Second Chance (Part Two)

311 33 36
                                        

What about you

What about you

Is it the same for you too

What about you


Jonghyun, the one and only Kim Jonghyun in Minhyun's life sekarang lagi ngepalin sebelah tangannya kuat-kuat di bawah meja demi nahan beragam emosi yang tiba-tiba nyerang dia dalam sekali waktu, bikin dadanya sekarang berasa penuh dan sesek.

Jonghyun kayak tiba-tiba gak bisa mikir pas tahu Hwang Minhyun, his nightmare in these five years, berdiri beberapa langkah aja dari dia. Laki-laki itu masih matung gak bergerak dari tempatnya berdiri dan gak ngelepas sama sekali tatapannya ke Jonghyun.

Dia pengen teriak, pengen kabur, pengen pergi tapi karena semua opsi itu gak mungkin Jonghyun lakuin, akhirnya dia refleks mutus kontak mata mereka dengan pura-pura mainin handphone.

Tangan kanannya yang gemeteran Jonghyun paksa buat ngangkat benda yang dia pakai buat jadi distraksi itu sedangkan tangan kirinya Jonghyun kepal erat-erat sebagai usaha buat kontrol diri.

Minhyun masih berdiri tanpa ngelangkah sedikit pun sampai Jonghyun mutus kontak mata mereka barusan barengan sama Aron yang kembali neriakin nama Minhyun.

Dengan sisa-sisa kesadarannya, Minhyun ngelangkah ngedeket dengan pandangan yang lagi-lagi kembali terfokus ke mantan pacarnya itu. 

Semakin jelas muka Jonghyun, semakin jelas sosok yang gak pernah sedikitpun Minhyun lupain sekeras apapun dia berusaha, semakin nyata wujud mantan pacar yang selama ini lewat cuma dalam bentuk memorinya itu, kaki Minhyun berasa semakin kehilangan tenaga.

Sebelum kakinya itu gak bisa nopang lagi badannya, Minhyun buru-buru duduk di satu-satunya kursi yang masih kosong di sebrang Aron. Kepala Minhyun masih penuh sama beragam hal waktu orang-orang disekitarnya mulai ngobrol kecuali satu orang yang mungkin ngerasain keterkejutan yang sama kayak dia.

Niat Minhyun balik ke Seoul emang buat nyari Jonghyun. Tapi ketika apa yang dicari muncul tanpa aba-aba kayak gini, Minhyun gak tahu mesti apa karena dia belum siap dan kemungkinan ini sama sekali gak dia prediksi.

Senyum dia kaku, lidah dia kelu dan Minhyun nyaris gak bisa ngontrol tangan dan kakinya yang masih bergetar hingga akhirnya dia putusin buat mejamin mata dan ngatur nafas buat ngontrol diri.

Beruntung gerak-gerik dia barusan ditangkep Aron dan yang lainnya sebagai efek dari Minhyun yang  kecapean karena baru dateng dan harus nembus hujan. Mereka berbaik hati ngasih Minhyun waktu sampai dia kuat buat ngelontar senyum dan setelahnya Aron mulai buka suara.

" Dateng juga yang ditungguin. Nih kenalin tunangan gue, Minki." Buka Aron setelah ngebiarin Minhyun istirahat beberapa saat sambil nunjuk ke laki-laki manis yang nyambut Minhyun dengan senyum sambil ngulurin tangan.

" Halo, Minhyun. Temennya Kak Aron yang di Jepang itu, kan?" Ucap Minki ramah.

" Hai, Ki. Iya, yang nolongin laki lo pas ampir gak bisa balik gara-gara telat ke bandara." Kekeh Minhyun sambil bales uluran tangan Minki.

Perfect, respon Minhyun barusan sempurna nutupin semua emosi yang lagi dia rasa gara-gara cowok kecil di sebelah Minki yang kembali nyuri perhatian Minhyun. Jonghyun nya sendiri gak mungkin gak ngeuh kalau mantan pacarnya itu, in this short time, udah beberapa kali curi-curi pandang kedia dan itu semua bikin Jonghyun gak nyaman.

Tahu Jonghyun terganggu, Minhyun nahan sebisa mungkin buat gak semakin bikin mantan pacarnya itu uncomfortable. Beruntung lagi-lagi Aron nyelametin dia dengan narik fokus Minhyun lewat ngenalin temennya yang duduk di sebelah kiri dia.

2Hyun - OneShotTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang