Waktu terus berjalan, bumi masih berputar pada porosnya, matahari masih senantiasa terbit dari arah timur. Kak chanyeol dan jisung masih setia mengganggu jam-jam berharganya, ibu dan ayahnya masih setia menyayanginya. Lisa dan sahabatnya masih berada di sampingnya, walau pun tak lengkap tanpa kehadiran jaehyun.
Tapi di sinilah anne, hatinya masih setia berpatok pada satu orang yang sampai kapan pun tak akan mungkin bisa ia gapai.
Kim doyoung.
Kalimat yang ia tujukan pada anne berbulan-bulan yang lalu benar-benar menamparnya, tidak usah terlalu dibawa perasaan katanya. Namun siapa yang bisa menggurui hati, pemiliknya pun tak bisa mengendalikannya apalagi orang lain. Dari mulai ia menanggapi ucapan yang hampir sebagian besar kalimat tak berguna, dari mulai ia menatap anne dengan sorot matanya, dari mulai ia memberi perhatian kecil padanya tak bisa menahan rasa dalam hati anne tumbuh begitu cepat.
Anne tak pernah menyesali pertemuannya dengan doyoung, tidak sama sekali. Hanya saja rasa itu sulit ia hilangkan. Ia benci saat sesuatu mengingatkan dirinya pada kenangan akan doyoung, anne benci saat dirinya terlalu keras memikirkannya hingga larut malam mengganggu jam tidurnya. Ia sudah sangat muak namun itu sudah menjadi kebiasaannya sejak saat itu.
Luar biasa, ia hanya mengalami jatuh cinta satu kali selama masa putih abunya. Ratusan murid di sana tampak buram untuk anne kenali, untuk anne pandang, karena hanya ada satu. Hanya satu.
"kebiasaan barunya jelek ya bund" ucap seseorang yang baru saja duduk di samping kursi yang berada di balkon kamar anne.
"ngapain?" tanya anne
"temenin ade gue, kenapa gak boleh?! Nih gue bikinin susu" ia menyodorkan satu gelas penuh susu.
"so sweet banget kakak gue ini, thank u kak!"
"duduk di sini tengah malem mikirin apa sih de? Kenapa gak jam tujuh atau delapan aja gitu kalo mau mikir, gak serem apa?"
"gak tau, enak aja mikir pas orang-orang udah berkelana di alam mimpi. Udah lama juga gue gak mimpi kak"
"orang lo jarang tidur anne, jangan gini lah. Gue gak tau apa masalah yang lagi lo hadapi sampe menimbulkan kebiasaan buruk gini. Tapi jangan siksa tubuh lo, tubuh lo juga perlu istirahat."
"ternyata bukan karena nama ya kak, emang nasib gue aja yang kurang bagus dalam masalah percintaan"
"siapa yang berani bikin adik gue sedih kayak gini, kasih tau gue" ujar chanyeol dengan tangan yang ia ulurkan menghapus airmata yang turun dari matanya.
"ah ada lo sih, biasanya kalo gue sendirian di sini tuh gak nangis. Karena ada lo gue jadi nangis"
"jangan pendem sesuatu sendirian kayak gini gue gak suka, de"
"saat itu juga malem gini kak. Dia telepon gue, dia seolah tau apa yang gue butuhin tapi ternyata itu kali terakhir dia telepon gue. Di sini, di jam ini tuh makanya gue di sini siapa tau dia tau yang gue butuhin itu dia, terus dia bakal telepon gue jelasin apa yang malam itu terjadi. Ah males banget gue galau gini gara-gara cowo doang" selesai anne berbicara ia terkekeh dan kembali menegak susu miliknya.
"daripada lo terus-terusan kayak gini, lo seharusnya tanya alasan dia menghilang itu kenapa, jangan malah siksa diri sendiri hanya karena memikirkan orang lain"
"udah, tapi dia gak mau jawab, kak. Yaudah, percuma juga mau segimana pun gue bertanya kalo gak mendapat jawaban buat apa"
"mungkin belum, mungkin juga dia emang gak mau menjelaskannya sama lo. Gue tau lo udah dewasa, lo pasti tau gimana cara menyikapi permasalahan lo. Tapi saat lo udah gak bisa tanganin sendiri, lo harus inget masih ada gue. Gue gak bakal biarin ade kesayangan gue terus-terusan menjadikan orang lain sebagai beban buat dirinya sendiri, gak sedikit pun."
Anne tersenyum dan menganggukkan kepalanya, anne tau ia tak mungkin sendiri. Masih banyak orang-orang yang jelas menyayanginya.
"yaudah tidur yuk, gue ngantuk tapi gue gak mau tidur kalo lo belum tidur. Gak bisa di ganggu gugat, tidur atau gue aduin ibu sama ayah biar lo dimarahin" ancam chanyeol yang mendapat tatapan tajam dari adiknya.
"iyaa ayok kak ayok dasar tukang ngadu"
"ngadu untuk kebaikan gak salah dongg, asalkan gak ngadu hal sepele kayak jisung permen karetnya gue minta satu aja ngadu sama ibu, rese", anne tertawa mendengar pengakuan chanyeol tentang jisung.
"yaudah sana keluar, good night kak!" usir anne
"dasar tukang ngusirrr, good night anne semangat terus pantang mundur semangattttt 45"
Anne memandang bahu chanyeol yang semakin jauh dan tak terlihat ketika melewati pintu kamar dan menutupnya dengan rapat. Setelah berbicara pada chanyeol mengenai perasaannya, moodnya seketika membaik seolah bebannya telah terangkat meskipun hanya sedikit. Tapi saat anne akan memejamkan matanya, ponselnya berbunyi
Kak doyoung
An
Sunday, february 7 2021
KAMU SEDANG MEMBACA
How τo get you ✔
FanfictionCompleted, 2021 ©Isnaa_nisaa -ft doyoung rose Akankah roseanne berhasil mendapatkan doyoung dan memperbaiki kisah percintaannya? Start: 17 juli 2020🌙 End: 19 februari 2021🌖
