Awalan

204 17 1
                                        

Makasih udh mencintaiku

~Arin

📎

Arin berjalan menuju parkiran. Ia baru saja menyelesaikan kelasnya.

Seperti biasa, dia akan dijemput oleh kekasihnya yg bernama mark. Mereka sudah bersama dari 4 tahun yg lalu atau tepatnya saat mereka berdua kelas 2 SMA

"Hai Mark." Sapa Arin yg memasuki mobil kekasihnya

"Hai juga, gimana kelasnya?" Tanya Mark

"Lumayan."

"Lumayan?"

"Lumayan susah maksudnya." Jawab Arin

"Owh. Ini kita mau kemana dulu, atau mau langsung pulang?" Tanya Mark

"Aku sih pinginnya jalan jalan. Tapi takutnya tante Seulgi marah lagi kayak kemaren." Ucap Arin

"Yaudah kita pulang aja, hari minggu baru kita jalan."

"Ok."

Dengan iringan radio, mobil Mark sekarang telah membelah jalan raya yg padat dengan kendaraan

📎

Tiba tiba mobil itu berhenti di dekat masjid AL - akbar. Atau masjid yg besarnya hampir 11/12 dengan Istiqlal

"Lho kenapa kok berhenti?" Tanya Arin

"Wait, i give you something." Ucap Mark

"Hah maksudnya?"

Mark tidak menjawab pertanyaan Arin, melainkan langsung pergi ke bapak bapak penjual gulali

Yap, Mark membeli gulali untuk Arin

"This is for you." Ucap Mark sambil memberikan gulali yg hampir sebesar kemoceng itu

"Makasih Mark. Tau aja kalo lagi pingin yg manis manis." Ucap Arin berterimakasih

"Ya kamu cemberut terus sih daritadi, makannya aku beliin ini."

"Hehe..."

Jika Arin sedang badmood, dia memang butuh sekali makanan manis. Menurutnya makanan manis bisa membuat mood nya membaik

"Mark, pulang sekarang yuk. Aku takut di cariin." Ucap Arin

"Alright."


📎

"This is your home." Ucap mark sambil menunjuk rumah dengan dua lantai

"Bukan, itu rumah pamanku. Kalo rumahku kan di Kediri, Mark." Balas Arin

"Ya sama aja Arin. Rumahku juga disana, tapi maksudku tempat tinggalmu sekarang."

"Udh ah, aku masuk dulu ya. Sekali lagi makasih gulali nya." Ucap Arin

"Iya."

"VERO AMORE"Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang