"Kwasih guwe awlesan bwuat restuwin lo pwacwaran samwa adwek guwe?" Vrelan sudah berkacak pinggang di depan rumahnya sembari menikmati rempeyek kacang yang begitu lezat.
"Kita cocok bang," balas Bana mengangguk pasti lalu menoleh ke arah Ocha sebela...
(Jangan lupa follow WP author yesikastefani dan Instagram author @yesikastefani16_)
CUS BACAAA!
1
2
3
Dengerin play musik di atas JEMIMAH - CINTA DALAM HATI
***
DIARY OCHA
6 tahun kemudian
Tok... Tok... Tok...
"Permisi nyonya, operasi pasien kamar 31 akan di mulai 5 menit lagi..."
Wanita muda sukses tersebut menurunkan kacamatanya yang bertengger di hidung sejenak, melihat siapa yang datang dan masuk ke dalam ruangan pribadinya. Setelah mengetahui, ia pun menganggukkan kepalanya tegas.
Dokter muda sekaligus terkenal ini memasang seragam dokternya serta membawa alat-alat operasi menuju ke ruang pasien.
Ia membuka pintu keluar, sudah terdapat dua suster yang menunggu dirinya di luar dengan patuh. Kedua suster tersebut menerima beberapa alat operasi yang berada di tangan sang dokter muda ini.
"Pastikan semuanya bekerja semaksimal mungkin, saya tidak ingin ada nyawa yang terenggut hari ini." Tuturan tegas wanita berprofesi dokter ini membuat kedua suster menganggukkan kepalanya yakin.
"Baik bu, kami bekerja semaksimal mungkin."
***
Saat di perjalanan menuju ruangan pasien, tiba-tiba notifikasi ponsel dokter wanita ini berbunyi. Tanpa berpikir panjang, ia menyuruh suster tersebut untuk mematikan ponsel miliknya terlebih dahulu.
"Tolong matikan ponsel saya, karena pasien lebih penting."
Saat melihat dari siapa notifikasi chat itu, kedua suster terkekeh geli satu sama lain.
"Maaf bu, ini suaminya ngeluh cape abis debat jadi pengacara dikejaksaan hukum katanya wkwk, terus mau nyemangatin katanya lope-lope semangat sayang ..." ujar polos salah satu suster tersebut.
"JDUG!"
Dokter tersebut menoyor kepala salah satu suster tersebut dengan wajah yang merah merona, "Ih lo mah Ta, godain gue terus. Matiin aja hpnya, Bana gue bales nanti, waktu operasi mau mulai nih, kita urus pasien dulu!"
Ocha dan Bana memilih menikah muda tepat setelah lulus SMA. Dua bulan setelah menikah, keduanya mengampu pendidikan masing-masing di luar negeri. Bana yang lulus kuliah di negara Eropa pun kembali dengan gelar pengacaranya. Beberapa minggu setelah keberangkatan Bana kuliah, Ocha memberikan kabar bahwa dirinya telah hamil muda yang masih berusia satu minggu. Ia nekat mengampu pendidikan ditengah kehamilannya itu, pihak perkuliahan pun mengijinkan asal hati-hati.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.