Malfoy mengajakku disebuah lapangan? Ah aku ingat. Ini untuk bermain Quidditch! Harry pernah memberitahuku. Sepertinya dia akan membuat masalah denganku lagi. Aku sekilas melihat seorang lelaki lewat, Tidak tahu kenapa tapi aku ingin mehampirinya dan meninggalkan Malfoy yang sibuk sendiri.
Aku menghampiri lelaki itu,
"Oh hai, kau Y/n kan?" tanya anak laki berwajah tampan itu. "Oh, ya. Bagaimana kau bisa tau?" . "Teman temanku sering bercerita tentangmu, Kata mereka kau cantik. Tapi ternyata benar." Dia membuatku tersipu malu, Aku tidak sadar pipiku memerah. ada apa ini. "Aku oliver wood, kapten Quidditch. Mau kuajari?" Tanyanya sembari memberikanku sebuah bola. "Bola ini bergerak, keren. Bolehkah? Ya aku ma—" "Tidak y/n bersamaku sedang dihukum. Kau mau kuberitahu Professor Snape?" Tiba tiba Malfoy datang dan memegang tanganku. "Apaaansih, padahal kau yang mengajakku kesini. Aku hanya ingin berteman Malfoy." Celetukku sambil menarik tanganku lagi, sayangnya bukan lepas tapi Malfoy malah menarikku.
"Kau tidak lihat dia seorang wanita. Harga dirimu dimana Malfoy? bersikaplah sopan. Tidak malu kau sebagai laki laki? Y/n bersamaku akan kuantar ke asrama." Tarik Oliver. Aku mengikuti Oliver dan Malfoy berkata kecil kepadaku. "Lihat saja dia akan kalah denganku." Dengan memasang muka marah.
____________________________________
"Sampai sini saja, terimakasih Oliver sudah mengantarku." Kataku sambil melepas genggaman tangan Oliver dan tersenyum. "Iya y/n. Lain kali kau ingat ini ya, kau akan balas budi denganku. Lain kali kalau Malfoy menjahili atau mengasarimu seperti itu lagi. Bilang kepadaku." Kata Oliver. Dia sangat baik sekali, jauh beda dengan Malfoy si tukang sapu itu.
"Y/n! kami daritadi mencarimu. Kemana saja kau? apakah Malfoy menyakitimu?" Tanya Harry khawatir."Tidak kok, aku dihukum Professor Snape dengan Malfoy karena bolos kelas, Oliver mengantarku sampai sini." Jelasku dengan menenangkan teman temanku ini. "Apa! Oliver? astaga dia adalah primadona seluruh wanita di Hogwarts. Bagaimana bisa kau diantar oleh dia? Hati hati Y/n kupikir mungkin kau cuma dipermainkan. Kudengar dengar dia suka membuat cewe jatuh hati lalu ditinggal dengan alasan yang tidak jelas." Kata Hermionie si tukang gosip ini sangat tau apa saja yang terjadi. "Tenang Mionie, aku akan menjaga diriku baik baik."
Kenapa aku tidak bisa tidur? Kenapa aku terus memikirkan Oliver? Padahal hanya seperti itu saja? Apa benar ucapan Mionie tentangnya? Ingat y/n, Ingat kata Mionie! Oke aku harus bisa tidur.
____________________________________
Haaah.. Apakah ini sudah pagi? Hah! Jam 9! Sekarang kelas Professor Mcgonagall! Hari hariku di Hogwarts kenapa selalu sial sih? Apakah aku dikutuk oleh seseorang disini?
"Permisi Prof, s-saya bangun telat hari ini, maaf karena saya tidur larut." Kataku sambil menunduk merasa bersalah. "Oh. Ms. Y/n, berulah kembali ya. Kuperintahkan kau sekarang untuk latihan terbang dengan sapu bersama Oliver, Nona" Katanya. "t-tapi kelas kita belum samp—" "Professor, Oliver tidak bisa mengajarkan dia hari ini karena kakinya terkilir. Bagaimana kalau saya saja?" usul Malfoy kepada Professor Mcgonagall, ia mengiyakan. Bodoh, kenapa harus dengan anak itu lagi Y/n.
"Kau kenapasih Malfoy, aku sudah bosan dijahilimu. Aku tidak ingin terjatuh karena keusilanmu itu." Protesku. "Hah, seorang muggle tidak ingin bersama seorang pureblood? itu mustahil. Apalagi aku pureblood yang mapan dan rupawan." Lagi lagi dia membanggakan dirinya, tidak tahu ya kalau aku geli mendengarnya.
"Ayo duduk didepanku y/n." Aku menurutinya. "Apakah ini akan mengerikan Malfoy? Apakah kau akan menjahiliku? Atau kau ak—" Malfoy menutup mulutku dengan jarinya. "Pegang sapu ini lalu aku akan memegang tanganmu agar terkendali. Aku tidak akan menjahilimu, aku tidak ingin pacarku ini luka sedikitpun. Sekalipun itu karenaku, aku akan menulis aku cinta Y/n seribu kali dikertas." Hatiku berdebar, kenapa ini? Mana bisa aku tersipu malu dengan omongan Malfoy. "Ayolah Malfoy, kau bukan pacarku. Kau temank—" . Oh tidak, aku salah bicara. Kan aku menganggap malfoy sebagai musuh. "Teman ya? berarti langkahku tinggal sedikit lagi untuk memilikimu." Aku menoleh ke Malfoy memukulnya. "Tidak kau musuhku, aku teman harry Malfoy ingatlah." Kataku. "Tapi, kau berbeda y/n. Aku bisa merasakannya." Aku mengabaikan omongannya.
"AAAAH MALFOOY JANGAN CEPAT CEPAAT! KAU GILA YA? KATANYA TIDAK INGIN AKU LUKA SEDIKITPUN. KALAU INI JATUH BAGAIMANA." Teriakku memegang sapu. "Kau sudah mengakuiku sebagai pacarmu ya?" Aku mengabaikannya lagi. "INI SERU SEKALI MALFOY AKU SANGAT SENANG! TERIMAKASIH SUDAH MEMBAWAKU TERBANG." Senyum bangga Malfoy menunjukkan bahwa dia senang kalau aku ikut senang juga.
Tapi Malfoy malah mempercepat laju sapunya, dan aku memeluknya karena takut jatuh. Malfoy kehilangan keseimbangan dan kita jatuh bersama, karena salahku.
"Malfoy! sedang apa k— Y/n, kau apakan dia Malfoy? Kau orang gila ya? Dia pendarahan dan tidak sadarkan diri. Aku akan melaporkan ini ke Professor." Kata Oliver marah.
KAMU SEDANG MEMBACA
want you (draco x reader)
Romantik"Kupikir kau wanita yang berbeda. Kau wanita yang kucari selama ini. Izinkan aku masuk kedalam hidupmu y/n. Melewati semuanya bersamamu, untuk selamanya." Tahun ketiga dari film, Meminjam tokoh dari novel Harry Potter, J.K Rowling.
