Ayah Seungri memiliki hutang pada perusahaan tempatnya bekerja. Namun Seungri tidak tahu akan hal itu. Dia terkejut ketika pemilik perusahaan memintanya untuk melunasi hutangnya. Hanya saja Seungri tidak punya uang untuk mengembalikannya.
Bagaimana...
Banyak acara ngidam Seungri yang kadang bikin heboh keluarga Kwon. Dari yang dipegang Sehun, mempermasalahkan pakaian sekretaris Jiyong, Park ahjumma yang disuruh menyanyikan lagu Fantastic Baby dengan tariannya, bahkan Seungri sendiri ikut-ikutan menari, membuat Jiyong meneriaki seisi rumah dan berakhir dengan Seungri yang menangis. Berujung Jiyong yang diusir dari kamarnya sendiri. Tidur di luar sampai pagi.
Yoon dan Hoony tak luput dari kejahilan Seungri. Mereka diminta untuk berdandan seperti wanita. Hoony menolaknya dan berakhir dengan Jiyong yang memarahi Hoony karena telah membuat Seungri tidak mau makan. Tapi terkadang Yoon sangat disayang oleh Seungri. Saat Jiyong mengocehinya panjang lebar akan urusan kuliahnya, Seungri yang membungkam ocehan suaminya dengan mengatakan 'kau berisik hyung'. Hanya dengan kalimat seperti itu saja, Jiyong memilih untuk diam.
Sampai di usia kandungannya yang keempat bulan, keinginan anehnya mulai berkurang. Dia lebih banyak diam. Terkadang rasa nyeri pada tulang belakang yang dia rasakan pun tak pernah dia katakan pada suaminya. Jiyong sering kali mendapati Seungri yang meringis kesakitan saat duduk ataupun bangun tidur. Sang bayi pun terkadang bergerak aktif, Seungri yang mengusap perutnya pun kadang sia-sia. Mendengar suara Jiyong, anaknya baru bisa diam.
"Shhh ...," rintih Seungri seperti biasa.
"Sakit lagi, bee? Perut atau punggungmu?"
Jiyong memperhatikan Seungri yang bangun dari tidurnya.
"Punggungku, hyung. Anakmu sedang tidur sepertinya." Seungri mengusap bagian area pinggang belakangnya.
"Sebaiknya kau tidak perlu membuatkan sarapan."
"Kau suamiku, tanggung jawabku."
"Tapi pinggangmu sedang sakit, bee. Sebaiknya istirahat saja ya. Tidak boleh bantah aku!"
Seungri menghela napas. Suaminya paling tidak suka dibantah jika sudah berkehendak. Jadi pagi ini Seungri hanya duduk di kursi meja makan, bahkan kursinya harus disanggah bantal kecil agar Seungri merasa nyaman.
"Bagaimana kondisimu hyung?" tanya Yoon sambil mengolesi selai di atas rotinya.
"Masih sama," jawab Seungri.
"Makanya Jiyong hyung, kalau berhubungan jangan kasar-kasar. Pinggul Seungri hyung jadi sakit tuh," ejek Yoon.
"Yak!! Jangan sok tahu kau. Makan saja rotimu itu," pekik Jiyong.
"Kalian bisa tidak makan dengan tenang? Hyung, jangan teriak-teriak. Suaramu buat perutku sakit."
Seungri mengusap perutnya pelan, terdengar ada ringisan dari mulutnya. Anaknya memang tidak suka mendengar ayahnya bicara dengan nada tinggi. Seungyoon hanya senyum-senyum melihat Jiyong kena omel Seungri.
"Mian, appa tidak akan ulangi, eoh. Kau pasti kaget ya, baby."
Jiyong ikut mengelus perut Seungri dan berasa tendangan dari si kecil.
"Arghh, baby ... tenang ya sayang. Nanti appamu biar papa jewer. Lihat hyung, anakmu protes sama appanya nih."
Seungri meringis kesakitan ketika sang bayi menendangnya. Memang sepertinya sedang protes dengan Jiyong. Seungri menjewer telinga Jiyong. Baru ini Yoon melihat hyungnya tidak berdaya dan lemah.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.