I loved you for so long, sometimes it's hard to bear. But after all this time, I hope you wait and see.
-------
"Aku ingin menjadi jaket favoritmu, agar selalu bisa berada di dekatmu. Bukan sebagai seseorang yang kau anggap penguntit seperti sekarang ini, tetapi sebagai seseorang yang kau sukai."
----
"Aku sangat menyukaimu. Kau bahkan tahu aku selalu mengikutimu kemanapun kau pergi."
Beomgyu masih tidak bereaksi apapun, ia masih menunggu kalimat selanjutnya yang akan di katakan gadis itu. Mata dinginnya masih setia memandang wajah gadis berpipi tembem di depannya.
"Aku bahkan terkadang tidak bisa menahan perasaanku sendiri, aku selalu ingin menyerah setiap kali mendapat perlakuan dingin darimu. Tapi aku tidak bisa, hatiku selalu membawa langkah kakiku untuk mendekatimu."
Beomgyu masih diam, dia mendapati perubahan di mimik wajah Rosé, ada sorot kesedihan di mata gadis itu.
Rosé diam selama beberapa detik, menggigit pipi bagian dalamnya dan menghela nafas panjang sebelum melanjutkan kembali kalimatnya
"Jadi tidak bisakah kau mencoba untuk menatapku dengan perasaan suka? Tidak masalah jika bukan rasa suka sebagai seorang wanita." Rosé menatap dalam mata Beomgyu, walaupun mata itu terlihat dingin tetapi itu tidak bisa membekukan perasaan Rosé terhadap Beomgyu.
"Aku tidak akan memintamu untuk membuka hati padaku, biarkan hatimu terbuka dengan sendirinya tanpa aku minta. Kalau pun nanti memang kau tidak bisa membalas perasaanku, tidak apa. Tapi setidaknya aku tidak lagi mendapat tatapan dingin serta nada ketus darimu." Rosé menarik nafas dalam dalam sebelum melanjutkan kalimatnya yang masih tertahan.
"Kau bisa menganggapku sebagai temanmu." Rosé menggigit bibir bawahnya, kalimatnya tadi sangat tidak sinkron dengan hatinya.
Mulut Beomgyu terbuka, ia ingin mengatakan sesuatu tetapi kalimat itu seakan tercekat di tenggorakannya. Hingga akhirnya dia memilih untuk kembali menutup rapat rapat mulutnya ketika ada mobil sedan hitam berhenti disamping Rosé.
"Pak Han sudah datang, aku pulang dulu Beomgyu-ssi." Rosé memberikan senyuman kecil pada Beomgyu sebelum ia masuk ke dalam mobilnya.
Beomgyu memperhatikan mobil yang membawa Rosé menjauh darinya, dia mengacak rambutnya frustasi. Ada sesuatu yang mengganggu hatinya ketika ia mengingat kembali kalimat terakhir yang di ucapkan Rosé.
--------
"Good morning, girls." Seperti biasa Rosé menyapa kedua sahabatnya yang sudah lebih dulu tiba di sekolah, selalu mereka bertiga yang paling awal tiba di sekolah. Bukan karena mereka rajin, tetapi mereka suka menghabiskan waktu mereka sebelum bel masuk dengan bergosip ria atau untuk menyalin tugas yang belum di kerjakan.
"Good morning." Lisa dan Jennie bersamaan menjawab sapaan dari Rosé.
"Ada gosip terbaru apa?" Rosé menaruh tasnya di atas mejanya sebelum mendudukkan diri di samping Jennie.
"Katanya akan ada murid baru di kelas 10-IPA 1." Lisa menjawab pertanyaan Rosé dengan mulutnya yang penuh dengan cemilan yang ia beli di kantin sebelum ke kelas tadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
You Will Know How Much I Like You (Completed)
RandomCerita tentang Rosé yang tergila-gila pada juniornya di sekolah. Junior yang dingin serta tidak memiliki banyak ekspresi, namun mampu membuat hidup Rosé memiliki banyak warna. Berhenti menjadi penguntitku, sunbae. Itu membuatku risih. - Beomgyu I l...
