Tak pernah ada persaingan, dia bukan lelangan!
Triana Debora
Triana dan Galih masih di sini, Gana sebenarnya merasa terganggu dengan kehadiran kedua orang ini. Yang satu mengganggu masa remajanya yang satu adalah kenangan kelamnya.
"Mantu, apa setiap hari pacaran kalian monoton seperti ini? Ck," decak Galih membuat Triana kikuk.
"Bukan urusan Papa," sarkas Gana membuat Galih kembali berdecak.
"Om udah rasain ayamnya? Kayanya Om laper," ujar Triana mengalihkan pembicaraan, Triana tidak tahu apa yang terjadi di keluarga Gana. Namun, Triana mencoba membuat Gana dan Galih sama-sama nyaman.
"Bang Gana juga yaa," sambung Triana membuat Gana menghela nafas.
Bagi Gana, makan bersama Papanya berarti mencuatkan kembali luka lama! "Gak, saya makan bareng White," tukasnya dan berlalu begitu saja.
"Mantu gak mau bertanya ada hal apa antara saya dan pacar kamu?" tanya Galih membuat Triana menggeleng ragu.
"Aku pura-pura gak kepo aja Om padahal udah kepo," ucap Triana meringis malu membuat Galih tergelak.
"Seperti yang lain, Gana masih punya jiwa remaja ... dia menyalahkan saya atas perpisahan ini. Om kira dia gak peduli, Om kira hidupnya tentang mobil kodok, buku sama motor Vespa," ujar Galih membuat Triana termenung.
Menjadi Gana tidaklah mudah, mana harus menghafal rumus kimia, harus mengingat bacaan di buku non-fiksinya, harus membeli baut untuk krok dan GaVe ... ditambah kasus ibu dan ayahnya.
"Maaf Om kalo kurang sopan, Triana susul Gana dulu yaa," ucap Triana membuat Galih tersenyum dan mengangguk.
Akhirnya Triana ngacir mencari Gana yang katanya akan makan bersama White, nyatanya Gana malah duduk tak berdosa dengan bukunya.
"White berubah jadi buku ya Bang?" tanya Triana spontan membuat Gana menoleh kebelakang.
"Saya kaget," tukas Gana dengan wajah datar membuat Triana terkekeh.
"Mana ada sih yang bilang kaget wajahnya datar?" tanya Triana membuat Gana berdecak.
"Saya gak datar Tri, saya masih punya lekukan hidung," ucap Gana membuat Triana kembali terkekeh.
"Iya, lekukannya sempurna, bikin jatuh cinta," bisik Triana membuat Gana merinding dan menjauhkan wajah Triana dari telinganya.
"Saya kaya dibisikin setan," celetuk Gana mengusap-usap kasar telinganya.
Triana mencebik, "mana ada sih setan secantik Triana?"
"Katanya setan banyak wujudnya Tri."
"Jadi Abang beneran ngira Triana setan?" dengus Triana tak suka membuat Gana hanya terkekeh singkat.
"Buktinya saya ketempelan," kata Gana membuat Triana semakin mencebik.
"Bang Gana cupu paling nyebelin!" seru Triana tak suka. "Nanti Triana cariin lem biar kita nempel beneran!"
'Kamu lucu Tri, kamu juga cantik, tapi-"
"Stop Bang! Triana terbang!" pekik Triana membuat Gana menyerngit, Ganakan belum selesai.
"Tapi saya gak suka," lanjut Gana membuat Triana seketika murung.
"Yaah Triana gak pasang parasut dulu sebelum terbang," ucap Triana dengan muka semakin tak enak.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cupu Ganteng [LENGKAP]✅
Novela Juvenil[LENGKAP!] "Ka-kamu bukannya cantik, kenapa suka sama saya?" "Isi dompet." "Ha?" "Iya, isi dompet abang tebel, kartunya no limit semua lagi hihi." "Apa?" pekik Gana terkejut. Bagaimana miss centil ini tahu isi dompetnya. Trianalah jadinya bila seora...
![Cupu Ganteng [LENGKAP]✅](https://img.wattpad.com/cover/244367622-64-k408181.jpg)