Lscenario

160 20 0
                                    


Sebuah amplop berwarna biru tosca yang baru saja ia buka isinya itu ia lempar diatas meja. Tatapan nya berubah drastis. Menjadi tatapan yang tajam, dingin dan sulit diartikan. Tangan nya mengepal kencang.

Pikiran nya kembali mengingatkan nya pada masa itu

Kim jennie- yang adalah sosok lemah lembut dan manis sekejap berubah menjadi sosok jennie yang bengis dan ambisius.

"Kau sudah mendapatkan apa yang kau mau sekarang. Mereka berbondong-bondong, satu persatu mendekatimu dan muncul langsung didepan mu. Kau puas?"

Senyuman miring tercetak sempurna di wajah jennie. Mata kucingnya menoleh ke asal suara tadi.

"Jadi kau hanya ingin mereka datang dan meminta maaf padamu?"

Jennie mengangguk. "Tolong bantu aku"

Pria itu berfikir sebentar "apa kau juga menjadikan kim hanbin sebagai kambing hitam mu juga?"

Mata jennie melotot " tentu saja tidak. Aku tulus padanya"

Pria itu mengangguk. "Tapi- kau tak melarang ku berkencan dengan nya kan?"
Tanya jennie hati-hati

Pria itu menatap jennie lekat. Oh god, gadis ini sudah dewasa rupanya. Ia lupa akan presensi jennie sebagai sepupunya itu bukan lagi gadis kecil yang merengek untuk membelikan nya ice cream padanya lagi.

Sayang nya. Jennie tumbuh menjadi gadis yang bengis, ambisius, dan pendendam- tapi manis.

"Baiklah. Aku akan membantumu. Tapi--",

"--- look for me when you feel in danger"

Jennie mengangguk setuju. Lalu pria itu masuk ke dalam kamarnya. Meninggalkan jennie yang sedang menyesap coklat panas nya.

"Ini"

Jennie menaruh gelas tadi dan mentap sepupu nya itu. Tatapan nya beralih ke sebuah kertas yang entah ada tulisan apa didalam nya

"Bukalah"

Jennie perlahan membuka nya.

"Itu jadi langkah awal untukmu."

"Kau cukup membuatnya merasa direndahkan. Dia paling benci direndahkan. Juga- kau cukup merebut kembali perusahaan milik ayahmu"

Jennie menatap selidik sepupunya yang umurnya 3 tahun lebih tua darinya

"Kau tahu semuanya?"

Pria itu menggeleng "aku juga akan mencari tahu"

**********

"Jennie-"

Wanita paruh baya mendekatinya.

"Astaga- kau jennie ku?.. hey kau sudah besar dan cantik sayang"

"--- aku bibimu. Shin hye sun"

Shin?

Shin?

"Jane- kau diam saja? Kau lupa padaku?"

Jennie tersenyum. Lalu memeluk wanita itu dan berbisik "bagaimana mungkin aku melupakan wanita yang begitu menyayangiku."

"Terimakasih sudah datang bi"

Bibi shin terdiam "bi- apa kau sakit? Oh iya. Kau sendirian? Dimana paman oh?"

Matanya malah menatap jennie yang ternyata malah menatapnya dingin.

***********

"Ada apa?"

Kakinya ia tompangkan pada kakinya yang satu lagi. Tangan nya bersedekap dada.

Wanita dan pria paruh baya didepan nya saja masih berdiri. 

"Rupanya kau sekarang menjadi gadis angkuh ya?"

Jennie mengangkat alis kirinya.  "Aku? Angkuh?"

Jennie terkekeh "kalian akan berdiri terus seperti itu? Duduk lah jangan membuat orang lain berfikir kau adalah asisten ku"

Mata kedua manusia Paruh baya itu melebar.

Sombong sekali gadis ini- pikir mereka.

"Jadi ada apa?"

"Kau sudah kaya kan?  Maka jangan coba-coba merebut perusahaan itu"

Jennie menatap kedua orang itu yang diketahui adalah paman bibi nya. Shin hye sun dan Oh nam soo.

"Kalian sedang miskin?"

Shin hye sun hampir saja mencakar wajah songong jennie jika sang suami tidak menghalanginya.

"Dengar! Aku tidak akan mengusik karir mu menjadi anggota blackpink. Tapi jika kau masih mengusik perusahaan ku. Kau akan ancur jane"

Jennie terkekeh. Matanya menatap bengis dibalik kaca mata hitam nya

"Sayangnya aku tidak takut"

Jennie menyambar tas nya. Dan pergi begitu saja. Tanpa ingin me dengar beberapa umpatan kasar dari paman dan bibinya

**********

"Aku belum membuatnya hancur. Aku akan menbuatnya perlahan- dan perusahaan ayahku akan kembali padaku"

pria itu terkekeh "ini sudah 3 tahun jane- astaga. Kau masih mau bermain-main?"

Jennie terkekeh. "Aku jadi teringat wajah miskin nya kan duh"

Pria itu menggeleng-geleng "astaga mulutmu. Tertular virus kim hanbin ya?"

"Mungkin"

"Ingat jane. Kau harus berhati-hati. Jangan lupakan fakta bahwa kau adalah public figure jane. Kau Kim jennie- member blackpink. Grup mu sedang naik daun sekarang. Jangan berbuat hal yang tidak-tidak. Lakukan secara perlahan nanti. Jangan sampai kau merusak grup mu sendiri terlebih Nama Baik mu fan nama YG" -nasihat nya .

Jennie mengangguk paham.

Drrrtt drrttt

"Eoh?"

"..yak hyung!! Kau masih bersama nya? Antar dia sekarang. Cepat. Atau aku membatal kan membuat lagu untukmu!!"

"Kau aneh sekali. Kau sedang mengancam ku him hanbin?!! Hey Dia kekasihmu kan? Kenapa tidak kau saja yang kesini sih?"

"Dia mematikan ponsel nya.dan aku sedang sibuk"

"Lalu?"

Pria disebrang sana psti sudah menggeram kesal.

"KIMBAAAAAB!!!!"

"Hahaha baiklah baiklah"

"Hanbin?"

"Kau mematikan ponselmu?" Jennie mengangguk.

"Ayo aku antar sampai diruangan tuan hanbin dengan selamat"

Jennie terkekeh. Pasti pria sapaan Kim Bab ini sedang kesal dengan kekasihnya.














💦💦💦💦💦💦
TBC

Love Scenario (HIATUS)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang