3 • Yang Tak Terduga

27K 2.9K 352
                                        

Hari ini Maika bangun lebih awal dari biasanya, bahkan sebelum alarm di ponselnya sempat berdering

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hari ini Maika bangun lebih awal dari biasanya, bahkan sebelum alarm di ponselnya sempat berdering. Ia duduk di tepi ranjang, menenangkan napasnya sendiri. Entah mengapa, ada perasaan yang berbeda sejak pulang dari kajian kemarin. Tidak ada letupan emosi. Tidak ada perasaan gelisah yang menggerogoti. Hatinya terasa lebih tenang.

Setelah berwudhu, Maika menunaikan shalat Subuh dengan bacaan yang lebih pelan dari biasanya. Ia memperpanjang sujud terakhir, tidak untuk meminta sesuatu yang spesifik, hanya memohon agar hari ini dijalani dengan baik dan penuh kesadaran.

Usai shalat, Maika duduk bersandar di dinding kamar, memeluk lutut. Angin pagi Bogor menyelinap lewat jendela yang sedikit terbuka. Udara dingin itu terasa jujur, menyegarkan.

Tak lama kemudian, Mama mengetuk pintu.

“Mai, nanti habis sarapan bantu Mama lipetin baju ya.”

“Iya, Ma.”

Setelah sarapan, Mama mulai terlihat mengeluarkan koper dari lemari.

Maika berhenti melipat baju cucian kemarin.

“Lho? Kok ngeluarin koper segala, memangnya kita mau ke mana, Ma?”

Mama tersenyum tipis. “Ke Bandung.”

Maika mengangkat alis. “Bandung? Hah? Ngapain?”

“Kamu nanya? Kamu bertanya-tanya?” jawab Mama. Maika cemberut. "Bercanda, kita bakalan pergi ke Bandung."

Maika tidak bertanya lebih jauh, ia hanya melanjutkan tugasnya untuk membantu Mama menyiapkan pakaian—gamis sederhana, kerudung panjang, baju rumah secukupnya. Tidak ada pakaian pesta. Tidak ada yang berlebihan.


Siang menjelang.

Papa mengecek kondisi mobil, sementara Maika memastikan barang-barang Zahira juga Jihan tertata rapi dan pastinya juga barangnya jangan sampai ada yang ketinggalan. Di sela aktivitas itu, ponselnya bergetar.

Nara.
Mai, lo ada acara ga hari ini?

Maika membalas singkat.

Gue mau ke Bandung.

Balasan Nara datang cepat.

Oh. Oke. Fii amanillah, ya.

Ma'as salamah.

Tidak ada basa-basi. Tidak ada pertanyaan lanjutan.

When Qadarullaahu Bring Us Together [MAIKA RAFAN]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang