Dignity

587 59 53
                                        

Dua hari sudah Seungri ijin untuk tidak masuk kantor dengan alasan dia yang demam. Jiyong amat gelisah. Tidak pernah dia sekhawatir ini dengan orang lain. Awalnya dia ingin menjenguk Seungri, tapi Seungri menolak. Seungri mengatakan jika dokter mengharuskan dirinya untuk beristirahat dan tak ingin diganggu oleh siapapun. Pada akhirnya Jiyong hargai keputusan Seungri.

Hanna melihat Seungri begitu berbeda dari biasanya. Lebih banyak diam. Nafsu makannya naik turun dan cenderung menginginkan sesuatu layaknya orang ngidam.

"Oppa, kuperhatikan oppa lebih banyak diam. Sedang ada masalah?"

"Ani. Aku hanya tidak enak badan saja. Gwaenchana," Seungri tersenyum. Cenderung memaksakan senyum.

"Oppa bisa cerita jika ada masalah. Aku adikmu, oppa."

"Arra."

Ting tong

Bel rumah keluarga Lee berbunyi. Hanna bergegas untuk membuka pintu rumahnya. Ini masih siang dan jarang sekali ada tamu yang datang ke rumah mereka. Nampak seorang pria tampan dengan kulit pucatnya. Berdiri di depan Hanna.

"Mau cari siapa?"

"Bisa aku bertemu dengan Seungri?"

"Seungri oppa, dia ada di dalam. Silahkan masuk."

Hanna mengantarkan pria itu masuk ke dalam rumahnya dan bertemu dengan Seungri yang sedang menyaksikan acara di tv. Tapi tatapannya kosong.

"Oppa, ada yang mencarimu."

"Sia ... Tuan Oh? Silahkan duduk."

Seungri mempersilahkan tamunya untuk duduk yang tak lain adalah Oh Sehun.

"Ada apa Tuan datang kemari?"

"Tolong jangan panggil aku Tuan jika tidak di kantor. Sehun saja," Sehun tersenyum. "Aku kemari untuk menjengukmu. Kudengar kau sakit. Bagaimana keadaanmu sekarang?"

"Sudah lebih baik. Gamsahamnida sudah mau menjengukku."

"Jiyong hyung belum tahu?"

"Mwoya? Aku sudah bilang padanya aku sakit."

"Ani. Bukan itu maksudku. Apa Jiyong hyung sudah tahu itu anaknya?"

Seungri terpekur mendengar pertanyaan Sehun. Tidak mungkin Sehun tahu jika dia sedang hamil, terutama itu anak Jiyong.

"Aku tidak mengerti maksudmu, Sehun-ssi."

"Aku yakin kau paham. Anak yang kau kandung itu anak Jiyong, 'kan?"

"Dari mana kau bisa tahu?"

"Seungri-ah, kenapa kau tidak mengatakan pada Jiyong hyung? Kau tidak ingin dia tahu itu anaknya? Kalau begitu kenapa tidak kau gugurkan saja. Mumpung dia masih kecil."

Seungri semakin tidak paham maksud ucapan Sehun. Dia menyentuh perutnya yang masih rata.

"Sehun-ssi, kau pasti tahu ini dari Daesung hyung kan?"

"Iya, aku yang mendesaknya untuk bicara."

"Kau tahu Sehun-ssi, kau sudah lancang dengan urusanku dan asal kau tahu, aku tidak akan menggugurkanya meski aku harus membesarkannya seorang diri," tegas Seungri.

"Ada apa ini? Siapa yang mau gugurkan kandungan?"

Itu Hoony. Dia baru saja pulang dari kerja part timenya dan tanpa sengaja mendengar percakapan Seungri dan Sehun.

"Kau tanya saja pada hyungmu," tunjuk Sehun.

"Hyung, jelaskan padaku siapa yang hamil? Hanna?"

"Bukan, Hoony-ah. Jangan kau dengarkan dia. Sebaiknya kau ke kamarmu saja."

This Love  (📌 Complete)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang