Laki-laki yang tengah berbadan dua ini baru saja keluar kamar mandi. Dia bangun lebih awal dari suaminya yang masih terlelap tidur. Dengan jubah tidurnya yang berjuntai, dia membuka tirai jendela kamar lebar-lebar hingga sinar matahari mengenai wajah tampan Jiyong.
"Uhmm ... tirainya tutup lagi, ahjumma. Silau," keluh Jiyong tanpa sadar.
Seungri berjalan santai ke tempat di mana suaminya menyembunyikan wajahnya di balik selimut. Berdiri tepat di sisi kasur Jiyong tidur.
"Hyung, bangun. Sudah pagi. Nanti kau terlambat ke kantor dan aku bukan ahjumma."
Dibukanya selimut itu dengan cepat begitu ingat jika dia tidaklah tidur sendiri lagi semalam. Menoleh ke belakang, melihat Seungri masih berdiri. Jiyong tersenyum.
"Pagi bee, mian aku pikir itu ahjumma."
"Apa ahjumma yang membangunkanmu tiap pagi?"
Jiyong membenarkan dirinya, duduk di kasur dan mengusap wajahnya pelan.
"Kemari bee, mendekat padaku."
Seungri menurutinya. Jiyong menariknya pelan dan menyuruh Seungri duduk di kasur.
"Tidak setiap pagi, bee. Hanya jika aku ada rapat, ahjumma kuminta untuk membangunkanku. Tapi sekarang ada kamu yang akan membangunkanku."
"Tidak perlu merayuku, hyung. Ayo bangun, anakmu lapar ingin makan."
Jiyong tersenyum lebar, "aigoo, appa lupa ada baby. Pagi sayang, tidak nakal di dalam sini?" Jiyong mengelus perut Seungri dengan gerakan memutar dan menciuminya.
"Sementara ini dia tidak nakal. Tidak tahu nanti. Ayo, appa bangun. Aku lapar," Seungri menarik-narik tangan Jiyong.
"Iya bee, aku bangun. Aku ke kamar mandi dulu ya."
Jiyong mengecup bibir Seungri, lalu beranjak dari kasurnya masuk ke kamar mandi. Sedangkan Seungri sibuk tersipu mendapat ciuman mendadak darj suaminya. Seungri masih belum terbiasa.
"Ayo bee, katanya mau sarapan. Kenapa masih duduk di sana? Kau melamun?"
Jiyong keluar kamar mandi dengan mengeringkan wajahnya dengan handuk kecil. Mendapati Seungri masih duduk di tepi kasur sambil melamun.
"Eh, iya."
Lamunannya buyar karena Jiyong, jadi Seungri turun dari kasur, merapikan jubah tidurnya yang belum dia ikat talinya. Mengekori Jiyong keluar kamar. Tapi langkahnya berhenti saat Jiyong juga berhenti tepat di depannya.
"Wae, hyung?"
"Ssttt, lihat itu."
Tunjuk Jiyong ke arah pintu kamar Yoon yang tidak tertutup rapat. Terlihat Seungyoon dan Seunghoon sedang berciuman. Seungri sudah akan maju dan memarahi kedua adiknya itu, tapi tangannya ditahan Jiyong.
"Biarkan saja, bee."
"Tapi hyung, mereka mau apa di kamar?"
"Kita lihat saja dulu, bee."
Seungri menuruti suaminya. Menyaksikan adegan demi adegan yang dilakukan Hoony dan Yoon di kamar. Sungguh Seungri gemas melihatnya, tangannya tanpa sadar meremas tangan Jiyong erat.
Hoony mulai membuka kancing piyama milik Yoon satu persatu, menciumi pundak Yoon yang tersingkap.
"Berhenti anak muda."
Jiyong masuk ke kamar Yoon tanpa mereka sadari, menjewer telinga Hoony dan menjauhkan wajahnya dari tubuh Yoon.
"Aku mengijinkanmu menginap di rumahku bukan berarti kau boleh melakukan itu dengannya."
KAMU SEDANG MEMBACA
This Love (📌 Complete)
RomansaAyah Seungri memiliki hutang pada perusahaan tempatnya bekerja. Namun Seungri tidak tahu akan hal itu. Dia terkejut ketika pemilik perusahaan memintanya untuk melunasi hutangnya. Hanya saja Seungri tidak punya uang untuk mengembalikannya. Bagaimana...
