"Kwasih guwe awlesan bwuat restuwin lo pwacwaran samwa adwek guwe?" Vrelan sudah berkacak pinggang di depan rumahnya sembari menikmati rempeyek kacang yang begitu lezat.
"Kita cocok bang," balas Bana mengangguk pasti lalu menoleh ke arah Ocha sebela...
"Gue bakal kangen tiap sikap lucu lo ini bang, i love you." Batin Yila seraya meneteskan air matanya tak sadar.
***
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
36. UJIAN
Vrelan pun melepaskan pelukan terhadap kekasihnya, kemudian mencubit pipinya lagi gemas.
"Gausah nangis Yila, gue mau sukses kan demi masa depan kita nanti." Vrelan memberi pengertian kepada kekasihnya.
Yila pun mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti padahal dalam hatinya merasa sesak.
Vernan yang tadinya merangkul Yola beralih berhadapan dan memegang tangan kekasihnya. Ia menarik nafas perlahan dan menghembuskannya beberapa kali, semoga ucapan Vernan ini tidak membuat Yola sedih.
"Yol, gue mau ngomong."
Yola yang masih terharu melihat momen adiknya itu kemudian menoleh ke panggilan kekasihnya, ia mengangkat kedua alisnya bingung.