6 | sebuah kedipan

10 8 29
                                        

B a g i a n e n a m

Saya tahu, kalian tau cara bagaimana menghargai seseorang.

Kalau kedipan membuat cewek salting

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kalau kedipan membuat cewek salting. Apalagi sebutan 'sayang'

-Saphire alesia arganta

"Panggilan untuk Audra Caesar crishopter dan Saphire alesia arganta dari kelas XI IPA 1. Menit selanjutnya, speaker sekolah kembali berbunyi.

"Panggilan untuk Audra Caesar crishopter dan Saphire alesia arganta dari kelas XI IPA 1 tolong segera menuju ruang guru."

Tata menoleh pada Saphire dengan kedua alis terangkat. "Ada apa si sap?" Tanyanya kepo. Dibalas gelengan kepala olehnya Saphire.

"Nggak tau gue."

"Yaudah sana samperin, takut ada yang penting." Kata tata memberi nasihat.

Gadis itu mengangguk lalu berdiri dari posisinya. Berjalan menuju keluar, bertepatan dengan Audra yang berjalan di sampingnya.

"Ahay..babang Audra dan mbak sapi nampak serasi!!" Pekik Lio membuat kedua insan yang di sebut itu membalikan badan lalu menatap cowok itu tajam.

Lio bergidik ngeri kemudian terkekeh. "Canda woi jodoh."

"Eh maap, eh maap."

Sam tertawa. "Awas jodoh!" Seru cowok itu.

"Canda jodoh!!" Kekehnya kemudian.

****
"Jadi begini. Saya mau kamu Saphire, untuk ikut olimpiade matematika." Setelah masuk ke rumah guru, kepala sekolah segera menyuruhnya untuk duduk dan langsung berkata sedemikian.

"Pak, tapi saya belum menentukan mau ikut atau tidak." Saphire berucap sedikit mengeluh.

Kepala sekolah mengangguk faham. "Iya saya faham, sangat faham. Kamu anak yang berprestasi. Jadi saya mohon, tolong mau ya nak?"

"Pak saya baru sekolah 1 Minggu di sekolah ini. Apa engga sebaiknya bukan saya aja yang wakilin olimpiade matematika putri. Engga maksud saya bukan menolak, tetapi bapak bisa cari dulu kan dari siswa yang lama di sekolah Gayatri?"

Audra yang dari tadi mendengar ikut berbicara mendukung kepala sekolah. "Udah lah, ikut aja. Lo pinter kan? Buat apa kalau ga di gunain!" Ucapnya sedikit menyindir.

"Audra benar, saya kalau mencari orang yang baru harus memakan waktu lama nak." Timpal kepala sekolah.

Saphire diam sambil menunduk. Dia bukan tidak mau ngikutin acara itu, dia sangat ingin atau bahkan itu impiannya sejak dulu, keterima lomba olimpiade. Tetapi dia takut, takut dengan hasilnya nanti akan mengecewakan nama sekolah.

Tentang Rasa[ON-GOING]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang