Tap tap tap
"Pokoknya Minho tidak mau pakai itu, papa!"
"Kalau kau tidak mau pakai, lalu mau pakai yang mana?"
"Belikan yang baru."
Seungri menggantungkan sepatu anaknya yang berusia lima tahun itu pada peganganya. Raut wajahnya mulai berbeda. Sepertinya Minho salah waktu untuk merengek sepatu baru.
"Baik, kalau kau tidak mau pakai sepatumu. Ucapkan selamat tinggal pada sepatu Nike-mu ini dan yang ada di rak sepatu sana!" tunjuk Seungri.
Seungri berjalan hati-hati ke arah Park ahjumma si kepala pelayan. Minho memperhatikan papanya dengan bingung.
"Ahjumma, tolong ini dan sepatu Minho yang ada di sana dibuang saja. Dia sudah tidak membutuhkannya," perintah Seungri tidak main-main.
"Baik, Tuan besar."
Kepala pelayan di kediaman keluarga Kwon langsung menuruti perintah ibu negara di rumah ini alias Seungri. Minho yang melihat sepatunya sedang dibereskan Park ahjumma, langsung menghampiri sang papa.
"Papa, mau di ke manakan sepatuku?"
"Dibuang!"
"Hah? Jangan papa, sepatu Minho jangan dibuang."
Anak itu matanya sudah mulai merah, air matanya mulai menggenang di pelupuk matanya.
"Kau kan sudah tidak butuh untuk apa disimpan? Lebih baik papa buang!"
"Hiks hiks ... hueee papa jahat!"
Anak itu berlari ke sofa, menangis sejadi-jadinya. Tapi Seungri tak peduli. Dia memilih untuk ke dapur melihat menu sarapan apakah sudah siap. Si kepala rumah tangga akhirnya keluar dari peraduannya setelah mandinya.
Jiyong melihat suaminya sedang membawa piring berisi nasi goreng dan segelas susu untuk Minho. Dihampirinya Seungri tanpa menyadari anaknya menangis.
"Bee, aku sudah bilang jangan bawa yang berat-berat," protes Jiyong sambil mengambil piring dari tangan Seungri.
"Hyung, bawa piring itu tidak berat. Jangan berlebihan."
"Memang tidak berat, tapi bisakah kau tidak mengerjakan ini semua? Dia sudah empat bulan di sini."
Usai tangannya menaruh piring di atas meja. Jiyong mengelus perut Seungri pelan. Seungri menatap malas pada suaminya.
"Hyung, gara-gara siapa aku begini lagi?"
"Kita berdua."
"Isshh, tapi aku sudah bilang pakai pengaman. Kenapa tidak mau dengar, hah? Appa dan anak sama, susah diberitahu!"
"Tapi kau menikmatinya."
"I hate you."
"You love me, baby."
"Aku tidak."
"Kau iya."
"Tidak."
"Iya."
"Iya, aku menikmatinya karena kau yang memaksanya. Astaga hyung, demi dewa Zeus, kau mau berdebat hanya masalah ini?"
"Aigoo, baiklah aku yang salah. Minho di mana?"
"Baru sadar mencari anakmu? Lihat saja di ruang keluarga."
Jiyong pun pergi ke ruang keluarga, mencari putra semata wayangnya. Dia temukan anak itu sedang terisak di atas sofa.
"Aigoo, anak appa kenapa menangis?"
Dipangkunya Minho oleh Jiyong. Dia menyeka air mata anaknya yang sudah basah di wajah Minho dengan ibu jarinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
This Love (📌 Complete)
RomanceAyah Seungri memiliki hutang pada perusahaan tempatnya bekerja. Namun Seungri tidak tahu akan hal itu. Dia terkejut ketika pemilik perusahaan memintanya untuk melunasi hutangnya. Hanya saja Seungri tidak punya uang untuk mengembalikannya. Bagaimana...
