Alreyshad
Sudah pukul 18.42 malam dan aku masih berada di kantor. Seharusnya, aku sudah berada di jalan untuk menjemput El ke Bandung, namun rencanaku gagal dan memilih untuk meminta pak Tirto yang menjemput El.
"Maafin aku ya." Ucapku pada El lewat telfon.
"It's okay kok Al. Kamu kelarin aja dulu kerjaannya." Jawabnya lembut. Entah kenapa nada bicara El kali ini lebih lembut dari biasanya.
Aku menutup handphone-ku dan melanjutkan pekerjaanku. Pukul 20.22, seluruh pekerjaanku selesai dan aku bersiap untuk pulang. Namun, langkahku terhenti saat handphone-ku berbunyi.
Kiara is calling..
"Al, aku boleh minta tolong nggak? Aku nitip beliin obat flu boleh? Kepalaku pusing kayaknya mau flu. Susternya Kamael lagi izin pulang tadi, jadi aku nggak bisa kemana-mana" Ucap Kiara.
Silahkan untuk mencacimakiku. Aku tahu perbuatanku sangat tidak bisa dibenarkan. Namun, setiap kali aku ingin menolak permintaan Kiara, aku selalu teringat wajah Kamael. Entah kenapa rasanya jahat sekali jika aku menolak membantu ibunya.
Aku sampai di Apartment Kiara pukul 21.17, setelah sebelumnya sempat mampir ke Apotek dan membelikannya obat.
"Thank's ya Al." Ucapnya.
Aku mengangguk dan melihat Kamael yang sedari tadi menangis di gendongannya.
"Sini gue gendong dulu Kamael, lo makan dulu sana trus minum obatnya." Ucapku.
Kamael tertidur pulas saat aku menaruhnya ke baby box. Aku terlalu sibuk menggendong Kamael sampai tak sadar bahwa sedari tadi handphone-ku bergetar dalam tasku.
12 missed call
Elea♡
Aku menutup handphone-ku dan segera mengambil kunci mobilku. Namun, sebuah tangan menarik lenganku.
"Al." Ucapnya Kiara. "Jangan pergi. Sebentar aja, temenin aku." Tambahnya.
Aku terdiam, lalu melepaskan tangannya pada lenganku.
"Sorry Ra, gue nggak bisa." Ucapku dan langsung berlari menuju parkiran.
Namun handphone-ku berbunyi lagi saat aku tiba di lobby.
"Halo, Al. Kamu dimana?" Ucap El di ujung telfon.
***
Elea
Ale baru saja menelfonku dan berkata ia tak bisa menjemput. Namun, bukan menuruti permintaan Ale untuk pulang bersama pak Tirto aku malah meminta pak Tirto untuk mengantarku ke kantor dan menyuruhnya kembali ke rumah.
"Loh mbak El kenapa malem-malem ke kantor?" Ucap Ghea.
"Mas Ale mana?" Tanyaku pada Ghea.
Setelah obrolanku dengan Bunda tadi siang. Aku memutuskan untuk memperbaiki hubunganku dengan Ale, dan mengubah segalanya dari awal lagi.
"Mas Ale? Udah pulang mbak, baru aja." Ucap Ghea.
"Oh ya? Aku dari Bandung soalnya. Yaudah makasih ya Ghe." Ucapku pada Ghea.
Aku menghubungi rumah dan menanyakan keberadaan Ale pada mbak Sari. Namun, katanya Ale belum juga sampai. Jadi aku memutuskan untuk mencari taksi.
KAMU SEDANG MEMBACA
PETRICHOR [COMPLETED]
Fiction générale(Sequel of EPOCH) Hari itu menjadi sangat kaku, Ketika sepasang mata ini bertemu lagi denganmu.. Terpaku menatap senyuman yang tertuju padaku. Hai, Aku rindu... PETRICHOR ˈpɛtrʌɪkɔː (n) : A pleasant smell that frequently accompanies the first rain a...
![PETRICHOR [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/242908032-64-k913444.jpg)