Gelombang

777 112 12
                                    

Off dan Gun berjalan menuruni bukit dan tiba kembali di villa saat malam sudah tiba. Sepanjang perjalanan mereka tidak banyak berbicara. Gun  berjalan sedikit dibelakang Off, tangan lelaki tinggi itu masih menggandeng jemari Gun sangat erat

Off mengambil kunci villa, masuk, dan bergegas menuju pintu kamarnya

Ceklek

Pintu suara kamar Off terbuka. Off yang mau masuk ke kamar tertahan oleh lelaki mungil di belakangnya

"Off, lepaskan tanganku dulu" kata Gun sambil menahan Off menarik tubuhnya memasuki kamar itu.

"Ohh. Maaf" kata Off baru tersadar dan melepaskan genggamannya pada Gun. Ia kemudian berbalik menatap lelaki mungil di depannya itu

"Terimakasih sudah menemani" kata Gun sambil tersenyum simpul

"Hmm. Saampai ketemu besok" jawab Off canggung. Senyum Gun yang manis selalu membuat Off salah tingkah sendiri

Off segera masuk kamar dan menutup pintunya cepat cepat. Jantungnya berdegup sangat cepat lagi. Pandangan dan pikirannya salah fokus pada bibir tebal Gun. Bibir lelaki mungil yang baru saja menciumnya beberapa hari yang lalu

"Sadarlah Off" kata Off pada dirinya sendiri sambil menjatuhkan tubuhnya pada kasur dan menggeliat tak karuan menghilangkan pikiran gilanya dan langsung terlelap tidur

...

Gun yang melihat tingkah aneh Off, merasa bodo amat dan berjalan menuju kamarnya untuk bersih bersih

Setelah mandi, Gun yang menyadari perutnya kelaparan segera menuju dapur. Ia ingat sempat membeli beberapa makanan instan kemarin malam

Gun menghangatkan nasi box instanya dalam microwave kemudian duduk menyantap makan malamnya di meja makan

Gun seketika menatap kearah pintu kamar Off. Tidak ada suara, tidak ada tanda tanda kehidupan dari arah sana

"Pasti dia kelelahan dan langsung tertidur, dasar pak tua" kata Gun dalam hati mengejek

Gun segera menyelesaikan makannya dan kembali masuk kamar untuk tidur. Tubuhnya juga sudah sangat lelah sekarang. Ia membaringkan tubuhnya, memejamkan matanya sejenak, kemudian bangkit kembali

Gun beranjak mengambil kertas dan pulpen, menulis sedikit notes dan keluar menuju dapur. Ia meletakan persedian nasi box instan dan beberapa cemilan di meja makan  beserta notes diatasnya. Setelah selesai, Gun kembali ke kamarnya dan langsung terlelap begitu saja

....

Gun tidur dengan tubuh yang berkeringat. Ia mengerutkan jidatnya dan bertingkah gusar. Bahkan sesekali ia mengigau menyebut nama adiknya. Ia terjebak dalam mimpi buruk. Reka adegan masa lalunya yang menakutkan kembali mendatanginya.

Tok tok tok

"Gun, apa kau sedang tidur?" Tanya Off pelan dari luar pintu kamar Gun. Ia seperti mendengar suara lirih Gun dari dalam, tapi ia tidak berani membuka pintu kamar lelaki mungil itu meskipun ia ingin sekali mengecek keadaan Gun di dalam

Off yang memang terbangun karna lapar, beralih dari pintu kamar Gun kearah meja makan. Ia menemukan sejumlah makanan dan notes kecil disana

"Kalau kalau kau juga lapar, panaskan dan makanlah"

Off yang membaca tulisan itu tersenyum kearah pintu kamar Gun sejenak. Ia lanjut memanaskan makanannya dan melahapnya habis tak tersisa. Sebelum kembali melanjutkan tidurnya, Off membalas notes dari Gun dan menempelkannya di pintu kamar

"Terimakasih makanannya, Gun"

.....

Off bangun lebih pagi dan duduk di meja makan meneguk segelas air putih. Pintu kamar Gun masih tertutup, notes darinya semalam masih tertempel rapi disana. Belum ada tanda tanda lelaki mungil itu bangun

THE JOURNEY Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang