Quora, sebuah aplikasi tanya jawab yang mempertemukan seorang Anandya Winter dan Karina Asmaraloka. Kedua sosok asing yang bertemu dengan membawa lukanya masing-masing. Dan dengan berbagai permainan takdir, keduanya dipertemukan di bawah langit kota...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
/Pe•pang•gi•han/ ; dalam Bahasa Jawa Krama Inggil berarti Pertemuan. . . .
Hyunjae yang baru saja memasuki rumah seketika mengernyit heran tatkala matanya melihat Winter tengah tertidur pulas di atas sofa dengan ponsel yang berada di perut gadis tersebut. Pemuda bercelana training itu melangkah mendekat kearah adiknya, lalu berdecak.
"Bangun tidur bukannya mandi malah lanjut tidur. Gini amat nasib punya adek mageran, mau gue jual; ntar dimarahin Bunda."
Hyunjae memandang tubuh adiknya dengan malas, kedua tangannya bertengger di pinggang. Persis seperti adegan kakak kelas yang hendak melabrak adik kelasnya.
Hembusan napas berat ia keluarkan, matanya melirik jam dinding yang tengah menunjukkan pukul sepuluh lebih seperempat. Dan Winter sama sekali belum mandi, gadis itu malah melanjutkan tidurnya dari kamar berpindah ke ruang tamu. Mungkin jika Taeyeon melihat tingkahnya, wanita itu akan segera membangunkan Winter dan menyuruhnya untuk mandi.
Namun jika Hyunjae?
Pemuda berambut tebal itu menyeringai, dirinya melangkah pelan menuju kaki adiknya. Tangannya sudah berancang-ancang untuk menarik kaki mungil Winter, Hyunjae benar-benar bersemangat. Karena bagaimanapun dirinya sangat jarang mengerjai Winter. Gadis itu terlalu kaku untuk diajak bercanda, membuat Hyunjae malas mengerjai.
Tetapi untuk kali ini, biarkan Hyunjae beraksi jahil. Pemuda itu tidak peduli jika nantinya Winter akan marah, senyuman licik terlihat jelas terpatri di bibir merah mudanya.
"Satu... dua... tig-!"
Ting! Ting!
Hyunjae melebarkan kedua matanya dengan detak jantung yang berdebar dua kali lebih cepat. Tangannya memegang dadanya sendiri, merasakan organ jantungnya benar-benar terasa hendak keluar.
Pemuda itu segera merampas ponsel milik Winter yang berdenting menandakan ada panggilan, rasanya Hyunjae ingin mengumpat. Rencana jahilnya gagal, dengan perasaan yang masih kesal dirinya menjawab panggilan tersebut tanpa membaca nama kontak.
Alis Hyunjae mengernyit dalam, tetapi beberapa sekon kemudian matanya melebar. Pemuda itu segera menatap layar ponsel Winter dengan wajah kagetnya.
"Karina Asmaraloka?" Gumamnya lirih, sebisa mungkin Hyunjae tidak bereaksi berlebihan karena tak ingin Winter terbangun.
"Ini Hyunjae, ada masalah apa lo nelpon adek gue?"