In a bad rainy day. You take all the worries away.
-----
Rosé melambai saat melihat sosok Beomgyu kini berjalan ke arahnya. Beomgyu tidak membalas, hanya mendekati Rosé sambil tersenyum tipis.
"Kenapa kau baru datang?" tanya Rosé. Dia mengikuti Beomgyu masuk ke dalam kelasnya.
"Aku bangun kesiangan. Sepertinya terlalu lelah karena mengajarimu bersepada kemarin." ujar Beomgyu yang sudah berada di bangkunya.
Rosé hanya ber-oh ria. Dia duduk di bangku sebelah Beomgyu kemudian mengeluarkan sebuah amplop dari tasnya. "Hasil foto kemarin." ucapnya.
Beomgyu membuka amplop tersebut. Ada banyak foto di dalamnya. Hasil bidikan Rosé saat mereka bersama kemarin. Foto wajahnya saat terkena krim kue dan bersepeda juga ada. Beomgyu menarik sudut bibirnya membentuk senyuman kecil ketika melihat satu per satu foto tersebut. Dia ingat Rosé memang mendekati kameranya. Ternyata untuk mengabadikan kegiatan mereka.
"Aku kemarin merekam video kita saat bersama. Mau lihat?" tawar Rosé semangat.
Beomgyu mengangguk cepat. Segera Rosé membuka kameranya dan memutar video hasil rekamannya. Beberapa kali Beomgyu protes pada Rosé. Tak terima dengan rekaman yang menunjukkan kalau dirinya juga ternyata mudah marah saat mengajari Rosé bersepeda.
Rosé tertawa renyah. "Jarang sekali ada orang lain bisa melihatmu begini. Rekaman ini akan kusimpan baik-baik."
"Ya!" Beomgyu menatap Rosé dengan ekspresi protes sekaligus tersinggung.
Rosé terkekeh kecil. "Kemarin benar-benar tidak terlupakan. Terima kasih." bisiknya.
"Ini kau simpan di dompetmu." Rosé menyerahkan sebuah foto berukuran 4x6 cm pada Beomgyu.
Beomgyu menyambutnya. "Apa ini? Tidak mau." protesnya. Di foto itu dirinya tampak terkejut saat Rosé mencolekan krim kue ke wajahnya.
"Kau lucu di situ." Rosé tersenyum lebar sambil mengeluarkan dompetnya.
"Lihat! Aku juga menyimpan foto yang sama." ujarnya. Tangannya memegang foto yang dia maksud.
Beomgyu melirik sekilas foto di tangan Rosé sebelum matanya menangkap foto lain di dompet gadis itu. Seakan waktu berhenti begitu saja ketika Beomgyu melihat sosok gadis kecil berkucir kuda yang terlihat tersenyum begitu lebar menghadap kamera. Tangannya terulur mengambil dompet Rosé yang berada di pangkuannya. Mulutnya seakan membisu. Matanya tidak lepas pandang dari foto yang ada di tangannya.
Rosé mengerutkan dahinya. Melihat Beomgyu tiba-tiba mengambil dompetnya dan menatap fotonya dengan intens seperti itu membuatnya bingung.
"Itu fotoku waktu aku masih duduk di sekolah dasar." ucapnya membuat Beomgyu beralih menatap ke arahnya.
"Kenapa? Apa pipiku terlalu tembem di situ? Kata teman-temanku dulu pipiku memang seperti bakpao." lanjutnya sambil menekan-nekan pipinya sendiri.
Beomgyu masih diam. Memperhatikan Rosé dengan tatapan yang sulit di artikan, namun terselip rasa rindu di matanya.
"Kenapa?" tanya Rosé.
KAMU SEDANG MEMBACA
You Will Know How Much I Like You (Completed)
SonstigesCerita tentang Rosé yang tergila-gila pada juniornya di sekolah. Junior yang dingin serta tidak memiliki banyak ekspresi, namun mampu membuat hidup Rosé memiliki banyak warna. Berhenti menjadi penguntitku, sunbae. Itu membuatku risih. - Beomgyu I l...
