Incident.

599 114 36
                                        

Always and forever I know I can’t quit you. Coz baby you’re the one, I don’t know how.

-------

Rosé menatap pantulan dirinya di cermin, wajahnya tampak kusut tidak bersemangat. Ia sebenarnya tidak ingin mengiyakan ajakan Jimin, tapi entah dari mana datangnya angin yang membuat Rosé menerima ajakan laki-laki itu. Dengan malas ia memoles wajahnya dengan bedak dengan tipis lalu kemudian mengoleskan lipbalm di bibirnya.

Ting!

Rosé menghela nafas pelan mendengar notifikasi pesan dari ponselnya, dia bisa menebak dari siapa pesan itu. Lagi lagi dengan gerakan malas Rosé mengambil ponselnya yang berada di sisi kiri meja rias nya.

Jimin
Aku sudah berada di depan rumahmu.


Baiklah, tunggu.

Read.

Setelah membalas pesan Jimin, Rosé segera merapikan rambutnya kemudian melangkah keluar kamarnya dan menurunin anak tangga rumahnya. Ibu dan Ayah Rosé yang tengah bersantai di ruang tengah menatap anak gadisnya yang terlihat sudah memakai pakaian rapi dan akan beranjak keluar rumah.

"Rosé kau mau kemana?"

Mendengar suara ibu nya membuat Rosé menghentikan langkahnya dan menatap kedua orang tuanya.

"Aku akan keluar sebentar, eomma, appa. Temanku sudah menunggu di depan. Aku pergi dulu."

Tanpa menunggu jawaban dari ibu atau ayahnya, Rosé kembali melangkah pergi keluar rumahnya.

Jimin tersenyum lebar tatkala melihat Rosé yang berjalan mendekatinya, merasa takjub dengan penampilan Rosé malam ini, gadis itu benar-benar terlihat seperti bidadari menurutnya. Dress hitam sepaha dan rambut blondenya yang digerai indah  membuat Rosé terkesan lebih anggun.

"Jimin-ssi, sudah lama menunggu?" Rosé bertanya kepada Jimin yang masih diam menatap Rosé mulai bawah hingga atas

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Jimin-ssi, sudah lama menunggu?" Rosé bertanya kepada Jimin yang masih diam menatap Rosé mulai bawah hingga atas.

"Jimin-ssi." Panggil Rosé lagi sembari menyenggol pelan lengan laki-laki itu.

"Eoh? Oh iya, tidak terlalu lama. Ayo masuk." Jimin tersenyum simpul kemudian membuka pintu mobilnya untuk Rosé.

"Terimakasih."

Jimin menutup pintu mobilnya perlahan setelah Rosé masuk dan duduk di mobilnya. Ia kemudian sedikit berlari kecil ke sisi kanan mobilnya.

Setelah masuk ke dalam mobilnya dan duduk di sebelah Rosé, laki-laki itu menjalankan mobilnya meninggalkan kediaman Rosé.

You Will Know How Much I Like You (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang