Bill membuka matanya perlahan, sinar matahari masuk melalui celah gorden kamarnya, dia merasakan sebuah tangan besar melingkar di pinggangnya,
hangat dan nyaman sekali, "ngh...." desah Bill merasakan sakit di sekujur tubuhnya, dia perlahan duduk lalu melihat Alex tertidur di sampingnya,
pipi Bill bersemu merah, tuannya bersama dia, 'bibir tuan indah sekali' batin Bill, Bill sangat ingin mengecup bibir Alex,
dia perlahan mendekatkan wajahnya ke wajah Alex, lalu secepat kilat mengecup bibirnya, wajah Bill memerah, dia sangat senang dan malu di saat yang bersamaan,
Bill turun dari kasur lalu berjalan ke kamar mandi perlahan, Alex yang sebenarnya sudah bangun beberapa saat yang lalu senyum-senyum sendiri,
pipi Alex sedikit memerah karena tahu Bill mengecupnya,
hari ini adalah hari ulang tahun Bill, Bill sedang duduk di taman mansion Alex, dan Alex sudah pergi kerja dari tadi pagi,
"ayah....ibu....kalian apa kabar..... apa kalian sehat? hari ini ulang tahunku yang ke 18, aku sudah dewasa sekarang, jadi ayah dan ibu tak perlu khawatir lagi pada ku",
gumam Bill pelan sambil menikmati angin musim panas, "tuan Bill....saatnya makan siang~" panggil salah seorang pelayan, "baiklah" jawab Bill,
Bill memasuki mansion, lalu menikmati makan siangnya dengan lahap, setelah itu dia belajar beberapa jam , " permisi tuan Bill, apa belajarnya sudah siap?" ujar salah seorang pelayan di depan kamar Bill,
"ah...iya....ada apa?" tanya Bill sambil membuka pintu, "apakah tuan keberatan jika saya meminta tolong membelikan ini? kami semua sekaranh sedang sibuk" jawab pelayan itu menyodorkan kertas,
"ah tak masalah...um apa boleh membawa Jack? aku ingin jalan kaki" ujar Bill, "tak masalah tuan, kami akan menyiapkan Jack, tuan ganti pakaian saja dulu, saya permisi" jawab Pelayan itu,
"baik!" Bill langsung mengganti pakaiannya dan turun kelantai satu, "ayo Jack" Bill menarik rantai Jack dan mulai berjalan, dia menikmati suasana sore hari,
terkadang ada anak-anak yang berhenti untuk mengelus-elus Jack, "baiklah ayo Jack kita mulai belanja" ujar Bill dan dibalas gongongan kecil oleh Jack,
setelah dia berbelanja dia pun berjalan pulang, tak terasa sore hampir berganti malam,
Bill masuk kedalam mansion, keadaan mansion benar-benar sepi, bahkan ruang utama sangat gelap, Bill terus berjalan dengan perlahan, "n-nanny adam?", "halo? kalian dimana semua?" ujar Bill takut-takut,
tubuh Bill gemetaran, dia berjalan sangat pelan dan hati-hati, 'bruk' dia mendengar suara benda jatuh di belakangnya, dia tersentak kaget, "s-siapa disana?" ujarnya,
dia mendekati sumber suara, tiba-tiba seluruh ruangan menjadi terang dan, "Kejutan!!" ujar orang beramai-ramai, semua pelayan berkumpul di ruang utama mengucapkan kejutan ke Bill, Alex bahkan ada disana,
wajah Bill pucat, "n....aah~" Bill terjatuh ditempat sambil tertawa masam, "a-aku takut sekali tadi hehe....." ujar Bill sedikit gemetar, para pelayan tertawa kecil,
Alex menghampirinya lalu menarik tangan Bill, "t-tuan...." pipi Bill bersemu merah, Alex sangat tampan malam ini, dan baunya sangat maskulin, 'w-wah....tuan sangat tampan, apakah dia melakukannya untuk ku?' batin Bill,
"selamat ulang tahun" ujar Alex dingin dan singkat lalu mengecup kepala Bill, para pelayan di ruangan itu kaget dan wajah mereka memerah,
'wa! gila!', 'luar biasa tuan Bill', 'ini tak disangka', 'aku iri sekali waa', batin beberapa pelayan disana, wajah Bill paling merah, wajahnya memerah sampai leher, Alex melihatnya lalu tersenyum kecil,
dia mengangkat wajah Bill lalu melumatnya lembut di depan semua orang, Bill sangat kaget dan para pelayan menyaksikannya dengan wajah memerah,
mereka langsung memalingkan wajah, "ekhem.." terdengar suara nanny Adam batuk palsu, "m-mari kita potong kue" ujarnya, kue stroberi dengan lapisan putih masuk kedalam ruangan,
mata Bill berbinar-binar, buah favoritnya adalah kuenya, 19 lilin medekorasi kue tersebut, merekapun memulai acara tersebut,
Alex bisa melihat ekspresi Bill sangat senang, sudut bibirnya terangkat , "nampaknya belakangan ini tuan senang" ujar seorang wanita tua tak lain nanny Adam,
Alex menoleh dan sedikit tersipu, "benarkah?" jawab Alex sambil melihat ke arah Bill lagi, "jika tuan senang saya ikut senang, sebaiknya tuan jangan terlalu banyak pikiran dan mulai menikmati waktu tuan" ujar nanny Adam lagi,
Alex meneguk wine nya, "baiklah nanny" jawab Alex lalu tersenyum lagi,
.
.
.
.
.
pesta kecil itu masih berlangsung sampai tengah malam, "t-tuan...saya ingin permisi sebentar" ujar Bill ke Alex yang sedang berbaring di sofa,
"kau ingin kemana?" tanya Alex, "t-toilet" jawab Bill, "ah..oke" Alex melanjutkan acara berbaringnya,
pelayan sedang bersih-bersih dan semua orang tampak sibuk, tiba-tiba ada suara ketukan pintu, nanny Adam keluar untuk mengeceknya,
"siapa tengah malam begini datang?" gumamnya, "awas! aku mau masuk!" terdengar suara wanita dari luar, Alice memaksa ingin masuk, tapi di tahan oleh nanny Adam,
"kau tak boleh masuk! tuan juga sudah melarangmu untuk datang!" marah nanny Adam, "awas! aku tak peduli!!" Alice mendorong nanny Adam hingga terjatuh,
"ah!" terdengar teriakan dari pintu, Alex yang penasaran datang mengecek, "Alice! apa-apaan kau?!" marah Alex, dia menghampiri nanny Adam yang terjatuh,
tangannya terkilir, "kau gila?! wanita tua tak bersalah kau sakiti seperti ini ha?!" marah Alex, "tidak! dia pura-pura aku bersumpah!" jawab Alice,
Alex tak peduli dengan jawaban Alice dan memanggil penjaga, "seret dia keluar! aku tak ingin melihat wajahnya lagi!" perintah Alex,
"aa! lepaskan!! sialan! aku tidak akan diam!!" berontak Alice, dia akhirnya di antar pulang oleh supir Alex,
Bill baru saja kembali, dia terkejut karena semua orang berada di depan pintu, "ung....t-tuan sedang apa?" tanya Bill menghampiri, Alex terkejut,
"ah...tidak ada...tadi ada sapi lepas" ujar Alex berjalan ke arah Bill, "sapi?", "sudah. ayo tidur sekarang sudah malam" Alex melingkarkan tangannya di pinggang Bill lalu menuntunnya ke kamar,
para pelayan tertawa kecil melihat kemesraan tuan mereka, mereka semua pun masuk ke dalam mansion dan bersiap-siap untuk istirahat,
"ah... tuan....saya hari ini tidak melihat Jack" ujar Bill sambil mengganti piayamnya, "dia di vet, sedang perawatan" jawab Alex dingin,
Bill berjalan ke arah kasur, tapi dia ragu untuk naik karena tuannya sedang membaca buku hanya menggunakam bathrobe, dada kekarnya terekspos,
membuat pipi Bill bersemu merah, "apa yang kau lihat? kemari" ujar Alex, Bill perlahan naik ke kasur, lalu berbaring di samping Alex,
dia menarik selimut dan menutupi seluruh tubuhnya, Alex bingung, "apa yang kau lakukan?" Alex meletakan bukunya di atas meja lalu memeluk Bill dari atas,
"t-tuan....sesakk" rengek Bill mengencangkan cengkramanya di selimut, sudut bibir Alex terangkat, Alex tiba-tiba menyentuh bagian bawah Bill,
dia bisa merasakan junior Bill mengeras, "hooo.....sejak kapan kau menjadi mesum seperti ini hm?" goda Alex, "t-tidak..t-tuan salah sangka-" sangkal Bill,
Alex menarik selimut Bill, wajah Bill merah sampai ke leher, raut wajahnya sangat menggoda Alex dengan baju yang sedikit terangkat menunjukkan perut ratanya,
"nn.....t-tuan saya tidak-", "hah...ayo olahraga sebentar hm?" ujar Alex seduktif, wajah Bill makin merah, "ng....tuan, maafkan saya aaaa!" teriak Bill, mereka pun berolahraga beronde-ronde sampai pagi ^^,
maafkan thor lama up, thor lagi sibuk belakangan ini :'D thor usahain cepet up yah :)
jangan lupa vote❤ coz I highly apreciate it!
bersambung........
YOU ARE READING
My Pet [Dropped For A While]
Romance"kau milikku, hidupmu di genggamanku, setiap inci dirimu hanya aku yang boleh melihatnya, tak ada yang boleh menyentuhmu kecuali diriku" Alex Ford adalah seorang CEO dari perusahaan ternama dan termaju di Amerika FOUR corp, kehidupannya di kelilingi...
![My Pet [Dropped For A While]](https://img.wattpad.com/cover/235340986-64-k361100.jpg)