بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Jika aku bersikap konyol itu bisa membuatmu tersenyum, mengapa tidak?
~N a l u r i~
🌼🌼🌼
Koridor sekolah penuh dengan tapak lari siswa yang sesudahnya telah mendengar pengumuman bahwa semua siswa di kumpulkan di lapangan untuk menerima pariwara dari kepala sekolah.
Semua kelas berjajar dengan rapi tanpa terkecuali. Sinar fajar menyengat, mendistribusikan dayanya kepada setiap insan yang sedang berjajar rapi di lapangan hijau itu.
Pria tinggi bertubuh buncit itu mengambil mikrofon kemudian mendekatkan ke arah bibir nya dan mulai membuka suara.
Dengan bantuan pelantang suara itu ia memulai menyampaikan pengumuman. "Oke sekarang kita sudah berkumpul semua, jadi tolong di cek temannya yang belum datang sambil di absen masuk bus. Ingat! kalau ada anak yang tidak masuk satu saja kegiatan outbound."
Semua barisan bubar kemudian menuju bus kelasnya masing-masing. Hari ini setelah di umumkan satu Minggu yang lalu mereka melakukan perjalanan ke puncak untuk outbound.
"Ayo masuk semua, kita akan segera berangkat," koar panitia outbound menggunakan toa.
Semua siswa masuk tanpa terkecuali termasuk Satya. Lihat begitu riangnya Satya saat perjalanan dimulai, pasti ia akan melakukan sesuatu yang sedikit usil, sudah kebiasaan.
"Heh dakjal balikin snack gua." Belum juga perjalanan lima menit Satya sudah menyelonong mengambil snack dari wanita berisi tersebut.
"Orang pelit kuburannya sempit, lagian gua ga ambil semua kok." Dengan wajah cemberut wanita itu merebut kembali makanannya.
Belum cukup sampai situ, Satya pergi ke depan menyalakan musik kemudian menyanyi karaoke bersama-sama. Semua bersorak senang mengikuti alunan lagu.
Begitu pula Ariana walau mulutnya enggan mengeluarkan suara, tapi di dalam lubuk hatinya yang paling dalam ia bersorak paling keras. Setiap dekat dengan Satya ia merasa terhibur, tawa kini selalu sering keluar dari pada sebelum mengenal Satya.
"TAREEK SIST." Satya memandu menggunakan mic sambil telunjuknya seakan mengendalikan teman-temannya untuk menggerakkan tubuhnya.
"SEMONGKO!!" Sorak sorai mereka serempak. Suasana di dalam bis semakin lama semakin heboh, bahkan panitia pun ikut terbuai suasana yang di ciptakan oleh Satya. The power of Satya.
Setelah sedikit lama ia merasa kewalahan dengan sikapnya sendiri. Lebih baik berhenti sejenak, ia tak ingin tenaganya habis dalam perjalanan. Lagi pula sebentar lagi mereka akan sampai tujuan.
🌼🌼🌼
Hawa sejuk menyapa pertama kali saat semua keluar dari bis. Pemandangan nampak sejuk dan rimbun, suara burung bernyanyi di sana-sini. Jauh dari kata polusi.
Semua segera memasuki villa yang sudah di sediakan oleh panitia. Mereka mulai berkemas ke kamar yang sudah di sediakan. Sebentar lagi mereka akan mulai kegiatan dengan senam pagi kemudian di lanjutkan dengan praktik menanam pohon di dekat villa tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Naluri
RomancePerubahan judul! Judul awal it's not wrong Ketika mimpi berubah menjadi kenyataan dengan skenario yang berbeda. Raga yang sama namun nama, sifat dan penampilan berbeda. Tapi apa rasa itu sama? Maksudnya getaran yang dirasakan Satya malam itu. *** G...
