First Night?

512 37 1
                                        


"Bersiaplah! Hari ini temani aku ke pesta rekan bisnisku" ucapnya dengan nada ketus.

Krystal yang sedang merapihkan tempat tidurnya langsung menoleh.

"Oke"

"Jangan mempermalukanku disana, kau tau kan apa posisimu saat ini. Khusus untuk hari ini aku akan mengakuimu sebagai istriku jadi jangan buat kekacauan disana"

Krystal mengangguk.

"Dan ingat, jangan ceritakan tentang kehamilanmu. Kau tau kan apa alasannya?"

"Ya, karena kita baru saja menikah"

"Bukan, karena anak itu bukan anakku" ucapnya tegas.

Hati Krystal mencelos.

Dia mengangguk setuju sambil mengelus perutnya.

"Setelah aku pulang kerja kau harus sudah siap"

"Ya"

***

Kai memegang foto keluarga dengan tatapan sinis.

"Kai, Kai, Kai.. Kau merebut semua yang seharusnya menjadi milikku. Kau masih manja seperti dulu, aku sangat membencimu. Sangat membencimu" geramnya.

"Kai, minum obatnya dulu" teriak Tiffany.

"Ya mom"

Wanita paruh baya itu menghampiri Kai dan mengusap kepalanya lembut.

"Ada apa?" tanyanya sambil melirik foto di genggaman Kai.

"Mom, aku ingin segera menghancurkannya! Aku benar-benar muak melihat dia sukses, dia telah merebut apa yang seharusnya menjadi milikku"

Tiffany tersenyum dan mengambil foto itu.

"Nak, jika harus ada yang disalahkan untuk semua yang sudah kita alami itu adalah ayahmu, Sultan Mahendra. Dia yang menyingkirkan kita berdua, memisahkanmu dari kembaranmu sendiri. Kau tau semua itu karena Yuri si wanita jalang itu, aku benar-benar sangat membencinya karena kehadirannyalah keharmonisan keluarga kota hancur. Dia merebut paksa Kai dan menyingkirkan kita"

"Tapi mom, kenapa kau harus memberiku nama yang sama dengan Kai?"

Tiffany memegang dagu Kai sambil tersenyum.

"Kata siapa sama? Namamu itu Kaivan Mahendra, kan? Sementara dia Kaivi Mahendra"

"Mom, tetap saja sama"

"Karena ibu tak bisa merawat kalian berdua secara bersamaan jadi aku memberimu nama yang sama dengan begitu aku merasa seperti sudah merawat kedua putraku" ucapnya sambil tersenyum miris.

"Mom"

Kai menyentuh bahu ibunya, dia menatap lekat kedua bola mata yang sudah mengenang itu.

"Kau tenang saja, aku akan membalaskan dendammu. Akan ku buat wanita itu merasakan apa yang kita rasakan, akan ku buat dia membayar mahal atas apa yang sudah dia lalukan"

Tiffany memeluk erat putranya.

"Berjanjilah jika kau tak akan pernah melukai Kai, hm? Bagaimanapun juga dia adalah adikmu"

'Maafkan aku mom, tapi dia telah merebut apa yang seharusnya menjadi milikku. Dia juga telah merebut wanitaku, aku akan membuatnya menyesali perbuatannya. Tunggu saja pembalasanku, Kai. Permainan akan segera dimulai'

***

"Kai, kau sudah siap?" tanya Yuri saat melihat putranya pulang.

"Ya bu, dimana Krystal?"

DenialTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang