Jangan lupa vote dan komen ya
Selamat membaca 📖
6. Buku yang Tertutup
Langit berwarna biru hari ini. Pemandangan yang cukup indah untuk Alasta. Alasta tiba di sekolah lebih awal dari biasanya. Pukul enam pagi. Memandang langit, menumpukan lengannya pada pembatas rooftop sekolah. Menghirup udara sejuk yang membuat pikiran Alasta perlahan membaik.
"Kalau punya masalah itu cerita, jangan diam saja,"
Suara dari belakang membuat Alasta menolehkan wajahnya. Seorang gadis berjalan kearahnya dengan tas yang masih melekat dipunggung. Dahinya menyerit, seakan sedang berfikir. Merasa familiar dengan gadis yang berada disampingnya.
"Gue Aleska," tutur Aleska, memperkenalkan diri. "Gue adik Galzan." sambungnya, saat melihat Alasta yang semakin bingung.
"Lo kenapa? Ada masalah?" tanya Aleska, kembali.
"Lo siapa? Dateng - dateng nanya hal kayak gitu," sinis Alasta.
Matanya fokus melihat hamparan langit biru diatas sana. Angin bergerak, membuat rambut Alasta bergerak. Matanya memejam. Berusaha membuat hatinya kembali membaik. Sebelum usapan lembut pada sudut bibirnya membuat Alasta membuka mata kembali.
Alasta mematung. Usapan Aleska pada sudut bibir Alasta masih bisa Alasta rasakan. Manik matanya bertubrukan dengan mata Aleska. Menatap mata itu dengan dalam, ada kekhawatiran yang tertangkap jelas dengan matanya. Alasta semakin menyelami bola mata indah milik Aleska. Ada perasaan bahagia yang menyusup, saat ada seseorang yang mengkhawairkan dirinya. Apakah ini rasanya diperhatikan? Perasaan yang sudah lama Alasta rindukan.
Alasta segera menyentakkan tangan Aleska yang berada dipipinya. Dirinya tak mau terlalu berlarut menatap bola mata itu, sebelum dirinya semakin hanyut dan terbuai dengan kenyamanan yang disuguhkan.
"Jangan lancang, kalau lo mau tenang!" ancam Alasta, kembali menatap kedepan.
"Gue obatin, mau?" tawar Aleska yang mendapatkan tatapan tajam dari Alasta.
"Jangan sok baik, kalau ujung - ujungnya lo munafik,"
Alasta membalikkan badan. Memilih untuk kembali ke kelas, ketenangannya terganggu sejak kedatangan Aleska.
"Lo gak bisa nilai seseorang dari covernya. Kalau lo gak tau isi dalam lembarannya," ucap Aleska dengan kencang. Supaya Alasta mendengar.
Alasta enggan menggubris. Dirinya tak mau ada yang berhasil membuka tiap lembaran yang selalu Alasta tutup rapat.
Tentang perasaannya, tentang isi hatinya, dan tentang keinginannya. Alasta tak ingin mendapatkan perhatian yang terasa nyata, namun berakhir semu untuk Alasta. Perhatian seseorang diibaratkan sebuah angin oleh Alasta. Angin itu bisa terus berhembus dan berakhir menghilang begitu saja, atau angin tersebut bisa berubah menjadi angin mematikan yang memporak - porandakan sekitarnya. Alasta tak ingin hatinya porak - poranda, lagi.
"Al."
Alasta terus melangkah. Tak ada niatan untuk membalikkan langkah. Sebuah tangan menarik lengan kiri Alasta. Membuat Alasta berhenti. Dihadapannya, Aleska tersenyum manis. Mengulurkan sebuah bekal berwarna biru muda kehadapan Alasta.
"Ijinin gue buat membuka perlahan lembaran itu, Al. Walaupun lo udah buang kuncinya. Gue yang akan menemukan kuncinya. Secara perlahan gue bisa membuka dan membaca lembar demi lembar catatan itu."
"Jangan berharap lo mendapatkan kunci itu, Le. Lembaran hidup gue udah gue tutup rapat," sinis Alasta.
"Sekali aja lo percaya ke gue."
"Gue udah pernah percaya sama seseorang, walaupun akhirnya dipatahkan hingga jatuh dan hancur berkeping - keping."
Aleska menatap Alasta dalam. Gadis itu tau, banyak hal yang tidak memungkinkan untuk Aleska. Contohnya, mendekati Alasta yang terlihat dingin dimata semua orang. Tetapi, bukankah didunia ada yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin?
"Izinin gue Al. Izinin gue buat jadi bagian dari lembar selanjutnya dalam hidup lo."
"Jangan berani masuk, gue jamin lo bakal menyesal," ungkap Alasta. Melepaskan tangan Aleska dilengan kirinya. Mengabaikan tangan terulur yang masih memegang sebuah bekal. Melewatinya begitu saja. Tanpa pernah Alasta tau apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Gue yakin bisa bikin senyum itu terbit dibibir lo, Al."
****
4 Juni 2021
Cirebon

KAMU SEDANG MEMBACA
ALASTA
Teen Fiction"Bertemanlah denganku, akanku kenalkan kamu dengan duniaku." Gyan Alasta Zeroun, laki-laki tampan sejuta pesona. Alasta panggilannya, seseorang yang memendam luka diam-diam. Kejadian masalalu yang membuat Alasta mengerti, jika semua orang berubah s...