"Jim, aku lelah. Aku tidak mau menjadi orang yang serakah. Tapi, satu hal yang harus kau tahu, aku mencintaimu." ucap seorang wanita yang menangis setiap harinya
#761 Idol (27 Oct 20)
#258 pjm (2 Nov 20)
#214 pjm (6 Nov 20)
#82 jiminbts (3 dec 20)
#...
Dua bulan setelah kandasnya hubungan dua manusia yang saling mencintai namun tidak bisa melakukan hal yang biasa orang lain pada umumnya, hidupnya berjalan lancar semuanya berjalan dengan tenang dan sangat baik.
Tepat satu bulan yang lalu, Aera telah mendapatkan gelar sarjana pertamanya dalam acara graduate nya di Universitas tempat ia mempelajari ilmu.
Kini, ia tengah mencari pekerjaan yang sesuai dengan jurusan yang ia pelajari. Kukira itu hal yang mudah, secara jurusan yang aku lalui adalah jurusan yang paling banyak dibutuhkan. Namun, tetap saja. Semuanya kembali pada pribadi masing masing.
"Melelahkan."
Aera duduk di kursi dekat tepi sungai saat matahari sedang berada tepat di atas kepalanya.
"Semangat!"
Pria berbadan besar dan tinggi menghalangiku agar tidak terkena sinar matahari yang begitu terik, namun aku menarik badannya agar duduk denganku di kursi yang sama.
"Sudahlah, Chan. Lagipula aku tidak kepanasan."
Chanyeol, ya. Sahabat terbaik yang menemaninya dari setiap masa yang dilaluinya.
"Mau minum?."
"Call!"
Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk pergi ke sebuah bar untuk minum bersama. Ohiya, suasana siang hari di London cukup terik, namun ini menghangatkan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kami berjalan mengikuti alunan yang disediakan, sampai beberapa menit kami tiba di sebuah bar kecil yang berukuran mini dan bentuknya yang unik.
"for two, please."
Chanyeol duduk tepat di hadapanku. Ia menatapku. "Kau benar benar mencari pekerjaan disini?"
Aera mengangguk, ia menghela nafasnya sebentar. "Ya, mau bagaimana lagi."
Chanyeol menaikkan satu alisnya, "Tapi, mungkin saja di Korea juga banyak yang membutuhkanmu."
Aera tertawa pelan. "Tak apa, lagipula aku juga ingin mencari suasana yang agak baru disini."
Aera tersenyum. Ia mengelus pelan rambut Chanyeol, "Gumawo."
Wajah Chanyeol dipastikan kini sangat merah padam. "U-untuk apa---"
Aera memalingkan wajahnya. "Untuk semuanya."
Tak berapa lama, pesanan kami datang. "Thank you."
"Kau tak bisa minum banyak sekarang, Aera." ucap Chanyeol
Aera mengangguk, "Tenang saja, setelah ini aku harus mencari lagi pekerjaan."
Mereka berdua pun akhirnya minum bersama dan makan siang bersama. Tak berapa lama, semua orang tertuju pada sebuah mobil hitam yang terlihat sangat mewah dan biasanya seringkali digunakan oleh para artis.