Happy Reading.
Yang tungguin Nerium coba absen kuy!
.
.
.
..............
🍃🌷🍃
Sudah seminggu aku di New York. Setelah mengikuti seleksi itu aku segera meminta Jeff menjemputku. Selama seminggu ini aku tinggal di apartemen milik Jeff.
Oh tidak, jangan berpikiran buruk! Aku tidak tidur seranjang dengannya. Jeff sangat menghormatiku sebab itu, dia rela menginap di apartemen milik temannya. Bukannya aku pelit tidak mau menyewa apartemen, tetapi aku di sini hanya seminggu bukan berbulan-bulan jadi, buat apa menghabiskan uang untuk 7 hari? Lebih baik uangnya aku tabung untuk kehidupanku dengan ibu nanti.
"Good morning, Nerium." Aku menoleh, pintu apartemen terbuka menampilkan sosok Jeff menenteng sebuah paper bag.
"Aku membawakanmu nasi goreng udang."
Mataku berbinar. Ini makanan kesukaanku. Menyambar paper bag itu, lalu kubuka.
"Di sini ada jualan nasi goreng?" tanyaku seraya hendak memakan sesuap nasi tersebut.
Jeff menggeleng dia tersenyum tipis.
"Itu buatan ibu temanku." Aku menggangguk paham.
"By the way, makasih ya kemarin lo udah nemenin gue dari pagi sampai malam keliling New York."
Ya, kemarin aku menghabiskan waktu bersama Jeff dari pagi hingga malam hanya untuk mengelilingi New York, menikmati setiap bangunan yang menjulang tinggi tak lupa aku juga mencicipi setiap jajanan yang ada di sini. Kapan lagi kan bisa ke New York.
"Malam ini kau kembali ke Indonesia?"
Aku mengangguk pelan.
"Bersama pria itu?" Aku tertawa melihat wajah Jeff yang seperti seorang kakak yang posesif.
"Namanya Gandhi." Jeff memutar bola matanya malas.
"Kau serius melakukan misi ini? Risikonya besar. Salah sedikit kau bisa terjebak dalam permainanmu sendiri."
Kemarin malam aku sudah menceritakan semua misiku ke Jeff. Dia sempat khawatir, bahkan menyuruhku untuk mundur, tetapi setelah mendengar alasanku melakukan misi ini Jeff malah mendukungku dia memberiku kekuatan agar aku kuat dan cepat menyelesaikan misi ini.
"Tenang, ini misi terakhir setelah ini tak ada lagi misi yang mengancam nyawa gue."
Jeff mendekat ke arahku dia memelukku erat. Hangat sekali.
"Nerium, kau gadis pemberani, kau kuat menjalani kehidupanmu yang keras. Nerium, ini terakhir kalinya kau membunuh orang. Aku tak ingin suatu saat nanti kau mendapat hukuman dari perbuatanmu."
Aku tersenyum miris.
"Terlambat Jeff, gue udah telanjur masuk ke lingkaran hitam dosa gue udah numpuk dan gue tinggal menunggu pembalasan itu."
Kulihat Jeff menggeleng.
"Tidak Nerium. Setelah menyelesaikan misi ini berjanjilah pada Tuhanmu bahwa kau akan bertobat."
Itu pasti. Aku akan memohon ampunan kepada Tuhanku. Karena selama aku hidup aku hanya berbuat dosa. Hah... kenapa jadi melankolis gini. Astaga ini gara-gara Jeff sih, yang memulainya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Nerium Fiorella.
Novela Juvenil⚠+17 "Jangan menyentuhku! Racun dan duriku akan membunuhmu." Dunia ini kejam, tidak membiarkan kita mendapatkan kebahagiaan dengan mudah. Seorang gadis berjulukan 'Mawar Beracun' terpaksa menjadi calon istri dari pria yang menjadi benang merah kehi...
