Ciee yang udh baca tapi dapet notif lagi♡ happy reading♡. Semoga kalian happy dengan
Gue bakal jadi langit, maknanya gue selalu ada.
Makasi selalu ada
Makasi selalu ada
"Tapi mengapa, tiba-tiba seakan kau pergii."
"Melepas rangkulanmu dan berhenti melindungiku ... tanpa sebab."
"Mungkin alam semesta tak menerimanya, dan waktu tak memberi kesempatannya."
"Tapi setidaknya kau telah mengubahku-"
"Dari rasa ... menjadi luka."
"AAA Gue benci Qialla bangsat."
Lagu resah jadi luka yang mengalun tak Triana hiraukan, ia terus bernyanyi di minggu pagi yang cerah kontras dengan suasana hati Triana.
"Triana tetangga lo lagi sakit gigi!" pekik Aji, sosok Kakak laki-laki Triana yang amat menyebalkan dan sangat ingin Triana ulek-ulek menjadi sambal lalu ia makan bersama lalapan.
"Yaudah Triana doain cepet sembuh tuh tetangga," cetus Triana acuh membuat Aji mendengus.
"Makanya pacar orang kok diembat, PHO lo?" tukas Aji dibalas tatapan tajam Triana.
Triana mendekat ke arah Aji dengan senyum yang amat manis membuat Aji ikut tersenyum.
"Rambutnya bagus Kak," ujar Triana sembari mengelus-elus rambut Kakaknya.
"Yoii, mahal ni mahal perawatannya," ujar Aji dengan bangga membust Triana semakin tersenyum LICIK.
"ARGH! Triana setan! Sakitt argh."
"IHHHH rasain lo!! Kurang hah? Ihh." Dengan kekuatan sekian ribu megapiksel Triana menjambak rambut mahal seorang Triga Aji.
"MAMAH!!" teriak Aji dengan ringisan membuat Triana berdecak, "ngadu lo hah?"
"Kenapa nih? EHH TRIANA LEPASIN! LEPASIN GAK!" teriak Sukma membuat Triana mendengus malas dan melepas jambakannya.
"Mah astagaa ... mahal mah! Mahal," rengek Aji membuat Sukma ikut-ikutan prihatin.
"Aduhh adek kamu emang kamseupay Nak, astagaa itu mahal Nak," pekik Sukma membuat Triana semakin mendengus.
"Alay," cetusnya dibalas peletan ludah oleh Aji. "Iri? Bilang babu!" balas Aji dan kembali menyentuh rambutnya yang banyak rontok.
"Mah! Rambut Aji rontok! Ihh satu helai 100 ribu itu," pekik Aji kembali membuat Sukma gelagapan.
"Heh Tri! Kumpulin!" titah Sukma. Triana lantas mendengus dan menepuk-nepuk tangannya, sehingga rambut Aji yang menempel di tangannya luruh.
Brek breek.
"AAAA JANGAN DIINJEK!" teriak Aji menatap rambut 100 ribu 1 helainya dengan perasaan terluka saat adiknya menginjak tak berperasaan rambutnya yang rontok.
"Sutss jangan teriak! Tetangga sakit gigi," cetus Triana dengan senyum menang.
Brak
KAMU SEDANG MEMBACA
Cupu Ganteng [LENGKAP]✅
Teen Fiction[LENGKAP!] "Ka-kamu bukannya cantik, kenapa suka sama saya?" "Isi dompet." "Ha?" "Iya, isi dompet abang tebel, kartunya no limit semua lagi hihi." "Apa?" pekik Gana terkejut. Bagaimana miss centil ini tahu isi dompetnya. Trianalah jadinya bila seora...
![Cupu Ganteng [LENGKAP]✅](https://img.wattpad.com/cover/244367622-64-k408181.jpg)