Quora, sebuah aplikasi tanya jawab yang mempertemukan seorang Anandya Winter dan Karina Asmaraloka. Kedua sosok asing yang bertemu dengan membawa lukanya masing-masing. Dan dengan berbagai permainan takdir, keduanya dipertemukan di bawah langit kota...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Winter menyantap sarapannya tanpa selera, kunyahannya pun sangat lambat seperti tidak mempunyai tenaga. Gadis itu menatap seseorang yang tengah mengunyah nasi goreng buatan bundanya dengan begitu lahap. Seperti sudah berhari-hari tidak makan.
"Rakus amat, gak makan berapa hari?" Tanya Winter setelah berhasil menelan nasi dari dalam mulut, yang ditanya tersenyum sembari mengusap bibirnya yang sedikit berminyak menggunakan tisu. "Masakan Tante Taeyeon enak, Win."
Bomin kembali memasukkan sesendok nasi goreng kedalam mulutnya, hanya melihat Bomin makan sudah membuat Winter kenyang. Dirinya lebih memilih meneguk air putih di hadapannya tanpa berniat untuk menghabiskan nasi yang masih tersisa diatas piring.
Ruang makan rumahnya tampak hening pada pagi hari ini. Hyunjae sedang berada di dalam kamar mandi, sedangkan bundanya tengah sibuk memberi makan anjing kesayangannya yang di beri nama Zero.
Terkadang Winter merasa iri dengan Zero, bundanya seperti lebih menyayangi anjing berbulu abu-abu itu daripada dirinya. Winter jadi kesal.
"Minggu depan mau ikut ke pantai, gak?" Dengan tolehan pelan Winter menatap kearah Bomin yang telah selesai dengan kegiatan 'numpang sarapannya'.
"Sama kamu?" Bomin mengangguk dua kali. Sebenarnya tidak bertanya pun, Bomin sudah tau jawaban yang akan Winter berikan.
"Gak deh makasih. Aku lebih nyaman di rumah."
Bahu pemuda bermata sipit itu seketika menurun. Tatapannya menyiratkan rasa kecewa, tetapi sosok gadis yang berada di depan matanya tampak tidak merasa bersalah sama sekali. Malah lebih memilih berdiri dan mengambil ponsel miliknya sendiri yang berada di atas kulkas, setelahnya kembali terduduk si hadapan Bomin yang masih memandang Winter dengan nestapa.
Sedangkan di sisi lain, Winter menyalakan data selulernya dengan santai. Mengabaikan kehadiran Bomin di depannya, toh pemuda itu sudah sering ia abaikan. Dan... Bomin tidak pernah protes.
Jantung Winter terasa berhenti berdetak ketika melihat notifikasi dari aplikasi Quora.
Kalian ingat tentang komentar yang kemarin Winter kirim pada jawaban Karina? Dan hari ini, Karina membalas komentar Winter!
Dengan tangan yang sedikit bergetar akibat rasa antusias yang terlalu tinggi, Winter membuka aplikasi berwarna merah itu dengan cekatan.
Senyumnya terbit ketika melihat jawaban dari Karina yang seperti biasa; terkesan sederhana dengan diksi yang membuat Winter nyaman.
Anandya Winter Gau
Saya bingung mau bereaksi seperti apa saking kagumnya, becoming a volunteer figure is not an easy profession and requires struggle and sincerity. And you can do that. Semoga Tuhan membalas kebaikan kamu lebih dari apa yang telah kamu lakukan. Dan tetap semangat! Sampaikan salam saya buat anak-anak di Simsagar:))) ⬇ Karina Asmaraloka