dengan Taehyung yang enggan membuka mata

"Taehyung.. " Suara itu halus sambil menepuk-nepuk pundak rapuh Taehyung

Mengerjapkan mata untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke retina mata

"Yoongi hyung" Lagi-lagi Yoongi yang selalu menemukan dimana Taehyung berada

Taehyung menatap sekelilingnya ternyata ada beberapa yang melihat dirinya iba

"Ngapain kamu disini?"

"Hehe gapapa hyung, aku izin dulu ya hari ini"

"Iya.. Emangnya mau ngapain?"

"Mau nyari kontrakan hyung"

Yoongi tau, sangat tau kondisi Taehyung selama ini dengan suaminya itu

"Ayo hyung bantu" Taehyung menjawab dengan anggukan lemas












Mobil Audi hitam itu memecah kota Seoul dengan gagahnya, tidak kencang dan juga tidak pelan

Taehyung menatap luar mobil, padat dan ramai tapi kenapa dia merasa sangat sepi dan kosong

Mobil Audi itu berhenti di depan apartemen Yoongi

"Ayo turun dulu" Tidak ada jawaban, Yoongi tau Taehyung melamun, dia pegang bahu itu pelan

"Eh kita sudah sampai?" Matanya memandang sekitar dan menemukan apartemen Yoongi di depannya

"Loh hyung, tae mau kontrakan yang biasa aja"

"Iya.. Kamu mandi di apartemen hyung dulu ya" Yoongi tersenyum simpul

"Ah.. Hehe iya hyung" Taehyung turun diikuti Yoongi dari arah samping












Selesai mandi, Taehyung memakai sweeter milik Yoongi yang sedikit kebesaran di tubuh kecilnya, padahal Yoongi juga kecil. Ha ha ha

"Ayo.."

"Yuk"

Mereka berjalan ke arah basement untuk mengambil mobil Yoongi

Mobil melaju lagi dengan kecepatan standar

"Hyung Terima kasih" Taehyung menatap Yoongi dari samping, Yoongi menatap balik Taehyung

"Apapun untuk mu" Senyuman itu manis, Taehyung suka dengan senyum Yoongi.. tulus, tanpa ada beban di dalamnya






Yoongi itu menyukai Taehyung sudah dari 5 tahun yang lalu, sejak mereka kenal di Universitas

Pribadi Taehyung yang ramah dan supel, tulus serta berhati malaikat membuat Yoongi seakan tersihir dengan bahasa elok laki-laki disampingnya saat ini, tutur katanya menghanyutkan, peringai lembut dan keibuaan, dia juga pekerjaan keras

Tapi Yoongi terlalu pengecut untuk menyatakan perasaan ini sampai Taehyung di jodohkan oleh kolega ayahnya, Yoongi bodoh sangat bodoh tidak mencegah waktu itu, sampai-sampai sekarang Taehyung harus menderita karena pernikahan yang menyakitkan

Terkadang dia merasa tak berguna untuk orang yang di sayanginya, Taehyung tak pernah tau hal itu.. YOONGI PENGECUT tak pernah absen dari bibir tipis Yoongi sendiri, jika Taehyung menangis di depannya, Yoongi akan menangis didalam hati.. sendiri

TAKDIR (KOOKTAE)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang