"Kwasih guwe awlesan bwuat restuwin lo pwacwaran samwa adwek guwe?" Vrelan sudah berkacak pinggang di depan rumahnya sembari menikmati rempeyek kacang yang begitu lezat.
"Kita cocok bang," balas Bana mengangguk pasti lalu menoleh ke arah Ocha sebela...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hai guys!
Yuk siapin hati, jiwa dan pikiran lagi. Siapin tisu ya haha.
Siap?
1
2
3
Happy Reading!
Jangan lupa dengerin play musik di atas
DAUN JATUH - RESAH JADI LUKA
***
BANG VERNAN... BANG VRELAN... NGGAK! NGGAK MAU! OCHA NGGAK MAU DITINGGALIN GINI HIKS HIKS..."
"JANGAN TINGGALIN BUNDA NAK HIKS HIKS... KEMBALI... TOLONG BUNDA MOHON HIKS HIKS..." Lirih Lessia, bunda si kembar dengan suara yang tersisa.
Semua orang dalam ruangan tersebut pun berpelukan dengan tangisan yang masih setia mengiringi.
"Be-besok papa, bunda bakal ke lokasi kejadian untuk memastikan potongan-potongan tubuh tersebut apakah cocok dengan tes kami. Ji-jika cocok dengan ciri-ciri Vernan dan Vrelan setelah diterapkan kepada darah daging orang tuanya, ma-maka si kembar memang sudah kembali kepada Tuhan hiks hiks..." Jelas Rama memutuskan kenyataannya.
"O-ocha mau ikut pa hiks hiks..." lirih Ocha memohon pada papanya.
Rama pun mengangguk pasrah dana mengijinkan putrinya untuk ikut bersamanya.
Laura yang termasuk geng DKL tersebut tiba-tiba memekik, "Hari ini tidak ada jadwal pesawat ke arah Australia om hiks hiks... Diadakan kembali besok pagi pukul 9 hiks hiks..."
"Om titip rumah ya, kami bertiga besok akan langsung menuju tempat kejadian, doakan selamat sampai tujuan," ujar Rama, papa Ocha.
Semuanya pun membalas dengan anggukan.
Ocha melirih dengan pelan. "Ocha nggak rela kalo harus ditinggalin Bang Vernan sama Bang Vrelan gini hiks hiks.. Ocha nggak rela Tuhan... Nggak hiks hiks...!"
***
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.