Lscenario

155 17 0
                                    

****

Tepat setelah 2 bulan, waktu yang dibutuhkan jennie untuk sembuh total.namun jennie masih suka sedikit mengeluh pada bagian kaki nya. Rupanya efek cedera saat di jepang benar benar membekas sampai sekarang.

Hari ini tidak ada jadwal apapun untuk Blackpink, bahkan 3 hari kedepan. Mereka hanya sibuk berdiam diri di dorm. Dengan jisoo yang bermain game, rose yang menonton tv, jennie yang bermain dengan dalgom dan kuma, dan lisa yang tidur dikamarnya.

"Kurasa lisa benar-benar pingsan unnie", -celetuk rose pada kedua unnie nya.

Jennie menoleh "dia begadang semalam marathon drama terbarunya" lalu kembali bermain dengan kuma.

"Unnie kurasa dalgom menyukai kuma" -celetuk rose dengan random nya.

Mata jisoo dan jennie melebar "enak saja. Kau mau doggie kita lupa gen rosie?? Mereka berdua itu jantan astaga"

Rose hanya menyengir kuda.

Tingtooongg

"Pasti bukan manager unnie/oppa" -ucap rosie diangguki kedua unnie nya.

"Aku akan membuka nya"

Mata jennie membulat "donghyuk...??

"Iya noona.. emm.. boleh aku bertemu lisa?"

Jennie mengangguk, "tapi lisa sedang tidur. Tapi sebelum itu,,, bisa kau ceritakan padaku, kenapa kau dan lisa bisa berpisah?"

Donghyuk terdiam lalu menyenderkan tubuhnya pada kursi bercat pink itu

"Ibuku, tidak menyukai lisa, ibuku melarangku berhubungan dengan gadis yang bukan orang korea. Itu masalah awalnya. Itu semua karena ibuku takut nantinya aku harus ikut pergi ke negara pasanganku nanti, kau tahu Esther adik ku mempunyai kekasih dari amerika. Dan ibuku juga melarang nya...."

"... Tapi esther mengalah demi aku. Karena dia juga menyukai lisa. Dan tujuan ku kesini adalah, ingin memperbaiki hubungan ku dengan lisa. Ibuku___ sebenarnya sangat menyukai lisa, hanya karna dia takut kehilangan ku, makanya dia terpaksa bersikap seperti itu pada lisa"

Jennie mengangguk. "Sepertinya, alangkah lebih baik nya, kau pertemukan ibumu dengan lisa. Supaya ibumu mau menjelaskan semuanya" -saran jennie.

"Noona,, menurut mu, apa lisa akan mau menerimaku kembali?"

Jennie tersenyum, mengelus pundak donghyuk "Sure ... Aku tahu lisa"
Donghyuk tersenyum, hatinya menghangat ketika mendengar jawaban jennie.

Hanbin benar-benar beruntung menemukan gadis seperti jennie. "Sebentar ya, aku akan membangunkan lisa"

Ceklekkk

"Hyung?"

"Hyuk? Sedang apa kau?"

"Kok- hyung disini? Dari kamar jisoo noona? Kau menginap??"

Bobby mengambil minuman soda di kulkas "iya. Kau sedang apa? Bukannya  kau sudah putus dengan pokpak ya?"

"Ada hal yang harus aku perbaiki hyung. Do'akan aku ya" ucap donghyuk. Bobby seolah tau kemana arah pembicaraan itupun mengangguk "pasti. Lisa gadis yang baik"

"Hyuk, lebih baik kau saja deh yang bangunkan lisa.. tidak mempan jika kami yang membangunkan" -ujar jisoo.

Donghyuk mengangguk.

Jisoo duduk disamping bobby "kau sudah mandi?" Bobby mengangguk.

"Ayo sarapan bersama"



















"K-enapa kau bisa disini???"

Donghyuk tersenyum manis.
"Tentu bisa"

"Kau mau apa lagi?" -tanya lisa
"Memperbaiki sebuah masalah"

Lisa berdecih "tidak perlu menjelaskan apa-apa la---"

Cupp

"Ibu merindukan mu"

Jantung lisa serasa berhenti memompa.waktu terasa berhenti begitu saja. Apa ia tidak salah dengar?

"Hey--- kok malah melamun? Ayo bersiap. Kau tidak kasian pada ibuku, dia sudah memasak banyak untuk mu, dan memasakan makanan kesukaan mu loh"

Lisa menatap donghyuk "kalau hanya ingin bercanda lebih baik kau pergi"

Lisa kembali bersiap tidur dan menarik selimutnya. Namun tak lama ia terpekik ketika donghyuk tiba-tiba menggendongnya dan menceburkan lisa ke bath up secara tiba-tiba.

"Apa perlu aku yang mandikan?"

"YAKKKKK!!!"

Donghyuk tertawa puas. Apalagi melihat wajah marah lisa yang malah menggemaskan apalagi ditambah rona merah dipipinya

Gadis itu pasti sedang malu sekarang. 












"Oppa"

"Hm.. kenapa rose??"

Jisoo sibuk mengambil lauk untuk bobby pun ikut menoleh ke arah rose

"Tidak jadi"
Bobby menaik kan alis nya sebelah "ada yang ingin kau tanyakan? Tidak apa katakan saja"

Rose menggeleng. "Tidak terlalu penting"

Bobby mengangguk paham "baiklah"









June-- dia mau sampai kapan menggantungkan rose





*****

TBC

Love Scenario (HIATUS)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang