Sudah 1 bulan mew menjadi CEO di perusahaaan ayah nya, banyak peningkatan drastis di perusahaan yang membuat ayah nya bangga pada anak nya yg satu ini.
"Kamu hebat,banyak peningkatan di perusahaan karna mu"seru ayah mew seraya membaca semua hasil kerja anak nya itu.
"Entah lah mungkin memang mew baik di bidang itu"elak mew.
"Hei ka ayolah kakak memang hebat, jangan suka merenda seperti itu. iya kan bu"ucap anak berumur 19 tahun yang tidak lain adalah mook adik laki-laki nya.
"Iya dek kamu bener kakak mu ini memang hebat, maka dari itu kamu harus kaya kakak"sanjung ibu mew pada anak sulung nya itu.
"Tidak seperti itu bu,biarkan mook sukses dengan cara nya sendiri"kata mew
"Ya ya ya terserah kamu,tapi ibu sama ayah ingin bicara penting sama kamu"ibu nya pun bicara dengan nada serius sekarang.
"Apa itu bu?"tanya mew bingung ke mana arah pembicaraan ini.
"Jadi begini mew,ayah sudah meminta kamu jadi CEO di perusahaan ayah dan kamu sudah menuruti ayah,sekarang tinggal ibu mu yang meminta satu permintaan pada mu"ucap ayah serius.sedangkan mook sudah pergi dari tadi.
"Ya tentu aku akan menghujutkan nya mew sudah janji kan,akan menuruti apapun satu permintaan besar dari ayah dan ibu,emang ibu mau apa?"tanya mew pada wanita yg paling dia cinta.
"Hm..begini ibu punya teman dan teman ibu ini punya anak laki-laki, dulu pas kamu masih berumur tiga tahun,ibu sudah janji akan menjodohkan kamu dengan anak di kandungan teman ibu" ucap ibu nya agak ragu, reaksi apa yang akan di tunjukan oleh mew.
Mew masih terdiam dan mencerna apa yang di katakan oleh ibu nya ini.
"Jadi ibu mau menjidohkan kamu dengan anak teman ibu itu"
Mew terdiam dia kaget "apa?di jodohkan"mew berucap dalam hati.dia ingin menolak tapi dia sudah janji waktu itu,di mana isi janji nya itu,mew akan menuruti permintaan besar dari orangtua nya. satu permintaan dari ayah dan satu permintaan dari ibu.
"Jadi bagaimana mew apa kau mau?"tanya ayah mew membuat pikiran mew buyar.
"Kalu kau tak mau tak apa,ibu mengerti"ucap ibu nya menyalip mew yang mau menjawab,dengan memasang wajah yang sendu.
"Apa yang ibu katakan? Mew mau ko,ayo lah ibu jangan sedih begitu ibu harus senyum"mew mengangkat wajah ibu nya yang tertunduk,dan menampilkan senyum lembut mew yang berhasil membuat ibu nya ikut tersenyum.
"Berati sudah di tetapkan yah, besok kamu harus bersiap untuk pergi ke rumah calon mu oke"ayahnya bicara dengan semangat.
Mew hanya tersenyum dan mengangguk,dia juga senang melihat dua orang yang paling dia cinta bahagia seperti ini.
____ skip ___
Di sisi lain gulf kaget akan apa yang dia dengar.
"Apa mah di jodohkan!?apa mamah sama papa ga salah ngomong? atau apa aku yang salah dengar?"gulf terkejut mendengar pernyataan itu.
"Kamu ga salah denger gulf,mamah sama papah mau kamu menikah dengan pilihan kami berdua"ayah nya pun turut bicara, meyakinkan gulf kalau dia tidak salah dengar.
"Ayo lah gulf ini hanya satu permintaan dari mamah dan papa nak"bujuk ibu nya,menunjukkan wajah yang sedih dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Gulf ingin menolak,tapi setelah melihat wajah ibu nya,dia tidak tega menolak apa yang di inginkan orang tua nya itu
"Oke oke kalau itu yang di inginkan mamah sama papa,maka gulf sanggup menuruti nya" gulf meyakinkan orang tua nya kalu dia baik-baik saja dengan keputusan nya itu dengan menujukan senyum yang manis.
.
.
.
.Gulf duduk di bangku taman samping rumah nya yang di tumbuhi banyak bunga indah dan warna warni, di tambah beberapa pohon.gulf duduk sambil meminum teh hangat yang iya bawa,seraya memikirkan sesuatu.
Gulf pov
Aku duduk dan merenung tantang apa yang sudah aku putuskan hari ini,tentang perjodohan yang tidak pernah aku pikir akan terjadi pada ku.
"Ah sial!!! Apa yang harus aku lakukan?bagaimana jika peria itu kejam,atau dia menjengkelkan?,ah!!aku tidak bisa membayangkan bila dia kejam dan menyiksa ku setiap hari"amarah ku pecah dengan apa yang aku pikirkan sekarang.
Aku masih menggerutu di dalam hati,tapi aku mencoba tenang dengan apa yang tengah aku hadapi ini.
"Apa yang kamu bicarakan gulf?,kau bicara sendirian seperti orang gila saja"suara itu muncul dari belakang aku pun langsung menengoknya.
"Ah mamah mengagetkan gulf saja"
"Apa yang kamu pikirkan hah?"mamah mengusap kepala ku dengan lembut dan duduk di samping ku.
"Tidak papa ko mah aku baik-baik saja"
"Apa nya yang tidak papa jelas tadi mamah denger semua nya,kamu takutkan jika calon mu itu kejam?"
"Heheh..iya mah"aku tersenyum kikuk saat mendengar nya, ternyata mamah sudah tau semua nya.
"Tenang saja mamah sudah pernah bertemu ko sama calon mu,dia juga anak dari teman baik mamah dan menurut mamah dia baik dan sopan,dan yang paling penting dia"mamah menggantung kata-kata nya yang membuat ku kepo.
"Yang paling penting apa mah?"aku bertanya karna mamah tak kunjung melanjutkan kata-kata nya
"Dia....."
"Dia apa? ayolah mah ini tidak lucu, mamah membuat ku tegang karna kata-kata mamah"aku pun kesal denga mamah yang masih menggantung kan kata-kata nya
"Dia...ganteng hihihi"ibu ku terkekeh saat mengatakan itu.
"Apaan sih mah..!"aku agak sedikit jengkel karna itu berhasil membuat wajah ku memerah karna malu.
"Ah lihat wajah mu jadi merah, apa kamu malu?"mamah masih saja menggoda ku dan masih menunjukkan wajah yang penuh dengan kebahagiaan,aku senang tapi juga kesal tapi ya sudah lah-_-.
"Tidak ko mungkin karna panas wajah ku jadi merah"
"Sudah sudah ayo masuk kamu harus bersiap untuk besok,karna besok calon mantu mamah dateng hihihi"kata mamah ku seraya menunjukan wajah jahil nya.
"Apaan si mah..!!!"
"Sudah ayo masuk lihat wajah mu semakin memerah,entah karna panas atau karna kamu malu"
Tangan ku pun di tarik oleh mamah masuk ke rumah,dengan masih mempertahankan wajah cemberut ku karna godaan mamah.
Bersambung.....
Maaf ya klo taypo mimin pucing😁

KAMU SEDANG MEMBACA
CEO ku Jodoh Ku [END]
Teen FictionEND✓ mew suppasit CEO di perusahaan yang sangat sukses, peria tampan yg hampir tidak pernah tersenyum. di jodoh kan oleh gulf kanawut peria manis yg tidak bisa mengontrol emosi dan kata-kata kasar nya. Apa mereka bahagia dengan pernikahan ini aku pu...