Marry Me

638 59 84
                                        

Satu jam sudah Seungri tertidur karena lelah menangis dan merasakan tidak nyaman pada perutnya. Hanna baru saja menutup pintu kamar oppanya. Dia hanya ingin melihat jika Seungri baik-baik saja.

"Kamu mau kan menungguku, Ri? Nanti kalau aku sudah jadi orang sukses aku akan jadi pacarmu."

Potongan ingatan kembali mengusik si pemilik mimpi akhir-akhir ini, bahkan semakin sering terjadi. Sepertinya Seungri melupakan sesuatu yang selama ini disimpan rapat dalam ingatannya. Tidurnya sedikit terganggu akan mimpi yang baru dia dapatkan. Matanya terpejam erat, berusaha mendapatkan kenyamanan.

"Seungri hyung di mana?"

Itu Hoony yang baru sampai di rumahnya, bersama dengan Yoon dan Jiyong. Hanna menyambut kedatangan mereka, hanya satu orang yang tidak dia kenali.

"Dia ada di kamarnya, baru tidur satu yang jam lalu."

Hanna menarik tangan Hoony dan berbisik, "yang di belakang Seungyoon oppa siapa?"

"Itu Kwon Jiyong, hyungnya Yoon dan bosnya Seungri hyung."

"Jadi dia laki-laki yang sudah menodai Seungri oppa?" tuding Hanna tiba-tiba.

"Maaf, aku memang salah. Tapi bolehkah aku menemui Seungri?" Jiyong meminta ijin pada Hanna ragu.

"Mau apa? Mau buat oppaku menderita lagi setelah apa yang kau lakukan?" Hanna hampir saja meninggikan nada bicaranya.

"Hanna-ya, sudah ... biarkan dia bertemu dengan Seungri hyung dulu. Dia kemari untuk bertanggung jawab."

"Hanna-ya, aku minta maaf atas perbuatan Jiyong hyung. Ijinkan dia menanggung kesalahannya," pinta Yoon.

Hanna mendengus kasar. Sebenarnya dia hanya tidak ingin Seungri terluka lagi jika Jiyong menemuinya. Tapi hati kecilnya dia juga ingin Seungri bahagia.

"Masuklah, dia di kamar."

Hanna mengantarkan Jiyong ke kamar Seungri. Jiyong masuk perlahan ke kamar, melihat laki-laki itu terbaring. Wajahnya pucat, sedikit lebih kurus dari biasanya, ditambah tidurnya yang terlihat gelisah.

Jiyong menduduki sisi tepi kasur yang kosong, memperhatikan setiap lekuk wajah Seungri. Dicobanya menyentuh wajah putih sedikit pucat itu. Seungri terusik oleh sentuhan Jiyong, memaksanya untuk membuka mata.

"K-Kwon Sajangnim?"

Matanya terbuka sempurna, Seungri menduduki badannya di kasur dibantu oleh Jiyong.

"Iya, ini aku."

"Kenapa anda bisa ada di sini?" tanya Seungri heran.

"Jangan terlalu formal. Panggil aku seperti biasa kau memanggilku di luar kantor."

"Hyung belum jawab pertanyaanku. Kenapa ada di rumahku?"

Jiyong menghela napas pelan sebelum dia menjawab pertanyaan Seungri.

"Aku ke sini karena kau. Kenapa kau tidak mengatakannya padaku?"

"Mengatakan apa?"

"Kehamilanmu! Kenapa kau tidak bilang padaku? Kenapa kau justru menghindar dariku? Aku sudah katakan jika terjadi sesuatu padamu, aku akan tanggung jawab."

Seungri menatap Jiyong dalam diam, bukan rasa takut, melainkan ragu yang terpancar dari sorot mata. Bahkan ada kesedihan di dalamnya. Dirinya sedikit tertunduk.

"Jeosonghaeyo, hyung. Aku sendiri bingung. Tidak tahu harus apa. Aku begitu terkejut dan takut. Takut jika kau tahu kau tidak akan percaya. Takut jika semua orang tahu akan merusak martabatmu."

This Love  (📌 Complete)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang