Jam 4 sore, mobil pribadi Kwon Jiyong terparkir di garasi rumahnya. Supir membukakan pintu untuk tuan besarnya. Jiyong pun turun dari mobil diikuti oleh wanita dan anak kecil yang bersamanya di cafe.
"Aku pulang," sapanya.
"Hyung, sudah pulang."
"Lho, Yoon ... ada di rumah? Sudah ke rumah sakitnya?"
Jiyong melepaskan kancing jasnya, matanya mengedar ke setiap ruangan, mencari seseorang yang biasanya menyambutnya pulang.
"Seungri mana?"
"Di kamar hyung."
"Kenapa aku diabaikan?" wanita itu protes.
"Mian, noona. Kapan pulang ke sini?"
"Sudah dua hari lalu. Beri salam pada Yoon samchon."
Wanita itu menyuruh anaknya untuk memberi salam pada Yoon. Anak usia 5 tahun itu langsung memeluk Yoon.
"Hai, samchon. Aku rindu padamu."
"Jinjja? Nado, bogeoshipoyo."
"Kalian ngobrol dulu, aku akan memanggil Seungri."
Jiyong meninggalkan tamunya bersama dengan Yoon. Gagang pintu kamar terkunci dari dalam dan Jiyong heran dengan ini. Seungri tidak akan mengunci kamarnya jika bukan mereka yang sedang berduan saja atau Seungri yang sedang kesal.
"Bee, buka pintunya. Ini aku."
Hening. Jiyong mencoba memanggil lagi. Semoga kali ini pintunya akan terbuka.
"Bee, kau di dalam kan? Buka pintunya, biarkan aku masuk."
Masih hening. Jiyong semakin khawatir dan bingung. Dicobanya lagi.
"Seungri-ah, buka pintunya sayang. Jangan buat aku khawatir. Kau tidak apa-apa? Bee ...,"
Clek
Baru tangannya akan menggedor pintu kamarnya, Seungri telah membuka pintunya. Jiyong melihat Seungri dengan teliti.
"Ada apa sih? Berisik!"
"Kau tidak apa-apa, 'kan? Kenapa pintu dikunci?"
"Aku sedang tidur. Sengaja aku kunci biar tidak ada yang masuk," jawab Seungri. Nada bicaranya ketus.
"Mian, aku pasti mengagetkanmu ya? Ikut aku sebentar."
Jiyong menggenggam tangan Seungri untuk mengajaknya ke ruang tengah. Seungri mengikutinya dengan jalannya yang gontai dan berat karena bobot perutnya yang semakin membesar. Setibanya di ruang tengah, Seungri berhenti berjalan. Jiyong menoleh ke samping, tapi melihat Seungri yang sepertinya akan menangis.
"Bee, waegure?"
"Hiks ... hyung jahat ... hiks ...," Seungri menangis.
Tentu saja Jiyong jadi panik melihat suaminya tiba-tiba menangis. Yoon dan tamunya Jiyong pun bingung dibuatnya.
"Wae? Aku jahat kenapa bee? Uljima, eoh."
"Hyung jahat, aku sedang hamil tua ... tapi malah selingkuh ... hiks hiks ...."
Kening Jiyong berkerut. Kedua alisnya hampir berdekatan.
"Selingkuh? Aku tidak selingkuh, bee. Mana berani aku lakukan itu."
"Bohong! Hyung jahat! Sudah selingkuh, sekarang malah bawa wanita itu ke rumah. Hiks ... belum lagi bawa anaknya."
"Bee, anak aku ada di sini sayang. Di perutmu, dari rahimmu sayang. Sebaiknya duduk dulu ya, biar aku kasih tahu siapa mereka."
KAMU SEDANG MEMBACA
This Love (📌 Complete)
Storie d'AmoreAyah Seungri memiliki hutang pada perusahaan tempatnya bekerja. Namun Seungri tidak tahu akan hal itu. Dia terkejut ketika pemilik perusahaan memintanya untuk melunasi hutangnya. Hanya saja Seungri tidak punya uang untuk mengembalikannya. Bagaimana...
