Ngakêni

8K 1.3K 519
                                        

/Nga•Kêni/ ; dalam Bahasa Jawa Krama Inggil berarti mengakui

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

/Nga•Kêni/ ; dalam Bahasa Jawa Krama Inggil berarti mengakui.
.
.
.





Dengan langkah yang terburu-buru; Winter menuruni tangga dari kamar menuju ruang tamu sembari memakai dasi berwarna abu-abu sekolahnya. Gadis itu terlambat bangun karena semalam dirinya tak bisa tidur gara-gara memikirkan Karina.

"Mas Hyunjae, Wint--" bibir Winter langsung terkatup tatkala matanya mendapati empat orang yang tengah duduk bersebrangan di ruang tamu rumahnya. Secara otomatis atensi keempat orang tersebut jatuh pada gadis berseragam rapi yang masih berdiri di tangga dengan kaku.

Tatapan kebingungan jelas Winter perlihatkan, satu alisnya terangkat kearah Taeyeon yang tengah memandangnya dengan sorot yang sulit dijelaskan. Ada apa?

Lalu setelahnya, jantung Winter seperti berhenti berdetak ketika seorang gadis berdiri dari posisi duduk dan kini tengah menatapnya dalam. "Hari ini Mbak anterin, ya?" Gadis itu berujar dengan tatapan teduh.

Apalagi ini?

"Saya udah bilang, hari ini Winter mau berangkat sama saya!" Bomin menyela dengan nada tegas, urat-urat di leher pemuda itu sampai terlihat jelas.

Empat orang yang sukses membuat Winter terdiam adalah Taeyeon, Hyunjae, Bomin, dan... Yiyang.

Winter mengeraskan rahangnya, berani sekali Yiyang menapaki rumahnya setelah gadis itu pernah membuat Taeyeon dan Hyunjae kecewa dengan kehadirannya yang membuat Winter terpuruk. Bukannya kemarin ia sudah meminta Yiyang untuk tidak menemuinya lagi?

Dan lihatlah tatapan mata Taeyeon dan Hyunjae saat ini, kedua orang tersebut memandang Yiyang dengan tatapan tak suka.

"Untuk hari ini; Winter berangkat sekolah sama Bomin. Buat Nak Yiyang, saya harap kamu jangan deketin anak saya lagi. Maaf kalo terkesan kasar dan kurang sopan, tapi saya bener-bener minta sama kamu buat jaga jarak sama Winter. Walaupun kita tetangga, tapi jaga jarak juga perlu, kan? Apalagi setelah kamu ninggalin anak saya dan baru kali ini datang kerumah setelah dua tahun pergi."

Netra Yiyang membulat, gadis itu hendak mengajukan protes kearah Taeyeon; tetapi wanita paruh baya itu terlebih dahulu menunjuk wajahnya untuk tetap diam. "Bomin, tolong naik motornya jangan kenceng-kenceng, ya...."

Pemuda berambut tebal yang diajak berbicara dengan Taeyeon langsung tersenyum penuh kemenangan, "Tenang aja, Tan. Bomin bakal hati-hati, yaudah kita berangkat, ya!"

Mendapatkan anggukkan dari Taeyeon, Bomin segera menarik tangan Winter untuk keluar menuju pintu tanpa menatap wajah Yiyang yang tampak sendu. Sedangkan Winter tampak kaku ketika tubuhnya diseret paksa oleh Bomin, pikirannya masih saja terarah pada Yiyang yang tengah memandangnya dengan tatapan yang aneh. Winter tidak tahu apa arti tatapan itu.

"Gue kira lo udah pindah ke Venus, ternyata masih di Bumi. Mau ngapain lagi lo kesini?" Hyunjae dengan setelan jas kantor seperti biasanya mencemooh kearah Yiyang yang berdiri kaku di depan tubuh mungil ibunya.

Quora [Completed]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang