Jimin baru saja selesai berendam dalam bahtub nya. Kini, ia melingkarkan handuk di pinggangnya dengan menunjukkan abs di perutnya. fantastic. Rambutnya yang basah ia kibaskan untuk mengurangi kadar air, setidaknya.
"Taehyung-ah, aku selesai."
Taehyung berbalik badan dengan sedikit gugup, seperti orang yang sudah melakukan kesalahan di kehidupan sebelumnya.
"Kenapa?" Jimin bertanya karena ia paham Taehyung sedikit agak berbeda
Taehyung menggeleng, "Aku tidak sengaja menemukan surat itu--"
Ia menunjuk ke arah salah satu surat yang berada dekat TV. Jimin menyadari hal tersebut lalu ia tersenyum kecil. Ia menunduk.
"Gwenchanna."
Taehyung menatap Jimin lemas. Ia menaruh kedua lengannya di kedua pundak sahabatnya itu.
"Jim, are u okay?"
Jimin beralih menatap wajah sahabatnya, Ia tersenyum paksa. "Sure."
"Hanya saja..."
Jimin melanjutkan kata katanya dengan sedikit ragu. "Aku ingin dia bahagia, meski tidak bersamaku."
Jimin perlahan mulai meneteskan air matanya. Ia berada di puncak tired. Ia kini menyadari semua yang ia lakukan itu hanya sia sia bagi Aera. Sejujurnya, Jimin tau bahwa Aera tidak bahagia bersamanya. Ia hanya terus tersenyum dan menutupi semua kesedihannya. Jimin mulai menyadari begitu Aera menangis saat ia membentaknya. Jimin begitu menyesal. Ia ingin bertemu dengannya sekarang.
"Ak-aku...memang bodoh."
Taehyung menatap sedih sahabatnya tersebut lalu beralih menyemangatinya. "Jim, u got a lot of free time, tomorrow. Then, just met her."
Saran dari Taehyung cukup berguna, besok adalah hari yang bebas. Tidak, maksudnya adalah esok anggota BTS memiliki jadwal yang kosong, untuk beristirahat.
"Tapi, aku tidak yakin Aera mau bertemu denganku atau tidak, Tae---"
Jimin selalu berpikir hal hal yang tidak diinginkan. Apa salahnya mencoba berpikir positif?
"Jim, it is not the day. Besok. Besok, kau bisa melakukannya" Taehyung menegaskan disetiap katanya, meyakinkan Jimin untuk dapat bertemu dengan Aera.
"Kau bisa bertemu dengannya, dan membicarakannya secara baik baik. Aku tau, Aera adalah orang yang baik."
Taehyung menegaskan.
Jimin perlahan menyadari dan berterima kasih atas saran yang diberikan sahabatnya. Setelah itu ia pergi ke kamar untuk berpakaian, sedangkan Taehyung beralih menuju kamar mandi karena badannya sudah sangat pegal.
Jimin merebahkan dirinya di kasur besar miliknya. Ia memakai sedikit parfume sebelum tidurnya. Lalu, ia mengambil ponselnya yang masih berada dalam tas miliknya.
"Aera tidak menghubungiku--"
Jimin membaca dan mencari pesan yang biasa Aera kirimkan. Namun, tidak ia temukan.
"Kenapa dia tidak menghubungiku? bahkan sama sekali tidak memberikan pesan...."
Jimin bertanya pada dirinya sendiri. Ia benar benar tidak mengerti, kenapa Aera tak mengabarinya setelah pulang dari kejadian sebelumnya? Kini, ia mulai merasa bersalah. Lalu, Jimin mulai mengetik di handphonenya untuk memberikan pesan pada Aera, namun sebelum itu ia mencoba untuk menelfonnya kala itu.
Drrrt
Drrrt
Mohon maaf, nomor yang anda tuju sedang sibuk
KAMU SEDANG MEMBACA
Love in Silence [COMPLETE]
Romantik"Jim, aku lelah. Aku tidak mau menjadi orang yang serakah. Tapi, satu hal yang harus kau tahu, aku mencintaimu." ucap seorang wanita yang menangis setiap harinya #761 Idol (27 Oct 20) #258 pjm (2 Nov 20) #214 pjm (6 Nov 20) #82 jiminbts (3 dec 20) #...
![Love in Silence [COMPLETE]](https://img.wattpad.com/cover/243107199-64-k711081.jpg)