13

7.3K 605 2
                                        

Entah sudah berjumlah berapa kali ia mendapat teguran dari dua manajernya, dari ia yang salah pakai baju atau ia yang berjalan terlalu cepat. Apapun yang ia lakukan salah. Belum juga Itachi yang ikut ke tempat kerjanya selalu menunjukkan wajah menahan tawa saat ia mendapat omelan dari Shikamaru atau Kiba.

Karena ia mengambil libur panjang, dari libur yang ia rencanakan selama empat hari sampai libur tanpa ia rencanakan selama satu minggu, sekarang ia harus mengganti semua itu dengan bekerja keras melakukan wawancara mengenai kehamilannya. Sejak kapan kehamilannya terendus media?

Selama wawancara, ia hanya menjawab seperlunya. Mengenai kehamilannya yang menurut ia sendiri sangat mengejutkan, ia hanya berkata tidak mengalami tanda-tanda orang hamil seperti biasanya. Beberapa ketakutan ia suarakan, dari janinnya yang tidak sehat, atau ia sebagai inang jabang bayilah yang sedang tidak sehat.

Setelah melakukan wawancara selama satu jam lebih, ia kembali di geser menuju wawancara lain, kali ini ia membawa Itachi karena menurutnya membawa teman lebih baik. Tentu saja membawa Itachi tanpa memberitahu media dan manajer membuat kisruh, tetapi Naruto tetaplah si kepala batu, bagaimanapun tanggapan orang ia akan tetap melakukan apa yang ia inginkan.

Jadwal Naruto hari ini hanya ada dua, semua mengenai wawancara kehamilan Naruto. Sebenarnya jika Naruto tidak dalam keadaan hamil, hari ini si blonde akan mendapatkan jadwal padat yang akan membuatnya pulang jam satu dini hari. Jujur saja, Kiba dan Shikamaru sudah mengajukan enam jadwal ke atasan, tetapi pagi-pagi sekali sudah ada Sasuke yang berwajah dingin menyatakan bahwa Naruto hanya boleh mengisi dua jadwal sampai bayi di dalam kandungan Naruto keluar.

Hal yang dilakukan Sasuke tentu menjadi perundungan bagi pihak agensi dan manajer Naruto. Suami Naruto memang mengatur seluruh hidup Naruto ketika di luar jam kerja, tetapi saat kerja maka Naruto yang mengatur adalah agensi, tidak ada penolakan akan hal itu. Namun tidak bagi Sasuke, dia dengan segala sifat intimidasinya bisa membuat agensi takluk padanya, dengan tegas ia merubah seluruh jadwal satu Minggu ke depan dalam kurun waktu tidak lebih dari dua jam.

Tidak hanya itu, Sasuke juga membawa beberapa berkas mengenai jadwal dan rencana kerja Naruto begitu saja, katanya ia sendiri yang akan memilih dan mengatur jadwal Naruto. Kepala agensi tidak bisa berkata apa-apa ketika Sasuke mengancam akan menurunkan saham agensi. Uchiha selalu berbahaya jika berurusan dengan namanya saham, laba, rugi, dan akumulasi modal.

"Hari ini sudah cukup, Terimakasih atas kerja kerasnya." Kiba berterimakasih kepada Naruto dan Itachi dengan melakukan ojigi bersama Shikamaru. Naruto mengangguk, sedangkan Itachi seperti baru pertama kali melihat sesuatu yang indah, jadi dia mengamati tanpa berkedip.

"Besok hanya ada dua jadwal. Satu di pagi hari, dan satu di sore hari, siangnya bisa kamu pakai untuk istirahat." Shikamaru menunjukkan kertas jadwal yang disusun Sasuke ke Naruto, membiarkan sang artis membaca jadwal besok, hanya ada wawancara dan mengikuti pelatihan orang hamil.

Naruto mengangguk. Menurutnya, saat ini jadwalnya penuh dengan kata-kata hamil. Ia menatap Shikamaru dan Kiba dengan tatapan menusuk, "Sebenarnya aku ingin tahu, dari siapa kalian tahu kalau aku hamil? siapa yang merubah jadwal menjadi penuh dengan kata-kata hamil? perasaan dulu aku cek jadwalnya tidak ada hal-hal ini." Menelusuri wajah dua manajernya, ia berani bersumpah jika Sasuke adalah dalang di balik ini semua.

Cukup. Ia tidak perlu mendengarkan penjelasan keduanya, ia sudah tahu siapa pelaku utamanya. Ia melambaikan tangan ke Kiba dan Shikamaru kemudian berlalu pergi bersama Itachi, "Nee, Itachi, kau pulang atau mampir ke rumahku?" tanyanya sambil membuka pintu mobil.

Itachi ikut masuk ke dalam mobil Naruto, "Tentu ke rumahmu. Di rumah nggak ada siapa-siapa. Aku sudah menyuruh Shisui untuk menjemputku nanti malam di rumahmu, nggak perlu takut kalau aku menginap, hehehe.." Itachi menunjukkan cengiran khasnya, membuat Naruto yang menjadi supir hari ini merasa lega.

Di dalam mobil, selama perjalanan pulang, Naruto dan Itachi hanya membicarakan sekilas tentang orang hamil dan menu-menu masakan yang mungkin membuat bayi bahagia. Tidak banyak dari keduanya hanya menyinggung perosalan hamil dan bayi, seperti dunia mereka berpacu pada isi perut mereka.

Saat Naruto membelokkan mobilnya ke belokan menuju rumahnya, ia berpapasan dengan mobil Sasuke yang tampak ngebut. Mata Naruto menyipit, mengapa suaminya pulang sebelum jam makan siang? ia yakin ini masih cukup pagi dari jam istirahat kantor, mungkin jam di mana Menma pulang dari sekolah.

"Itu mobil Sasuke, kan?" Itachi juga melihat mobil adiknya meluncur dengan cepat menuju arah kesebalikan mereka. Mata Itachi menyipit sama seperti kata Naruto, mengamati kepergian mobil putih melalui spion.

"Mungkin dia sibuk, mungkin juga baru saja mengantar pulang Menma, atau apapun itu yang berhubungan dengan rumah dan kantor, tidak berhubungan denganku." Ia mencebik, bola matanya bergetar, ia sedang melakukan drama akan menangis di depan Itachi.

Mengetahui Naruto sedang melakukan melow drama, Itachi hanya bisa mengusap-usap puncak kepala Naruto, mengatakan secara tidak langsung kalau ia juga merasa prihatin kepadanya.

Memarkir mobil di halaman rumah, Itachi dan Naruto turun dari dalam mobil bersamaan. Keduanya berjalan masuk rumah yang tidak terkunci, suasana di dalam rumah juga sangat sepi, seperti biasanya. Naruto dan Itachi mengambil duduk di sofa, merasakan tubuh mereka baru saja dilindas truk karena terasa sakit semua.

Namun, saat ini fokus keduanya bukan berada pada punggung mereka yang sakit, tetapi cairan putih kental yang berada di tengah-tengah mereka. Keduanya saling berpandangan, seolah menyalurkan isi pikiran mereka melalui iris mata, kemudian setelah berpandangan keduanya terdiam dengan perasaan campur aduk.

"Kita butuh bukti, Naru, jangan berpikiran dangkal dulu. Lagipula di dalam mobil Sasuke tadi sepertinya tidak ada orang lain." Ia sendiri sebenarnya tidak enak untuk menuturi Naruto seperti demikian, mungkin jika ia berada di posisi Naruto pasti ia akan sedikit berpikir negatif. Namun ia ini adalah Itachi, kakak ipar Naruto yang mungkin paling disayangi Naruto, ia harus melakukan pitutur halus.

Menghembuskan napas berat, ia akan mencoba berpikir positif. Ia berdiri, menarik tissu untuk menghapus jejak cairan itu, lalu setelahnya ia buang ke tong sampah. Naruto melangkah menuju kamar Menma bersama Itachi, di dalam sana sudah ada Sai dan anaknya yang sedang tertidur.

Ia mendekat, duduk di samping Menma, mengamati bagaimana Sai dan anaknya yang tidur saling berpelukan. Meraba kening Menma, ia cukup terkejut saat merasakan kulit anaknya memiliki suhu tubuh yang cukup hangat. Ia melihat Itachi dengan tatapan khawatir, tetapi pandangan Itachi tidak mengarah padanya. Ia mengikuti arah tatapan Itachi, detik berikutnya ia merasa ingin keguguran, di leher Sai ada bekas gigitan dari ciuman yang sepertinya baru saja dibuat.

Pesan masuk, Naruto menerimanya, ternyata pesan dari Sasuke yang menyuruhnya untuk cepat pulang karena Menma jatuh sakit. Hah, bagaimanapun saat ini situasi hatinya tidak sebaik tadi saat pagi. Ia dengan enggan pergi dari sana, kemudian mengunci diri di dalam kamar, mengabaikan gedoran pintu.

Itachi berusaha mendobrak pintu kamar Naruto, ia ingin menemani anak itu untuk menghadapi persoalan-persoalan ini, tetapi pintunya lebih tebal dibanding tubuhnya. Hanya sampai lima belas menit ia menggedor, selanjutnya ia hanya duduk terdiam di lantai, di depan kamar Naruto.

"Itachi-san? kenapa duduk di lantai?"

Untuk pertama kalinya ia menatap Sai dengan tatapan risih dan tidak suka, tidak peduli bagaimana Sai terkejut dengan tatapannya, ia langsung pergi menuju kamar Menma dan mengunci diri di sana. Jika Naruto mengunci diri di kamarnya sendiri, maka ia mengunci diri di kamar bersama Menma, sekalian ia menjaga Menma supaya lekas sembuh.

"Dia terlihat polos, sedang berpura-pura polos atau memang nggak punya malu? apapun yang terjadi, aku akan melindungimu Menma." Ia memeluk tubuh ramping Menma, menyesuaikan diri untuk berbaring bersama anak Naruto.

TBC

MINE || SASUNARU Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang