Chapter 3 : Terungkap

29 3 4
                                        

Terlihat mobil Avanza hitam melaju dengan sangat cepat dijalanan yang sepi dan gelap hanya ada lampu mobil yang menerangi jalan, didalam terdapat lima gadis berparas cantik.

Di kursi kemudi ada Indah gadis tomboy yang kalau bawah mobil seperti ajak mati. Sebelah Indah ada Aca, dan kursi belakang ada Tania, Yeirens, dan Fira.

"Nda, kalo bawah mobil pelan-pelan atuh, gua masih mau hidup lama, mana belum nikah lagi sama Galang seorang Selegram yang followers banyak bwuaett," kata Aca dengan sedikit ngehalu.

"Indah kalau mau mati jangan ajak-ajak dong nanti gue gak bisa ketemu sama suami gue Kim Nan Joon, mana kita mau kencan lagi," kata Fira dengan eksperisi sok imut.

"Aduh, Indah jangan ngebut vangke mana Kai Exo mau lamar gua lagi, keburu gua udah dikubur." Kata Yeirens dengan melihat ke arah jalan.

"Ishhh, gak usah pada banyak bacot, telinga gua sakit tau, nanti gue gak fokus nyetir kalo gua tabrak pohon gimna?" Kata Indah dengan sedikit emosi.

"Udah-udah gak usah debat, kita harus cepat sampe Sandra butuh kita sekarang." Kata Tania menenangkan sahabat-sahabatnya itu.

Perdebatan panjang pun terhenti, semua sibuk dengan Handphone mereka masing-masing kecuali Indah yang fokus menyetir.

"Semoga semua akan baik-baik Saja" gumam Indah dalam hati.

***

Tidak perlu terlalu lama, mobil Avanza berwarna hitam itu sudah berada didepan gerbang rumah milik Nyonya Auristela.

Indah membunyikan klakson mobil agar satpam penjaga gerbang membukan gerbang besar itu.

Satpam yang melihat dari cctv langsung menghubungi Nyonya muda yang tak lain adalah Sandra. "Nyonya muda, ada mobil Avanza berwarna hitam yang tak dikenal sedang berada diluar gerbang," aduh pak satpam.

"Buka saja gerbangnya," kata Sandra di sembrang sana.

"Baik Nyonya muda." Jawab pak satpam

Kemudian satpam itu menekan tombol merah yang ada dipos satpam. Dengan sendirinya gerbang besar itu terbuka.

"Anjirr, gerbangnya ke buka sendiri alias otomatis", kata Aca kagum.

"Ini mah bukan rumah malainkan istana, gerbang aja otomatis." Kata Tania

"Satpam yang kerja di rumah ini enak benerr, makan gaji buta cekk." Julid Yeirans.

Indah dan Fira yang melihat ketiga sahabatnya yang terus menganggumi rumah mewah itu tidak kaget, karena mereka pernah mengantar Sandra pulang. "Untung aja kita udah pernah antar Sandra pulang, kalau gak kita kaya mereka bertiga malu-maluin aja," kata Fira ke Indah.

Mereka langsung melaju memasuki halaman rumah yang sangat luas dan terlihat banyak pohon-pohon hias, lampu taman dan kursi taman. Terlihat juga pohon besar di bagian pojok kanan taman.

"Iiiiihhh, gua merinding banget lihat pohon besar itu," kata Fira kepada sahabat-sahabatnya sambil menengkok ke pohon itu.

"Kayanya itu pohon yang di ceritakan kakak Vino deh," jawab Tania.

"Sampai kapan mau didalam mobil terus?" tanya Indah yang telah keluar bersama Aca.

Tanpa basa basi mereka bertiga keluar dengan merinding karena merasa ada yang melihat mereka dari arah pohon besar itu.

"Silahkan masuk, nyonya muda dan tuan muda sudah menunggu untuk makan malam bersama," ujar seorang pelayan yang memakai seragam putih hitam dengan rapi.

 Six Sence [REVISI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang